Archive for April, 2012

Baru tahu dari si Kakak

Lagi-lagi kakak selangkah lebih maju dari si emaknya! Kejadiannya baru saja.

Saat aku sedang sibuk dengan note book dan seperti biasa dengan memutar lagu-lagu tapi pelan. karena TV juga sedang bersuara, mungkin karena dia nggak mau berisik, tiba-tiba dia mengambil headset hp samsung untuk ditancapkan di salah satu colokan notebook. Then akupun dengan buru-buru negur “ jangan, nggak cocok, ntar rusak lho..”. Tapi dia tetap ngotot mencobanya.

Awalnya aku pikir dia menancapkan di colokan yang lain, ternyata tepat di colokan bulat kecil yang biasanya buat computer speaker itu. Dan suaranya bisa keluar!!

Aku pun terheran-heran “ eeee… ternyata bisa yah, pinter kamu. Ibu nggak tahu….”. Sambil cengengesan aku kasih tahu sang ayah atas penemuan si kakak ini.

Langsung mikir, wah enak donk klo gitu bisa aku colokin pc di kantorku. Besok aku coba deh. So nggak usah muter lagu dari hp biar nggak menghabiskan baterai. Mau muter movie juga okey. Siiip deh .

Yaaaa…. Si emak ndeso ternyata, kalah ama si anak. Ya dia nggak ada yang ngajarin juga sih. Pastinya pelajaran TIK di sekolah belum sampai situ lah. Kapan hari soal cara muter lagu biar terus berulang, atau cukup satu lagu saja yang berulang, juga tahunya dari si kakak. Game juga gitu, sampai si ayah berguru trik Angry Birds ke kakak.

Anak sekarang cerdas-cerdas, suka experiment.

Comments (12) »

Gurah ( Lagi )

Kopas dari sebelah…. dalam rangka pagi ini aku habis gurah untuk yang kedua kalinya! pertama mencoba akhir 2010 waktu lalu. Terinspirasi cerita si Instruktur senamku yang sedang terapi gurah , akhirnya mulai berpikir untuk mencobanya kembali. Ini karena keluhan sakit kepala yang keseringan. Dan kemarin aku juga udah ke dokter dan sempat dipoto waters segala. well… seems saatnya membersihkan rongga sinus kembali.

=====================================================================================

Gurah, Bengkel Penyanyi Menjernihkan Suaranya

Pernahkah pembaca mengenal pengobatan yang disebut Gurah ? apa kasiatnya dan bagaimana cara pengobatannya ?

Berikut pengalaman penulis mengantar seorang kawan untuk pengobatan gurah, yang katanya telah beberapa kali dia dilakukan.

Kraton, sebuah daerah disebelah barat Krian, kurang lebih 30 km dari Surabaya kearah Mojokerto, pk. 08.15 disebuah rumah berpekarangan luas dan teduh kami berhenti.

Bahrul Ulum, sebut saja tabib gurah menyambut kami dengan wajah damai dan senyum yang lembut. Setelah mempersilahkan kami dan menanyakan keperluan kami beliau menjelaskan secara singkat maksud pengobatan :

Gurah adalah pengobatan tradisional yang amat dikenal sejak dahulu oleh kalangan pesinden, untuk menjernihkan suaranya. Sampai sekarang Gurah dikenal dikalangan penceramah, penyanyi untuk menjernihkan dan menyaringkan suaranya.

Sebenarnyalah gurah bermanfaat bagi gangguan yang berhubungan dengan tenggorokan dan pernafasan seperti Asma, sinusitis, batuk kering dan sebagainya juga gejala kepala sering pusing akibat polusi udara, serta perokok.


Bahrul Ulum kemudian menjelaskan proses pengobatan dan apa yang harus dilakukan si pasien, pengobatan dimulai setelah pasien mengetahui benar (terutama untuk pasien yang baru pertama kali gurah) apa yang harus dilakukan.

Pasien diminta tidur telentang, melalui hidung di teteskan ramuan obat gurah (yang dibuat dari pohon Sirgunggu, yang konon tumbuh di daerah imogiri Yogya) setelah di minta menggeleng gelengkan kapalanya selama kurang lebih 3 detik, pasien disuruh tengkurap.

Gurah itu intinya adalah proses pengobatan mengeluarkan slem / dahak atau lendir yang ada di rongga hidung dan tenggorokan. Oleh karena nya bed tempat pasien di mana tindakan pengobatan dilakukan di desain secara khusus, ada lubang yang berhadapan langsung dengan mata, hidung dan mulut. Yang akan mengeluarkan airmata dan lendir selama pengobatan berlangsung. Disebelah bawah bed ditempatkan baskom plastik untuk menampung lendir yang keluar.

Pengobatan ini berlangsung antara 1 sampai 3 jam tergantung kondisi pasien, biasanya pasien yang baru pertama kali gurah akan cukup lama, karena banyaknya lendir yang dikeluarkan.

Sang Tabib selama setengah jam pertama, memijit kepala dan tengkuk pasien dengan lembut untuk melancarkan aliran lendir, pasien diminta membantu mendorong lendir dengan jalan melakukan seperti mengeluarkan ingus (sisi � bhs jawa) dengan pelan pelan.

Rasanya hanya pengar seperti kalau hidung kemasukan air waktu berenang, dan pada saat ini, bernafas harus melalui mulut karena hidung benar benar tersumbat oleh lendir yang kental, lendir yang keluar dari hidung tidak boleh diputus (maaf : lendir yang keluar demikian pekat sehingga tergantung diluar hidung sampai 15 – 20 cm ) kalau diputus akan mulai proses awal lagi dengan menggantungnya lendir yang diluar ini menarik yang ada didalam kepala � demikian paparan sang Tabib.

Kami datang memang masih cukup pagi, sehingga baru kami pasien yang di tangani Pada tahap ini tidak ada yang dikerjakan oleh tabib, sehingga kami bisa berbincang bincang panjang lebar

Pengobatan ini turun temurun dari kakek dan ayah saya, keluarga kami sudah manjalankan praktek ini lama sekali, ayah saya dulu memulai pekerjaan ini dengan menjajakan keliling di th 1945, beliau meninggal pada umur 98 th

Biasanya Hari Sabtu sore dan Minggu pasien paling banyak, dan datang secara rombongan, pernah ada rombongan yang berjumlah sampai 40 orang.

Pasien terbanyak adalah penyanyi untuk membenahi atau mempertahankan suaranya, kalau dikalangan santri para Qori� / Qori�ah agar bening dan nyaring dalam membaca Al-Qur�an. Daya tampung pengobatan yang ada ini bisa 12 orang sekaligus, bila yang datang rombongan besar ya harus antri.

Percakapan kami terputus karena kedatangan tamu, yang datang dengan maksud serupa, salah seorang yang tidak ikut gurah kami ketahui adalah seorang penyanyi elektone yang biasa mengiringi hajatan dan mengisi lagu lagu pada sebuah rumah makan.

Saya melakukan gurah ini rut
in pak, 3-4 bulan sekali. Kali ini saya mengantarkan kawan (sambil menunujuk pasien yang sedang diobati) saya merasakan sekali manfaatnya, setelah gurah tenggorokan ini rasanya plong. Saya perlukan ini karena saya cari uang lewat suara � ( sambil tersenyum )


Lho mbak ini penyanyi ? penyanyi apa dan dimana ?

Saya penyanyi elektone pak, di sebuah restoran (menyebut nama restoran masakan china) dan juga melayani tanggapan kalau ada hajatan.

Menyanyi apa mbak ? keroncong juga ?

Menyanyi apa saja, dan memang dituntut demikian karena kalau tidak kan � hm jadi kalah bersaing dan nggak laku. Keroncong dan campursari juga ini biasanya kalau di hajatan. Kalau di rumah makan jarang yang minta lagu keroncong .. ( senyum lagi )

Terus yang paling senang nyanyi apa mbak ?

Jujur saja saya paling senang nyanyi lagu China, atau tepatnya senang kalau di minta membawakan lagu China �.. karena hm � tip dari pengunjung rumah makan yang meminta lagu lumayan .. bahkan kadang melebihi honor tetap .. ( senyum lagi .. )

Sewaktu penulis mengatakan mungkin obrolan kita ini akan saya kirimkan ke sebuah buletin keroncong dia kipa kipa ( meminta dengan sangat ) jangan menyebutkan namanya dan rumah makan tempat bekerja.

Jangan pak .. benar ya jangan tulis nama saya dan kawan saya serta rumah makan tempat saya bekerja, apalagi ditulis sedang Gurah disini � ini rahasia dapur kami Pak, terus terang saya nggak mau pesaing kami melakukan hal serupa disini ( kali ini agak cemberut ) dan jangan difoto ya pak, saya berikan alamat group saya saja barangkali bapak memerlukan hiburan elektone untuk keperluan hajatan �.

Sayapun berjanji tidak menyebutkan dalam tulisan ini, karena yang dikatakan Erni ( bukan nama sebenarnya ) adalah urusan perut, dialam persaingan yang ketat barangkali.

Hal yang menjadi tanda tanya, benarkah Gurah sedemikian ampuhnya untuk menjaga agar suara tetap jernih dan bagus hingga rahasia bengkel pita suaranyapun dirahasiakan.

Barangkali dari pembaca ada yang minat mencoba, tak ada salahnya toh ? minimal urusan tenggorokan dan saluran pernapasan kita plong dan bebas gangguan.

Rekan kami selesai proses dengan tanda tanda hidung tidak buntu lagi dan sudah tidak ada cairan yang keluar, perjalanan jarum panjang di arloji saya berputar dua setengah kali yang artinya proses gurah teman saya memerlukan waktu 2.5 jam � wow.

Setelah proses pengobatan selesai pasien duduk untuk menghilangkan pusing, kemudian dipersilahkan untuk cuci muka, dengan sedikit sempoyongan kawan saya menuju kamar kecil untuk membasuh muka membersihkan hidung dan mulut.

Sempoyongan, sedikit sembab pada mata dan pusing adalah hal biasa setelah pengobatan ini. Hal ini disebabkan karena tengkurap yang lama, pandangan mata kebawah terus, bukan karena obat, dalam 2-3 hari ini biasanya masih ada sisa lendir yang keluar, setelah itu baru terasa manfaat gurah – demikian tutur pak Tabib.

Tidak ada pantangan dalam pengobatan ini, hanya dihimbau dalam 3 hari setelah gurah disarankan tidak makan makanan pedas dan minum es, dalam waktu seminggu setelah guran disarankan tidak makan ikan laut dan makanan cepat saji.

Ongkos Gurah serela hati, namun biasanya pasien memberikan imbalan kisaran Rp. 50.000,- per orang, yang di terima dengan senang hati di iringi doa semoga pengobatan ini bermanfaat bagi pesien.


Ditulis Oleh : Pak Moen, Surabaya, 8 Nepember 2008

=======================================================================

*Thanks to Pak Sopir yang udah nemanin ikut gurah sekalian.

Comments (13) »

[Narsis in Romance] Semangat Lomba Pertamaku

Selama 1,5 tahun nge-MP, ini adalah lomba pertama yang aku ikuti. Yes, menjadi Jurnalku yang ke-132. Semoga aja menjadi awalan yang sukses. Apalagi kalau dewan jurinya berbaik hati memilihku, bakalan tambah semangat berpartisipasi lomba kedepannya he he…..

Beberapa hari sebelumnya baca postingan Mbak Shant dan Mbak Nia, masih nggak tergerak buat ikutan. Kemarin siang buka inbox lagi semakin banyak nemu postingan macam ini, mulai deh tergelitik.

Setelah baca jurnal mbak Arni dan meluncur ke jurnal creator-nya lalu membuka semua “setoran” jurnal yang ada, semakin tertarik dan tertarik. Langsung berjanji dalam hati “ malam ini, aku harus ambil poto ama misua ! . Terserah mau poto dimana

Kebetulan pas pulang kantor kemarin, shuttle kantor disopiri ama sopir pengganti yang dia harus bawa itu mobil balik ke kantor, Gresik. Kasihan nanti kelamaan kalau harus ngantar aku sampai rumah seperti biasa, aku janjian bareng ama suami yang juga pulang kerja.

So, aku turun setelah keluar pintu toll dan tidak lama kemudian suami datang. Otakku langsung berpikir cari ide “enaknya ambil poto dimana yah….”.

Setelah radius 100 meteran , tepat di depan gerbang tertutup sebuah pabrik,

Me : Yah ayah, berhenti, berhenti…

Hubby : Ada apa ?

Me : Copot helm-nya dulu

Hubby : Lapo seh ?

Me : Aku mau poto bareng. Mumpung cahaya disini terang. Mau aku ikutkan lomba di MP Community, yang harus ada poto romantis ama suami. Siapa tahu menang kan?

Hubby : Aneh-aneh ae… dirumah aja habis mandi-mandi dulu kenapa?

