gak kuat derajat

Waktu aku berkunjung ke orang tua kemaren, kembali ibu bercerita tentang sakit parahnya paman beberapa waktu yang lalu dan akhirnya mengantar beliau dipanggil kembali oleh-Nya. Kabar paman sakit sebelumnya tidak pernah kami dengar. Namun hanya dalam waktu 2 mingguan jatuh sakit, akhirnya beliau meninggal. Paman dengan 2 orang putri remaja, sebenarnya masih terlihat sangat muda dan kuat. Dua tahun yang lalu waktu sekeluarga berkunjung kesana, benar-benar tidak ada terlintas pikiran kalau bisa jadi dialah yang pertama dipanggil diantara saudara ibuku. Usianya mungkin baru 50-an, belum pas kalo disebut tua.

Tapi umur seseorang hanyalah Allah yang tahu.

Sebenernya, aku tidak sering berhubungan dengan paman, paling ketemu yah setahun sekali waktu lebaran. Atau klo ada salah satu sodara yang punya hajat maka disitulah ada kesempatan ketemu. Tapi entahlah sejak mendengar kabar sakitnya apalagi kepergiannya, aku merasa begitu kehilangan dan merasakan kesedihan yang dalam.


Mungkin diantara saudara ibu, beliaulah (selain ibuku) yang paling open minded secara kami yang termasuk ndeso dengan pendidikan yang biasa-biasa. Pada saat pandangan beberapa kerabat kurang begitu memperhatikan pendidikan tinggi, apalagi dukungan buat perempuan, tapi aku merasakan beliau-lah yang paling memberi support.

Bisa jadi ibu sering cerita tentang prestasi sekolahku sehingga sejak dulu setiap kali ada kesempatan ketemu, beliau selalu memberi semangat agar aku terus giat belajar. Beliau juga perhatian dan mendorong untuk melanjutkan studiku di perguruan tinggi. Waktu itu memang tidaklah mudah bagi kami untuk membiayai pendidikan jenjang tinggi.

Yah, walaupun ketemu beliau sangat jarang, selalu ada perasaan semangat dan senang jika bertemu beliau.


Selain itu, pamanlah satu-satunya kerabat dari ibu yang dijuluki ‘pegawai’. Bagi orang desa, menjadi pegawai (baca: pegawai negeri) walaupun kenyataan gajinya tidaklah besar, adalah satu kebanggaan dari pada yang kebanyakan profesi orang desa lainnya yang cukup bertani atau berternak.

Dalam riwayatnya, ibu bercerita kalau paman memang orang yang tekun dan pekerja keras. Beliau hanya lulusan SMP. Waktu masih muda dulu dia mengabdi dirumah seorang kepala Pengadilan Negeri di sebuah kota masih di jawa timur. Entah maksudnya ibu ngabdi itu yang seperti apa. Sewaktu aku masih SD sempat diajak ibu sambang ke rumah pak kepala. Memang benar paman tinggal di rumah pak kepala. Disitu paman disekolahkan lagi sambil membantu merawat ternak ayam petelurnya. Entah mana yang dulu antara berhasil masuk di PN atau ngabdi itu sendiri.


Selama ini kami sekeluarga mengira Paman hanya pegawai biasa saja mengingat sekolahnya juga apalah. Paman tidak pernah menceritakan masalah karir, disamping memang beliau terkesan begitu sederhana dan tidak sombong. Hanya saja beberapa waktu yang lalu saat merayakan pernikahan putri pertamanya sekeluarga begitu takjub ternyata acara diselenggarakan dengan begitu berkelas yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, disamping menantunya yang seorang Prajurit sehingga pakai acara arak-arakan militer.

Sekali lagi kerabat hanya menyimpulkan namanya juga sekarang jadi pegawai, kelasnya berbeda…. Bagi orang ndeso, ini sudah terkesan wao.

Namun semua kerabat baru sadar bahwa Paman bukan lagi pegawai biasa pada saat bapak kepala pengadilan memberikan sambutan sewaktu meninggalnya beliau. Bapak tersebut menyampaikan bahwa almarhum orang yang baik dan jujur. Atas keuletan dan dan ketekunannya 2 tahun lalu almarhum diangkat sebagai kepala personalia di instansi tersebut. Dia juga menyayangkan disaat jabatannya naik, almarhum mulai sakit-sakitan.

“gak kuat derajat”, begitulah orang jawa bilang untuk seseorang yang pangkatnya naik namun akhirnya sakit-sakitan. Walaupun beberapa orang bersuudzon atas penyebab kematian beliau yang kemungkinan disebabkan oleh orang yang iri atas keberhasilannya , tapi kematian hanyalah Allah yang tahu. Apapun penyebabnya, ini sudah menjadi garis takdir yang kuasa.

semoga tali kekerabatan tetap tersambung mengingat biasanya buhungan dengan pihak perempuan lebih erat dari pada hubungan dengan keluarga laki-laki. Apalagi selama ini mereka berdomisili di luar kota.

Advertisements

6 Responses so far »

  1. 1

    cawah said,

    “semoga tali kekerabatan tetap tersambung mengingat biasanya buhungan…… “hubungan bu yg bener :D…..apa iya baru tau kalo seperti itu

  2. 2

    elkaje said,

    hm.. mungkinkah ada hubungannya sakit dengan derajat? apa mungkin stress saat di posisi baru? entahlah.. mungkin itu memang jalan yang harus dilaluinya.

  3. 3

    javaleste said,

    Innalilahi turut berduka cita mbak atas sedonya paman

  4. 4

    inacw said,

    cawah said: “semoga tali kekerabatan tetap tersambung mengingat biasanya buhungan…… “hubungan bu yg bener :D…..apa iya baru tau kalo seperti itu

    makasih koreksinya…. saya cuman denger istilah itu dari orang2 tua.

  5. 5

    inacw said,

    elkaje said: hm.. mungkinkah ada hubungannya sakit dengan derajat? apa mungkin stress saat di posisi baru? entahlah.. mungkin itu memang jalan yang harus dilaluinya.

    definisi gak kuat derajat menurut orang2 tua sih jabatan tinggi tapi banyak cobaan sehingga jatuh…..tapi ya memang sudah takdirnya jalan menuju kematiannya seperti itu .

  6. 6

    inacw said,

    javaleste said: Innalilahi turut berduka cita mbak atas sedonya paman

    Matur Nuwun….


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: