Cerewet ukuran seragam

Beginilah jika di kantor aku terlanjur kena stempel wewet he he…

Kali ini soal pengukuran seragam baru. Sedikit terlambat sebenarnya, udah dari sabtu kemarin. Karena niatanku nggak mau diukuri langsung melainkan mau bawa contoh celana yang ‘pas’ yang aku punya. Ndilalah selalu lupa bawa, akhirnya yah udah diukur langsung ajah dari pada ntar malah nggak katut kejahit juga.

Dan, kali ini aku bener-bener cerewet sama si bapak yang ngukur. Secara 3 celana sebelumnya nggak bisa aku manfaatkan, so kali ini aku nggak mau terulang!!

beneran lho pak, jangan sampai salah ukur lagi… Kayaknya dulu bapak main ukur standart kali yah, buktinya dipakai nggak pas. dulu bapak menstandartkan lingkar paha dengan lingkar perut saya sehingga paha kekecilan. “ begitulah aku mewanti-wanti si bapak.

Si bapak pun bilang “ kan bisa dipermak kembali ke kami?” . Ganti aku balas “ walah pakkk….sudah aku balikin sampe 2 apa 3 kal waktu itu, tetep aja nggak bisa dipakai”.

Kali ini emang harus digarisbawahi tuh bapak ! Abis ukuran kakiku rada ‘unik’ sih. Perut langsing tapi paha besar he he… udah 3 tahun ini, setiap kali dapet celana seragam selalu kurang pas. Bosen!

Untuk celana seragam tahun kemarin benar-benar nggak bisa masuk, hanya berhasil nyangkut di pinggul doank. Udah gigih nge-permak, tetap nggak maksimal karena lingkar paha celana dibuat terlalu pres, trus lebihan pinggir kain pun terbatas. Selama setahun ini, tuh celana hanya 1-2 kali aja aku pakai kerja, en hasilnya selalu kakiku kecapean sendiri. Dibuat duduk susah. Wes tersiksa pokok’e…

Bukan juga karena aku lebih gemuk… Tapi memang si penjahit aja yang kurang beres. Dari jarak ngukur dengan seragam jadi paling max 3 bln. Klopun badanku naik, nggak sebegitunya deh sampe nggak bisa dimasukkan. Padahal setiap kali ngukur aku selalu pesen-pesen untuk dibuat longgar. Ala komprang gtu…. But karena apes, jadinya selama setahun ini terpaksa aku memanfaatkan celana seragam yang dari 3 periode sebelumnya, untungnya masih sangat layak dan bagus.

Nah tadi setelah si bapak selesai ngukur, langsung aku ambil kertas, aku rekap data yang udah dicatat dia dan minta si bapak menandatangani beserta nama terang !! He he…..aku ancam bakal minta ganti baru kalau ternyata nggak sesuai. Ihh jahatnya…..

Ternyata si bapak mikir-mikir waktu mau tandatangan, dia takud – pake aku suruh tanda tangan segala. Akhirnya dia mengulang ngukur pahaku kembali. Ngikik deh jadinya. Aku juga ngasih pengingat di buku catatan si bapak’e , aku kasih tanda pentung tiga (!!!) di sebelah namaku. Ben, biar diperhatikan!!. Sudah capek masak dapet jatah seragam tapi nggak bisa memanfaatkan. Eman-eman beli sendiri.

Sebenarnya masalah seragam ini, bukan aku aja yang kecewa. Seragam periode tahun ini hampir 75-80% yang kecewa ama jahitan celananya. Yang sakunya nggak dijahitlah, atau dijahit tapi dipake 2 kali dah robeklah, yang kecingkrangan lah, nggak enak dipakenya lah dan seterusnya…. Mayoritas komplen atau at least nggerundel.

Once again, kali ini aku nggak mau terulang. Biarin juga aku dikatain cerewet. Malah si staff HRD sukanya menyebut aku adalah sebagai indikator. Alias klo aku diam berarti lainnya puas. cape de….Padahal aku kadang hanya mewakili dirikyu sendiri, bukan orang lain lho…. But, mungkin karena kebanyakan yang lain lebih nriman alias gak kakean cangkem, yah akibatnya aku harus rela dengan julukan itu.

Cuek ah, anjing menggonggong kafilah berlalu…

Advertisements

34 Responses so far »

  1. 1

    seragam saya dapat bahan + ongkos jahit, jadi bisa jahit di penjahit langganan, modelnya jg bisa lebih sesuai selera

  2. 2

    bundananda said,

    jd ingat cerita komplain soal makanan mbak

  3. 3

    gak bisa jahit di penjahit lain ya

  4. 4

    rirhikyu said,

    Emang cerewet, tp diperlukan koq :))

  5. 5

    maniapasta said,

    Cerewet di depan lebih baik drpd menyesal belakangan, hihihi.

  6. 6

    bundel said,

    Nak, sing takut gak katut kejahit iku sopo? Apane sing gak kejahit? Awake njenengan tah hahahaha………

  7. 7

    Teringat yang dikata gwuanteng (tapi gak ganteng) pernah suruh aku raba2 celananya karena complain jahitan: jebol, kekecilan, dsb. Sigh.

  8. 8

    ebieb said,

    ho oh…masak klo mo ambil hp ndak lewat saku celana…tapi di sepatu…krn si kantong jebol jadi walhasil hp langsung meluncur ke kaki…..weleh..weleh…weleh…bener2 trend baru nich

  9. 9

    myshant said,

    enggak bisa jahit sendiri ya mbak ? minta bahannya aja ?

  10. 10

    tintin1868 said,

    kenapa ga minta jahit yang ke yang ahli gitu? si bapak kayanya udah standart jahitnya..

  11. 11

    jampang said,

    kalau lebih banyaj ygvkecewa kenapa nggak diganti aja penjahitnya

  12. 12

    faziazen said,

    sama…bentuk badan buah pir ya (besar di bawah)kok ga ke penjahit cewek aja?

  13. 13

    inacw said,

    @embunpagi: model bisa sesuai selera? Wah enak donk…. But, bisa jadi menurut sudut pandang management, kayaknya klo nggak diacarakan berjamaah di satu penjahit, takudnya ada yang molor2 ngga sesuai jadwal.

  14. 14

    inacw said,

    @bundananda : ha ha ha ternyata masih ‘melekat’ kuat ingatannya klo aku cerewet yah. maunya pake aku link-kan postingan itu tapi keluapaan … beneran deh sekarang suka dimintai pendapat ama HRD dalam beberapa hal yang nyangkut khalayak. Susahnya menyandang predikat ini.

  15. 15

    inacw said,

    @sukmakutersenyum : iya nih bahan juga udah dari penjahitnya. Tiap tahun gtu. Modelnya juga .

  16. 16

    inacw said,

    @rirhikyu : susah ngilangi kebiasaan cerewet, udah bawaan kali…. Setidaknya tidak main ngrundel di belakang

  17. 17

    inacw said,

    @maniapasta : itu dia yang berusaha sayah lakukan…. * cerewet koq kaya hobby yah?

  18. 18

    inacw said,

    @bundel : he he… ahhh bunda…. Maksudnya kan saya takud jatah baju saya malah nggak dijahitin gara2 kelewatan gak diukur… gtuuu

  19. 19

    inacw said,

    @laurentiadewi : wah jadi penasaran. O o siapa diaaa? Yang suka “ting” itu tha? Yang itu memang ganteng koq Dew. Tappi, klo disuruh raba-raba saku yah girap2 lah

  20. 20

    inacw said,

    @ebieb: berhubung hanya bberapa kali pake, nggak sampe kena tragedy saku jebol. Yang jelas pahaku kemeng klo make itu celana.

  21. 21

    inacw said,

    @mb shanty : iya mbak semua ditentukan oleh kantor. Kalo mau beli sendiri bahan yang mirip trus dijahitin sendiri. Tapi nggak diganti tuh ama kantor

  22. 22

    inacw said,

    @tintin : kayaknya managemen milih yang cukupan ama ‘budget’…. Klo yang penjahit ternama pasti kemahalen. Nggak mungkin rela deh.

  23. 23

    inacw said,

    @Mas Rifki : itu dia mas, ibu HRD-nya masih suka yang ini. Yang lainnya kemahalen katanya.

  24. 24

    inacw said,

    @faziazen: iya tha… nggak keren yah? Tapi gapapa sing penting sehat wal afiat lan udah laku xixixiiii…Penjahitnya dah ditentukan nih mbak. Lagian pekerja disini diasumsikan cowok semua

  25. 25

    faziazen said,

    kantornya ribetbikin kantor sendiri aja

  26. 26

    inacw said,

    pengeeeen…. pasti nikmat menjadi Bos untuk diri sendiri yah Mbak Zen

  27. 27

    faziazen said,

    iya, dan lebih puas :)btw gppa lah dibilang wewet, kayaknya kodratnya cewek emang begitu

  28. 28

    inacw said,

    Benerr, sesuai kodratnya maka wanita adalah cerewet…… he he…untuk membesarkan hatiku yah

  29. 29

    faziazen said,

    hehehe emang dimana2 kalo ketemu mak mak pasti rata rata wewet

  30. 30

    *cleguk*, ho oh. si “ting” itu, uhuk uhuk, aku malah pernah kerumahnya loooooo *manas2in* :D.benernya diantara manusia impor dia OK sih cuman tingkahnya ituloh ga nguati, haha! katanya sekarang di deportasi ke malaysia ya? banyak yang nangis bombai dong, mata kembali buram :p

  31. 31

    inacw said,

    laurentiadewi said: *cleguk*, ho oh. si “ting” itu, uhuk uhuk, aku malah pernah kerumahnya loooooo *manas2in* :D.benernya diantara manusia impor dia OK sih cuman tingkahnya ituloh ga nguati, haha! katanya sekarang di deportasi ke malaysia ya? banyak yang nangis bombai dong, mata kembali buram :p

    o’o… as i guess. dan, sekre yang baru pun terpanah . masih sering kliweran koq disini buat meeting. terakhir rambutnya plonthos ( exactly model rambut yang aku pengeni kapan hari he he..)

  32. 32

    Aku ga terpanah loh, haha, malah aseli ‘gilo-geli’ ga jelas. Pas disuruh kerumahnya malah bengok2 protes dimobil, kok. Muales’e.

  33. 33

    inacw said,

    laurentiadewi said: Aku ga terpanah loh, haha, malah aseli ‘gilo-geli’ ga jelas. Pas disuruh kerumahnya malah bengok2 protes dimobil, kok. Muales’e.

    ha ha ha… at least dia masih banyak penggemar jika dirimu gilo

  34. 34

    Iyo huahuahaua!Pek-pek’en pokok’e haha!


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: