Dipercaya, eh malah kabur

12.00 WIB, seperti biasa, kami makan siang di ruang kami sendiri, Accounting. Tapi cuman beberapa orang aja sih yang makan di ruangan. Ada yang langsung dimakan di tempat penyediaan catering, dulu pun juga gitu aku. Tapi karena kursi makan di mushalla mepet, seringnya nggak kebagian. Walhasil gantian duduknya. Celakanya klo pas perut nggak bisa nahan, kan ‘mbencekno’ pke acara nunggu2 segala… mo diakalin sholat dulu yah nggak konsen belum lagi kan dah biasanya after sholat lanjut klesetan. Nah pas sekitar maret 2010 kemaren kena types, aku sering bawa maem dari rumah. Yah dari pada jalan 250 meter maem di mushalla depan, mending di makan di ruangan. Waktu itu santoso doang yang makan di ruangan. Akhirnya, keterusan deh makan di ruang, palagi setelah Dwi-ex GGWI-ku masuk Jindal as cashier. Jadi deh kita giliran ngambil kotak ketering ke ruangan akunting.

 Oke, kembali ke laptop!

Makan siang kemaren salah satu temenku cerita mengenai musibahnya, uang sebesar 25 juta yang ia dan suaminya percayakan ke temen sekantor suaminya untuk invest usaha, ternyata orang tersebut ( kita sebut aja si ’x’) lari bersama keluarganya. Dan ini pun bukan dia aja, beberapa temen suaminya pun berinvest, jika ditotal hampir stengah M. HAH? Besar juga yah? Hebat koq bisa membuat orang percaya invest ke x…..

Dia nggak mengira bakal seperti ini. Awalnya pun lancar2 aja, uang setoran hasil invest per bulan pun lancar diterima. Namun sejak 2 bulan sebelumnya mulai macet dan terdengar ada masalah bahwa x kena claim dari perusahaan yang disuplainya. Syukurlah waktu itu temenku dah ancang-ancang buat surat perjanjian yang menyatakan jika tidak dapat mengembalikan uangnya maka aset truk milik x akan disita.

 Akhir cerita, truk sudah ditangan… tappi, masalahnya truk masih kredit alias dileasingkan. temenku bingung gimana nih truk mau diapain? Dia membolak balik segala alternatif jalan keluar tapi masih ragu apa ini solusi terbaik. Dia berencana mo gadaikan or njual itu truk dan mungkin mau sekalian menghilangkan jejak si truk dengan data2nya di hapus atau digelapkan.

 Aku katakan emang susah  klo kita kesandung urusan ma leasing. Mereka itu organisasi yang kuat, punya jaringan debt collector yang punya algojo2 alias jago tagih yang kejem-kejem. Mereka nggak bakal nyari x yang udah gak jelas, pastinya pengen hunting dimana truk itu. Dia punya hak langsung ’nyikat’ aset yang dileasingkan dimanapun ketemu. Dan itu diperbolehkan secara hukum, karena perjanjian leasing pastinya mencantumkan resiko2 semacam ini. Aku mengkhawatirkan pihak leasing bakal mencium bahwa truk ada di tangan temenku, malah runyam berhadapan dengan mereka. Mungkin solusi yang lebih aman adalah melanjutkan kredit truk itu sambil dimanfaatkan penggunaannya. Tapi, aku pesen2 untuk menanyakan dulu ke ahli hukum mengenai kekuatan perjanjian yang berhasil ditandatangani x itu ( bermaterai juga sih), apakah emang dah cukup kuat untuk menjadi dasar bahwa truk secara hukum telah berpindah tangan karena ketidakmampuan untuk membayar. Setelah itu yakin, mending jika dia mampu, dialanjutkan saja angsuran kreditnya. Lebih safe daripada harus berhadapan dengan urusan leasing.

Agak rumit memang… tapi itulah hidup. Banyak ujian-ujian berupa musibah ataupun rejeki itu sendiri. Nggak ada yang mengira bakal mengecewakan. Kita memulai sesuatu pastinya dengan semangat, berharap dengan doa semuanya akan lancar dan menghasilkan lebih dan lebih. Yah, intinya kan kita hanya ikhtiar. Jika hasil akhir tidak sesuai rencana, saatnya kita diuji untuk bersabar. Memang, mudah terdengarnya jika kita tidak mengalaminya langsung.Mungkin memang kita belum terbiasa dengan cobaan-cobaan hidup, karena di umuran kita yang 30-an awal ini, kita belum lama menapaki hidup yang sesungguhanya alias berumah tangga, masih beberapa tahun ! belum banyak ujian yang kita lalui, asam garam belum banyak kita cicipi. Jadi sekalinya kita mendapatkan cobaan biasanya pasti shock dan sedihnya tidak terukur.

 Pengalamanku mungkin tidak banyak akan musibah macam beginian, semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik…. hal serupa setidaknya sudah 2 kali aku alami. Meski nilai uangnya tidak sebanyak itu. Tapi relatif sih, dulu di tahun 2000-an saat baru pertama2nya kerja, aku kumpulkan gajiku dan beberapa bulan berikut aku belikan pedet (sapi kecil). Aku sadar, gaji kerja ikut orang berapa nilainya, kalo nggak dikembangkan lagi, yah keadaan bakal begini terus. Apalagi waktu itu aku merencanakan melanjutkan kuliah / tranfer S-1 akuntansi di tahun itu. Harapan aku, semoga hasil sapinya bisa buat bayar kuliah per semesternya. Tapi siapa sangka kalau akhirnya sapi yang baru beberapa minggu kita beli akhirnya sakit. Lalu aku kembalikan ke ’juragan’ sapi tempat aku beli dengan janji akan diganti yang baru. Apa boleh buat, juragan tersebut nggak lama kemudian kena musibah dirampok saat perjalanan dari madura setelah kulakan sapi. Semuanya habis, juragan tersebut jatuh bangkrut. Dia tidak punya usaha lagi…. selama 3 tahunan aku masih aktif nelponin si juragan supaya membayar kembali uang sapiku. Tapi yah gtu… selalu ada alasan menghindar jika ditelpon. Aku berusaha mencari tahu keadaan ekonominya saat ini dan memang dia udah jatuh.trus, mau diapakan? Sempet nanya2 teman yang lulusan hukum soal ini, katanya soal uang itu urusan perdata, bukan pidana, jadi tidak bisa dipenjarakan. Hah, ya sudahlah…. sudah lama juga cerita itu, aku hampir melupakannnya sekarang…

Yang kedua, usaha patungan bertiga ama temen hancur. Gak dapet apa-apa. Padahal waktu itu aku habis di phk, berharap biar ada penghasilan bulanan sebelum dapet kerja lagi, e’e… hancur ditengah jalan. Pelajaran penting bagiku bahwa tidak mudah menakodai kapal dengan banyak orang ’pintar’ apalagi nggak mau ngalah and ongin menang. Kapok juga, aku mungkin usaha sendiri tanpa join teman jika nanti punya modal. Susah menyatukan misi, banyak kepentingan….

So, semua itu harus diihlaskan. Aku telah melaluinya, dan begitu banyak yang sudah Allah gantika
n untukku dengan rejeki yang lainnya. Benar, ini sudah jalan-Nya, bahwa kita harus melalui ini untuk bisa sampai di ’jalan’ lainnya yang sudah direncanakan-Nya. Ya Robbi, tunjukkan selalu jalan yang benar, tuntunlah langkah kami dalam menapaki surat-suratanmu. Amien….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: