Dilema Memilih Sekolah SD

Kemarin dapat  sms ” Yth. Bp/Ibu calon wali murid kls I, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dlm mendaftarkan putra putrinya di SD Muh ……”

Wah jadi inget formulir pendaftarannya kan belum aku isikan yah. Udah dipesenin suami ndang segera diisi tapi sudah lebih dari seminggu nggak aku selakno juga. Sekilas aku buka-buka ada kwitansi IDR. 500.000, kayaknya sebagai tanda jadi kali (kaya beli rumah aja). Kemarin yang datang mendaftar suami sih.  Intinya yah itu tuh bagian dari uang masuk yang harus dicicil sampai dengan juli nanti pas sebelum tahun ajaran dimulai.

Sekolah yang satu ini memang lumayan favorit, dalam ukuranku termasuk sangat mahal. Tapi memang sebanding dengan kualitasnya. Gedungnya juga okeh, kelas pake AC. Memang bukan fasilitas-fasilitas itu yang utama, tapi lebih ke orientasi pendidikan yang islami dan berkualitas buat si kecilku Farid.

 

Lama dan alot pendiskusian masalah pemilihan sekolah dasar buat si Farid. Sebelumnya aku masih nggak setuju dengan keputusan dia bersekolah disitu. Banyak factor yang aku pertimbangkan dalam posisiku sebagai ibu dan wanita. Dan akhirnya harus berbesar hati mengalah pada pilihan suami. Saat ini mungkin masih berat dengan pertimbangan banyaknya alokasi dana untuk pos ini dan itu, semoga saja nanti ada tambahan rejeki buat kami.

 

Pilihan ini menjadi berat karena posisi kami yang menempati rumah kakak dengan waktu yang “tidak jelas”, yang sudah 2 tahun lalu ditawarkan untuk dijual. Dari awal sudah sangat sadar bahwa setiap saat kami harus pindah ke rumah kami sendiri di Krian, 45 mnt-an sebelah baratnya Surabaya. Rumah kakak ini sudah kami tinggali sejak jadi kemantin baru 2003, sempet setahun di 2006 pindah ke rumah sendiri karena kebetulan dapet kerja yang lyn-nya lewat sana. Sesekali aja kami datang buat bersih-bersih atau bayar PDAM. Nah berhubung harus pindah lagi kerja di Surabaya, maka 2007 kami balik menempati rumah ini. Sayang kosong malah tidak terawat,  selama ini masih keluar masuk pembeli yang melihat-lihat doank. Kakak juga keliatannya sih ikutan sak payu-payune aja, emang pasaran daerah itu segitu makanya dari awal harga net Rp. 1.175.000.000 yang diinginkan belum niat untuk diturunkan.

 

Sejak dulu aku berharap rumah ini segera terjual max sebelum Farid masuk SD. Sayang kenyataannya sampai sekarang belum juga ada yang deal harga. Buntutnya, sekarang jadi dilematis untuk nyekolahin anak di sekolah yang favorit sementara ntar harus pindah sekolah lagi. Kan jadinya keluar duit uang masuk lagi. di Krian sudah kami ancangkan sekolah sejenis yang juga tidak murah. mikirku klo toh nanti bakal pindah, ya sekarang sekolahnya yang deket2 rumah aja. Ada sekolah islam di kampung sebelah. 5 menit paling. Not bad juga. Artinya juga bisa berhemat ongkos mobil antar jemput setiap bulannya.

Wacana untuk pindah ke rumah sendiri sudah aku tawarkan sejak lama, tapi suami yang masih keberatan. Dia masih berat meninggalkan kota surabaya, sedangkan krian hanyalah kota kecil. Apalagi keadaan rumah yang sekarang belum terjual.  Jelaslah di kota lebih rame, fasilitas kota banyak tersedia. Lebih-lebih memang suami aseli arek suroboyo. Keluarga pihak suami semua disini. Klo aku sih dari kecil hidup di krian yah nggak ada beban sama sekali jika menghabiskan usia disana. Dengan pekerjaanku yang sekarang pun sudah sangat aku pertimbangkan dari awal interview dan siap harus naik bus nantinya untuk menjemput lyn kantor jika sudah pindah rumah.

 

tapi saat ini mungkin belum saat yang tepat.  sudahlah, ada kalanya harus mengalah pada keputusan suami dengan tetap ber-optimis segalanya akan dimudahkan oleh-Nya.

Amin…

 

 

Advertisements

16 Responses so far »

  1. 1

    5fang said,

    Memang tidak mudah jika tinggal berpindah-pindah dan yang paling kasihan tentu anak-anak, harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Semoga saja Tuhan melapangkan jalan ya dan memberkati semoga rumah tersebut cepat laku dan keluarga mbak juga diberkati rejeki yang baik. Tuhan berkati!

  2. 2

    bundanaznin said,

    hmm…klo suami keberatan pindah ke kerian menurutku gini aja mbak, rumah yg di krian dijual, trus dibeliin rumah disby, tentunya yg akses ke kantor & kesekolah mudah….

  3. 3

    mellyheaven said,

    Amiiinnn… Haduh, belum punya anak. Nggak ngerti, hehehe…

  4. 4

    bundafayyaz said,

    rumahnya besar ya Mbak *lho, malah komentar rumah ^_^*aku setahun lagi baru merasakan pusingnya nyari SD, tp udah mulai puyeng jg sih dr sekarang cari pandangan soal SD nya 🙂

  5. 5

    inacw said,

    5fang said: Memang tidak mudah jika tinggal berpindah-pindah dan yang paling kasihan tentu anak-anak, harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Semoga saja Tuhan melapangkan jalan ya dan memberkati semoga rumah tersebut cepat laku dan keluarga mbak juga diberkati rejeki yang baik. Tuhan berkati!

    Iya bener, kemarin-kemarin mereka masih kuecil jadi belum terasa. Amin doanya….

  6. 6

    inacw said,

    bundanaznin said: hmm…klo suami keberatan pindah ke kerian menurutku gini aja mbak, rumah yg di krian dijual, trus dibeliin rumah disby, tentunya yg akses ke kantor & kesekolah mudah….

    hmm…klo suami keberatan pindah ke kerian menurutku gini aja mbak, rumah yg di krian dijual, trus dibeliin rumah disby, tentunya yg akses ke kantor & kesekolah mudah….

  7. 7

    inacw said,

    mellyheaven said: Amiiinnn… Haduh, belum punya anak. Nggak ngerti, hehehe…

    ikut mendoakan segera dikaruniai anak. Oops, merit dulu tapi….

  8. 8

    inacw said,

    bundafayyaz said: rumahnya besar ya Mbak *lho, malah komentar rumah ^_^*aku setahun lagi baru merasakan pusingnya nyari SD, tp udah mulai puyeng jg sih dr sekarang cari pandangan soal SD nya 🙂

    he he sayangnya bukan rumah sendiri Mbak, semoga nanti-nanti saya ketularan punya yang besar.bagus juga mulai ‘puyeng’ dari sekarang, sebagai pemanasan so thn depan tinggal finalnya aja.

  9. 9

    myshant said,

    inacw said: hmm…klo suami keberatan pindah ke kerian menurutku gini aja mbak, rumah yg di krian dijual, trus dibeliin rumah disby, tentunya yg akses ke kantor & kesekolah mudah….

    kalau beneran mau sekolah yg pilihan suami itu, misalnya ntar pindah rumah tapi gak usah pindah sekolah gimana mbak ?sayang aja ntar anaknya udah betah sekolah di situ tahu2 harus pindahtentang masukin sekolah mahal yg ternyata cuma sebentar aku dulu juga ngalamin, udahlah bayar mahal, waktu anakku naik kelas 2, suami dipindah ke luar kota.yo wis, terpaksa pindah sekolah …hihihi

  10. 10

    Semoga yg diijinkan Tuhan terjadi adalah yg terbaik buat keluarga ya… 🙂

  11. 11

    inacw said,

    myshant said: kalau beneran mau sekolah yg pilihan suami itu, misalnya ntar pindah rumah tapi gak usah pindah sekolah gimana mbak ?sayang aja ntar anaknya udah betah sekolah di situ tahu2 harus pindahtentang masukin sekolah mahal yg ternyata cuma sebentar aku dulu juga ngalamin, udahlah bayar mahal, waktu anakku naik kelas 2, suami dipindah ke luar kota.yo wis, terpaksa pindah sekolah …hihihi

    klo pindah kayanya harus pindah juga sekolahnya karena krian sby 45 mnt-an. udah termasuk luar kota sih. ikut sedih nge-bayangin ntar dia bakal kehilangan temen-temennya.

  12. 12

    inacw said,

    shintadamayanti said: Semoga yg diijinkan Tuhan terjadi adalah yg terbaik buat keluarga ya… 🙂

    Amin, berusaha berprasangka baik sama Allah.

  13. 13

    pengaLaman pindahSD 2xSMP 3x:)sebagai ‘korban’… memang yg paling terasa adalah ttg TEMAN.klo berhasil dapet teman yg lbh ‘seru’ dr sekolah sebelum ny akan aman Sentosa.tapi,,smpt juga c ngerasain GAP pelajaran.qo kyny d sekolah ‘awaL’ blm pernah diajarin getoh.terseok-seok lah sang murid baru (alias diriku)hahaha;p

  14. 14

    inacw said,

    irvanairlangga said: sebagai ‘korban’…

    nggak enak yah? semoga ntar si kecil dapat teman yang lebih seru dan nggak terseok-seok.

  15. 15

    charisma said,

    skrg domisili dimana, mbak?
    boleh tahu info sd islam yang bagus di krian kah?
    terima kasih dan salam kenal ya mbak

    • 16

      Ina said,

      Saya tinggal di krian juga… Klo SD islam bagus, menurut saya sih masih SD Muh 1 yang depannya batuar tuh..RPH itu. Salam kenal balik yah.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: