Pembantu….(lagi)

Dada masih sesak.

Seri 2.… melanjutkan cerita kemaren. Well, pada akhirnya memang si bude sudah kembali ke rumah walau molor. Maksud hati baik, waktu kembali sudah kuulur dengan harapan dia bisa menikmati liburan ‘resmi’ dari kami , dimana jangka liburan dia menjadi lebih panjang. Kalo sebelumnya kita biasa memakai strategi jangka liburan dibuat lebih pendek dari yang ‘sebenarnya, sehingga jika kembalinya molor maka masih ada waktu ‘aman’ sebelum kami berdua masuk kerja. Tapi untuk mudik kemarin aku pesen tanggal kembalinya udah ku-pres mepet tanpa toleransi waktu ‘aman’ kami berharap dia bisa megang janji alias konsis.

Walhasil tetep aja meleset. Ini lumayan bikin aku sakit hati karena keputusanku menentukan hari kembali tanggal ‘itu’ ternyata suamiku tidak bisa menerima. Suami lebih setuju seperti strategi yang sudah-sudah karena toh selama ini selalu molor.

Dan sejak kedatangan dia aku menjadi tidak banyak bicara. Dieem.. Muales, masih kecewa atas tidak konsistennya datang tepat waktu.

Yah kesannya jadi aneh sih, tapi hati udah kadung lukak so lebih memilih menghindari kontak. Belum lagi kecewa suami ternyata masih berat – tidak tega mem-phk dia. Paham sih, ini pasti sulit. Aku sendiri merasakan bagaimana diselimuti perasaan tidak enak dan sungkan. Campur aduk deh, makanya berharap besar suami bisa mewakili menyampaikannya.

Puncak suasana adalah kemaren malem. Di kantor kepalaku pusing berat terimbas masalah ini, perasaanku semakin kacau. Klo dipikir-pikir aku yah gak tega juga terus tutup mulut begini, karena suasana di rumah semakin menjadi aneh selama 2 hari ini. Mulai muncul perasaan bersalah.

Waktu aku di kamar, tiba-tiba dia mengetuk pintu langsung masuk. == tiungggg..==

Kebetulan pas suami juga belum datang. Sepertinya ini sudah ditunggu-tunggu. Dia menyampaikan permintaan maaf jika ada kesalahan sebelumnya. Dia merasakan ada yang tidak ‘beres’ atas diamku yang tidak sebagaimana diamku biasanya selama ini. sekaligus menyampaikan jika memang sudah tidak berkenan menggunakannya lagi maka dia akan bergegas ringkes-ringkes.

saya ini bingung, ibu maunya gimana… baju kotor semua dimasukkan kresek mau diloundry, trus saya ngapain? Ibu juga biasanya ngasih tau besok masak apa, tapi koq sekarang nggak pernah nyuruh?” begitu dia menambahkan. Suaranya parau.

Lalu akupun menjelaskan semua ini karena sudah terlalu seringnya, bahwa hampir setiap pulang selalu kembali tidak tepat waktu. Akibatnya terlalu sering salah satu dari kami harus cuti atau kebingungan telpon sana sini meminta saudara untuk dititipi anak-anak. Selalu ada aja alasan molor, tahun lalu hujan deras lah, apalah…

Akhirnya diapun membela diri bahwa dia kan juga punya rumah, kadang pas pulang kondisi rumah bocor akhirnya harus memperbaikinya dulu. Atau urusan rumah apa yang belum selesai. “lha kan kemaren nggak jujur memakai alasan ini?”, bathinku.

Dan soal baju diloundry, itu karena kami menginginkan agar dia bisa fokus ke kebersihan dan kerapihan rumah. Beban kita alihkan kesana.

Akhirnya waktu suami datang, semuaanya dijelaskan kembali. Disampaikan bahwa dia akan tetap dipakai. Kita juga minta maaf jika ada kesalahan.

(sigh) saat ini, hidupku memang masih tergantung art. Insyallah jika anak-anak sudah besar, insyallah akan lebih mudah jika tanpa art.

Advertisements

4 Responses so far »

  1. 1

    littlejibran said,

    Anak2ny skrg umuran brp mba?

  2. 2

    inacw said,

    littlejibran said: Anak2ny skrg umuran brp mba?

    5 ama 7 thn bunda.

  3. 3

    myshant said,

    iya, ngerti banget kalau anak2 masih kecil, ibu kerja kantoran pasti butuh bantuan orang u/ jagain anak. kebanyakan teman2 anakku (SD) yg ibunya kerja, disekolahin yg full day, jadi gak tergantung art.bisa dicoba model gitu gak ?

  4. 4

    inacw said,

    myshant said: iya, ngerti banget kalau anak2 masih kecil, ibu kerja kantoran pasti butuh bantuan orang u/ jagain anak. kebanyakan teman2 anakku (SD) yg ibunya kerja, disekolahin yg full day, jadi gak tergantung art.bisa dicoba model gitu gak ?

    bagus sih, tapi udah terlanjur sekolah TK-nya yang biasa2, pulang jam 10-an. kakaknya pulang jam 12-an… so, kapan bisa lepasnya yah…


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: