Archive for February, 2011

Cerita Dari Anggana, I miss that much

Hari minggu kemarin, aku dateng di undangan memasuki rumah baru Bos perusahaan udang Syam Surya Mandiri dari Kutai Kartanegara Samarinda.

Waktu Pak Jumadi menyampaikan undangan ini di status FB-nya, aku sempet heran juga ” lho, koq memasuki rumah baru? Bukannya beberapa tahun lalu Pak Haji udah punya di Surabaya? kan disitu juga? Apa beli lagi kali?”. Dalam hati, ah apalah yang nggak mungkin buat beliau, lawong duit  tinggal nyerok .

Bener ternyata rumah yang lama sekarang dipakai jadi kantor. dan yang sekarang beli tanah dibangun sendiri. nggak kebayang berapa duit yah beli tanah di jalan raya utama gitu…


Aku yakin beliau adalah pengusaha udang terbesar di kaltim. Terutama usaha pembelian-nya. Selain untuk memasok peusahaan coldstorage beliau sendiri, juga memasok di banyak perusahaan udang lainnya di kalimantan dan jawa.

 

Setelah itu, aku langsung gerilya nyari temen-temen seperjuangan lainnya. Tidak semua teman ex-SSM yang selalu update FB, jadi sekalian nyari bolo, so aku sms-in atau email mereka satu-satu.  Itupun karena aku-nya udah tit janjian datang ama Mbak Yatmi. Ada perasaan semangat untuk datang di acara ini karena bisa sekaligus sebagai ajang reuni teman-teman yang sama-sama  pernah ditugaskan di Samarinda.  



Masih terasa keramahan keluarga Pak Haji, perlakuan welcome-nya waktu itu, serta kemurahan mereka yang seringkali ‘menjamu’ kami. Ada ke keluarga beliau yang punya hajat, semua disuruh datang, ada yang punya baby, datang, buka puasa-lah, acara ini itu lah…. Selalu makan-makan… belum lagi seringnya makan siang ditraktir ama Putri beliau. Maklum kita anak perantauan, ngere.


Yah, dulu di sekitar pertengahan tahun 2002 perush kami  PT. GGWI ( Coldstorage/ Exportir Udang) bekerja sama dengan PT. SSM, perusahaan milik Pak Haji Mangkana yang baru saja berdiri. Operasional dimulai bersama managemen GGWI. Kami dari Surabaya babat alas ditugaskan menjadi Trainer sekaligus untuk sementara memimpin staf-staf yang sudah disiapkan disana.  

 

Awalnya ada sekitar 8 orang masing-masing untuk departemen Purchasing  Bahan Baku juga General Items, Production, QC, Lab, IT dan HRD. Aku sendiri kebagian Finance Accounting. Ditambah lagi ada sejumlah anak-anak karyawan produksi yang sudah expert bagian sortis dan sizing udang. Juga 2 orang tambahan dari GGWI Tarakan. 


Di beberapa bagian, ada yang sengaja dikontrak untuk jangka waktu yang lama dan ada yang memang hanya beberapa bulan untuk operasional awal saja. Aku sendiri nggak sampe setahun. Teori awal sih untuk 3 bulan tapi sudah bisa ditebak pasti diulur. Nah berhubung hari-H aku sudah jelas, aku pun bisa pulang H-11 sebelum acara pernikahanku dan setelah itu kembali bekerja di kantor Surabaya.

 

Rasanya banyak sekali kenangan dan cerita waktu kita disana. Pernah bareng-bareng merasakan susahnya jadi perantauan.

Belum lagi perjuangan menghadapi orang-orang yang kurang
pro ama kita, our managemen way. Satu kawan ‘sakit’, semua ikut merasakan. Lumayan kompak dan menjadi seperti saudara sendiri. Bagaimana tidak, disana kita tinggal serumah. Kemana-mana bersama. Bersama merasakan tidak nyamannya tinggal di Mess kantor yang jauh dari pusat
kota samarinda. Memang seakan kita tidak punya kehidupan ‘pribadi’ sendiri karena ‘kebersamaan’ dan fokus pekerjaan ini. Huh, bagaimanapun disanalah banyak pengalaman berharga yang menjadikan kita semakin tahan banting serta lulus untuk dijadikan The A Team

Jadi kangen makan siang di kantin terapung-nya belakang pabrik, dengan memandangi keindahan bentangan sungai Mahakam…. Sambil melihat kapal tongkang pengangkut batu bara berlalu . 

 

Kangen melewati naik turunnya jalanan berbukit jalur antara Perumahan Sambutan – Anggana, gunung-gunung ber-batu bara itu….. Pasar di sungai Dama, Mall Lembuswana, SCP, Pasar Citra….. Dan yang terutama adalah tepian Mahakam!! Kangen juga menyusuri Sungai mahakam menuju tambak-tambak yang maha luas…. 

Comments (5) »

Abaut Hamil

Kemarin dapat kabar ada salah satu teman kantor yang keguguran. Beberapa hari yang lalu mbak ipar aku juga keguguran. Sedih mendengarnya. Jadi mikir, bener deh kalo memang belum diperkenankan sama pencipta rasanya koq susah yah untuk punya momongan. Walaupun berusahanya udah pol-polan, giliran udah hamil, e’e ternyata yah keguguran juga.

 

Selama ini mbak ipar memang belum pernah “ngaku” kalo udah hamil. Jika ditanya misua jawabnya selalu prengas-prenges tok. Misua biasa mampir ke rumah keluarga di kedurus  setiap pulang kerja buat sholat maghrib, jadi ikut melihat dan tau perubahan apa yang terjadi beberapa bulan ini. Mbak sempet bawaannya lemes, trus males masak. Cuman nggak tau persis klo hamil karena emang nggak ada konfirmasi.

 

Bisa jadi seseorang yang sudah lama menunggu kehamilan, pada saat mendapatkannya dia tidak berani ‘terburu-buru’ mengumumkan sebelum usia kandungan sudah benar-benar melewati masa aman dan si janin sudah cukup kuat untuk mendiami rahim. Bisa dipahami, ini untuk menghindari kecewa atau malu jikalaw kadung pengumuman.

 

Selain mbak ipar dari misua tadi, juga adik ipar dan ada beberapa teman sekantor yang saat ini masih menunggu datangnya kehamilan. Rata-rata usia menikah mereka sudah lumayan lama. Mbak ipar istri kakak kandungku juga sudah lama melepas kb tapi belum dapat hamil lagi, padahal anak pertama sudah sd kelas iv. Waktu bapak pulang haji kemarin beberapa dari mereka aku bawakan kurma muda. Yah gimana lagi  mungkin belum mendapat izin-nya…..

 

Rasanya apa yang terjadi pada orang-orang di sekitarku lumayan berbeda dengan yang aku rasakan selama ini. Boleh jadi aku termasuk kategori ‘gampang’ hamil. Dulu aku suka terganggu dengan rutinitas dan konsistensi minum pil kb setiap harinya, walhasil suka nge-rapel akibat kelupaan. Makanya saat kira-kira jarak kehamilan sudah aman,aku langsung melepas kb. E’e nggak sampe 2 bulan langsung hamil lagi yang kedua. Pas deh, jarak usia 2 tahun, besar bareng, repot-nya juga bareng….

 

Sejak itu, minum pil kb-ku mulai rajin!! Pikirku, bareng-barengnya cukup 2 aja. Ntar aja klo pengen yah nambah.

 

Nah, sekarang adiknya udah 5 tahun jalan. Berarti kb-ku udah selama itu. Browsing tentang per-kb-an kayanya metode hormonal nggak baik klo buat jangka panjang. Mau kb yang non-hormon kog nggak sreg. Akhirnya sejak akhir desember kemarin, aku dah nggak lagi ber-kb.

 

Berarti dah siap punya lagi donk? Emmmhhhh… enggak juga sih, tapi nggak tau lah klo jadi. Masih rada bimbang antara pengen juga kasih ayah anak cewek dan kerepotan jadi wanita pekerja. Yang jelas buatku batas hamil max usia 35, batas akhir menentukan tit-nya more baby or not, so masih ada 2 tahun….. Sambil menunggu segala sesuatunya memungkinkan he he…

 

Anyway akhirnya sekarang mulai rajin menghitung m
asa subur, memperhatikan kelancaran haid…… kemaren aja waktu hari h itungan harusnya haid belum juga keluar, malem-malem nge-belain ke apotek cari pregnancy test buat ngetes bangun tidur besoknya. Ndilalah mau di tes koq ada sudah muncul tanda haid. Alhamdulillah, masih belum….. *lega

 

Well…. Diserahkan sama yang atas aja, semua yang sudah ditakdirkan adalah yang terbaik untuk kita.

 

Comments (6) »

Jatim Park Story

Finally kelakon juga pergi bareng sama teman-teman se-accounting ke Jawa Timur Park Malang. Yah, setelah melalui berbagai macam rintangan dan halangan, mulai dari keruwetan urusan pengaturan mobil lah, sopir lah, sampe urusan si Pimpro yang ditunjuk malah sakit selama beberapa hari menjelang hari H.

Sempet ada rencana acara ditunda 2 minggu lagi, tapi syukurlah kita berhasil membujuk si Pimpro untuk tetep jalan. So banyak urusan terpending, sehingga di H min satu pun masih belum matang karena banyaknya factor yang sudah diplanningkan ternyata mendadak mbleset.

Sampe ada joke “ntar malem semua berdoa’a yah biar berangkat besok selamat”.  


Alhamdulillah, semua lancar, berjalan baik dan pulang utuh. Kami seruangan total 9 orang yang ikut, kecuali sang manager Expat batal.

Untuk yang sudah punya putra juga boleh membawanya. Aku sendiri membawa dua upin ipin-ku tentunya. Kami berangkat dengan membawa 3 mobil.



Sejak awal, pembantuku udah nebak aku bakal kuwalahan momong 2 anak sendirian, tentunya dengan melihat dari track record anak-anak dirumah yang pencilakan dan susah diatur. Ternyata emang bener.

Sejak di perjalanan mereka nggak bisa tenang, gelut aja memaksa mulut emaknya ngoceh terus sepanjang perjalanan. Belum lagi si kakak yang suka jadi provokator ke adiknya yang notabene lebih susah diatur. “ Ayo Ami serang Ibu…!!!” , seru Farid ke Fahmi.

Hadddeeehh, loro kabeh.


Acara rekreasi kantor dengan si kecil adalah yang pertama bagiku. Sebelum-sebelumnya sering berangkat sendirian aja. Kali ini judulnya memang rekreasi bersama anak-anak (tapi tanpa ditemani suami), but otomatis aku sendiri nggak bisa menikmati suasana tapi lebih ke sebagai pengasuh dan guider.

Misi acara untuk saling menjalin keakraban tim akunting akhirnya aku malah umek mengurusi si kecil. Udah gitu sampe dengan makan siang, aku terpisah dengan rombongan. Akhirnya emang kecapekan sendiri deh.



Anyway, kami semua seneng, puas dengan acara kebersamaan ini. Bisa saling mengenal putra-putrinya yang lain. Dan tentunya pengen ada seri keluar-keluar lagi bersama.

Semoga tim Akunting semakin solid dan kompak.

Comments (2) »

Dilema Memilih Sekolah SD

Kemarin dapat  sms ” Yth. Bp/Ibu calon wali murid kls I, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dlm mendaftarkan putra putrinya di SD Muh ……”

Wah jadi inget formulir pendaftarannya kan belum aku isikan yah. Udah dipesenin suami ndang segera diisi tapi sudah lebih dari seminggu nggak aku selakno juga. Sekilas aku buka-buka ada kwitansi IDR. 500.000, kayaknya sebagai tanda jadi kali (kaya beli rumah aja). Kemarin yang datang mendaftar suami sih.  Intinya yah itu tuh bagian dari uang masuk yang harus dicicil sampai dengan juli nanti pas sebelum tahun ajaran dimulai.

Sekolah yang satu ini memang lumayan favorit, dalam ukuranku termasuk sangat mahal. Tapi memang sebanding dengan kualitasnya. Gedungnya juga okeh, kelas pake AC. Memang bukan fasilitas-fasilitas itu yang utama, tapi lebih ke orientasi pendidikan yang islami dan berkualitas buat si kecilku Farid.

 

Lama dan alot pendiskusian masalah pemilihan sekolah dasar buat si Farid. Sebelumnya aku masih nggak setuju dengan keputusan dia bersekolah disitu. Banyak factor yang aku pertimbangkan dalam posisiku sebagai ibu dan wanita. Dan akhirnya harus berbesar hati mengalah pada pilihan suami. Saat ini mungkin masih berat dengan pertimbangan banyaknya alokasi dana untuk pos ini dan itu, semoga saja nanti ada tambahan rejeki buat kami.

 

Pilihan ini menjadi berat karena posisi kami yang menempati rumah kakak dengan waktu yang “tidak jelas”, yang sudah 2 tahun lalu ditawarkan untuk dijual. Dari awal sudah sangat sadar bahwa setiap saat kami harus pindah ke rumah kami sendiri di Krian, 45 mnt-an sebelah baratnya Surabaya. Rumah kakak ini sudah kami tinggali sejak jadi kemantin baru 2003, sempet setahun di 2006 pindah ke rumah sendiri karena kebetulan dapet kerja yang lyn-nya lewat sana. Sesekali aja kami datang buat bersih-bersih atau bayar PDAM. Nah berhubung harus pindah lagi kerja di Surabaya, maka 2007 kami balik menempati rumah ini. Sayang kosong malah tidak terawat,  selama ini masih keluar masuk pembeli yang melihat-lihat doank. Kakak juga keliatannya sih ikutan sak payu-payune aja, emang pasaran daerah itu segitu makanya dari awal harga net Rp. 1.175.000.000 yang diinginkan belum niat untuk diturunkan.

 

Sejak dulu aku berharap rumah ini segera terjual max sebelum Farid masuk SD. Sayang kenyataannya sampai sekarang belum juga ada yang deal harga. Buntutnya, sekarang jadi dilematis untuk nyekolahin anak di sekolah yang favorit sementara ntar harus pindah sekolah lagi. Kan jadinya keluar duit uang masuk lagi. di Krian sudah kami ancangkan sekolah sejenis yang juga tidak murah. mikirku klo toh nanti bakal pindah, ya sekarang sekolahnya yang deket2 rumah aja. Ada sekolah islam di kampung sebelah. 5 menit paling. Not bad juga. Artinya juga bisa berhemat ongkos mobil antar jemput setiap bulannya.

Wacana untuk pindah ke rumah sendiri sudah aku tawarkan sejak lama, tapi suami yang masih keberatan. Dia masih berat meninggalkan kota surabaya, sedangkan krian hanyalah kota kecil. Apalagi keadaan rumah yang sekarang belum terjual.  Jelaslah di kota lebih rame, fasilitas kota banyak tersedia. Lebih-lebih memang suami aseli arek suroboyo. Keluarga pihak suami semua disini. Klo aku sih dari kecil hidup di krian yah nggak ada beban sama sekali jika menghabiskan usia disana. Dengan pekerjaanku yang sekarang pun sudah sangat aku pertimbangkan dari awal interview dan siap harus naik bus nantinya untuk menjemput lyn kantor jika sudah pindah rumah.

 

tapi saat ini mungkin belum saat yang tepat.  sudahlah, ada kalanya harus mengalah pada keputusan suami dengan tetap ber-optimis segalanya akan dimudahkan oleh-Nya.

Amin…

 

 

Comments (16) »

Pengen sehat

Sudah semingguan aku absen senam karena sakit. Alhamdulillah sakit demam aja akibat kecapean. Insyallah bukan urusan perut alias thypus sebagaimana yang aku kuatirkan. Jika aku kecapean, biasanya senamlah yang dikambing hitamkan, padahal yah banyak lah faktornya. So, saat ini rasanya harus istirahat dulu lah…..

 

Sebenarnya dilematis juga ikut kegiatan yang satu ini.

Disatu sisi sudah 12 jam bekerja, pastinya sudah tinggal secuil tenaga yang tersisa di malem hari. Di sisi yang lain aku juga pengen sehat. Selain itu, sisa waktuku yang ada setelah bekerja harusnya  mungkin bisa aku manfaatkan bermain atau mengajari anak-anak sehingga mereka bisa berangkat tidur lebih awal.

 

Well…. Ini menjadi pilihan yang tidak mudah buat aku.

 

Aku sangat sadar pekerjaanku yang cuman duduk manis – berolah pikir dengan stay di ruang AC adalah sangat tidak sehat plus rentan dihinggapi banyak penyakit karena kurangnya gerak. Aku jarang sekali berkeringat, kecuali waktu senam. Mulai sadar aku harus olahraga adalah saat aku merasa kakiku terasa kaku njarem-njarem 2 tahun lalu. Bersyukur dites semuanya normal. Belum lagi temen cerita papanya sekarang stroke di umur yang mash muda. Ngeri membayangkannya.

 

Waktu untuk anak-anak masihlah sedikit sehari-harinya, terkecuali di hari minggu atau pas liburan kerja lainnya. Aku harus cukup puas hanya bisa bermain-main sebentar sebelum mereka tidur. Selebihnya cukup berpuas diri bisa menyaksikan mereka lelap tidur bersamaku. Di pagi hari pun biasanya sudah in a hurry menyiapkan keberangkatan mereka sekolah ataupun urusan persiapan kerjaku sendiri.

 

Walaupun kalau mau, mungkin aku bisa saja berolahraga di hari minggu bersama mereka tapi ini bakalan bertabrakan sama jadwal belanja ke pasar setiap minggu pagi. Belum kalau ada rencana jalan-jalan lainnya.

Aku juga pernah coba beli VCD senam aja biar nggak menyita waktu, e’e ternyata malah jadi pajangan doank. sangat males klo bergerak sendiri.

 

Pernah punya tekad pengen rutin jalan cepat atau lari muter gang di perumahan setiap pagi hari, kelakon cuma 1-2 kali. Susah banget harus bangun lebih awal dan membagi waktu dengan mengurus si kecil waktu pagi….

 

Jalan satu-satunya adalah terikat jadwal. Yaitu senam.

 

Dengan senam, aku jadi punya kehidupan lain selain bekerja. Bertemu orang-orang yang berbeda. Malah disini, aku merasa sadar layaknya sudah menjadi ‘ibu’ karena komunitas mereka yang sudah berumur. Walaupun sebenarnya aku tidak terlalu menikmati basa-basi obrolan para ibu, tapi at least aku anggap ini sebagai penyegar semata.

 

Lewat merekalah aku punya kehidupan sosial. Yah sesekali ada anggota yang punya acara misalkan pengajian aku pun ikutan diundang. Hampir setelah menikah aku tidak banyak menikmati kegiatan sosial berkumpul dengan banyak orang atau komunitas yang lain selain bekerja. Sejak menikah 8 tahun lalu sampai saat kami menempati rumah kakak yang sudah pindah kota lain. Per
umahan yang kami tinggali sangat tidak mendukung adanya sosialisasi antar tetangga kecuali mungkin pas momen 17-an atau ketemu di jalan waktu sholat ied bareng. Rata-rata yang keluar rumah hanyalah pembantu rumah tangga. Apalagi setelah punya 2 anak yang selisih hanya 2 tahun, benar-benar membuat aku terkungkung dengan kehidupanku sendiri. Semangat berorganisasi yang pernah aku miliki sejak masih muda pun berangsur menghilang.

 

Hidup itu mudah, tapi memang banyak pilihan….

Semoga senantiasa diberi kesehatan, juga keharmonisan dalam berkeluarga.

Comments (6) »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352