Me : Cuek ajah, keliatan wajah original lebih baik, alami !!

Hubby : Wok yo malu muka kumus-kumus kayak gini

Me : Wes ta la Yah… ayo mepet aku sini. Senyum.

“Cekrekk”, nganutlah dia dan berhasil mengambil beberapa gambar.

Setelah itu kami mampir beli Es kacang hijau di sebuah warung kaki lima yang ada pinggir jalan raya. Disitu aku review ulang gambar-gambar yang baru saja terjepret, sayangnya masih kurang sreg sama hasil yang tadi. Ternyata Ayah benar, keliatan banget kumus-kumusnya. Alami sih, tapi koq yah kebacut elek-e… nggak keren gituuu.

Akhirnya aku paksa lagi si Ayah berpose di warung itu, tepat di depan si penjual meladeni pembeli. Nggak peduli wes, sambil prengas prenges permisi minta ijin untuk narsis sesaat. Aku bilang ke ibu penjual “ Maaf ya Buk, ini dibuat lomba, kali aja menang”.

Beberapa jeprepan, akhirnya aku memilih poto yang ini. Kostum masih sama-sama memakai seragam kantor.

Well…..This is Us, inacw – Innatus & Choirul Wibisono

Not so bad, at least make me comfort enough to share this for you all. Sekalian untuk lebih mengenalkan secara lebih dekat pasangan hidupku.

Tulisan ini dibuat untuk berpartisipasi dalam lomba Narsis In Romance di sini.

Comments (40) »

Pake Masker Bengkoang Yuuuk

Well…. Mumpung bengkuang lagi murah nih. And mumpung lagi giat berepot-repot. So, malam ini maskeran ah…. But sebenarnya yah nggak repot banget sih, karena yang marut juga bukan aku he he….

As per mbah google, Bengkuang si buah berwarna putih yang rasanya manis dan segar ini, selain enak buat di santap dengan bumbu pedas, buah ini banyak manfaatnya untuk kulit. Selain dapat memutihkan dan menghilangkan noda hitam di wajah, bengkuang juga bisa menghaluskan kulit. Bisa di aplikasikan untuk wajah dan bagian tubuh lainnya. buat bekas jerawat juga biar cepet ilang bekas nya. Gunakan masker setiap seminggu sekali untuk mendapatkan manfaatnya.

Klo aku nggak penting memutihkannya, yang penting biar kulit wajah sehat aja. Soalnya ntar klo wajah terlalu putih, sedang kulit sekitarnya aja gelap, nggak asyik juga kan? Berhubung produk kosmetik yang bagus mahal-mahal, dengan mencoba yang alami, why not….. intinya cari yang murah meriah. Ini pun nunggu pas bengkuang lagi musim. Klo pas mahal, istirahat dulu.

Berikut cara menggunakan masker bengkoang ala aku :

Kupas 1 buah bengkoang ukuran sedang, lalu cuci bersih

Bengkuang diparut lalu diperas untuk diambil airnya

Diamkan air perasan bengkuang sekitar 30 menit sampai 1 jam-an untuk mendapatkan endapan putih patinya.

Setelah mengendap, buang airnya.

Kalo mau diminum yah nggak dilarang.

Oleskan di wajah menggunakan olesan masker.

Berhubung aku nyari olesan masker gak karuan, kali ini aku pakai alat mengoles kuning telurku bikin kue. Sama koq hanya aja dari sabut hitam.

Sekitar 1 jam biasanya sudah kering, dan silahkan dibasuh dengan air

Kadang kalau aku pakainya malam terus ketiduran, yawdah dibawa tidur sampai pagi. Jangan kaget ntar bantal and sprei kena goresan tepung putih. Ga masalah juga.

Yang tertarik, silahkan mencoba. Kalo males, beli aja yang siap pakai.

Comments (14) »

Akibat bojo papat

Tepat 07.19 wib aku mulai keluar pintu. Pak sopir sudah menunggu. Pintu mobil ditutup, pak sopir mulailah bercerita tentang pak satpam perumahanku yang barusan dia tanggap. “ mbak in, ternyata pak satpam itu istrinya empat yo”, begitulah si pak sopir mulai bercerita.

Ceritanya karena datangnya tadi kepagian, si pak sopir nyangkruk di pos depan. Dia penasaran kapan hari aku bilang si pak satpam klo nggak salah punya istri dua apa tiga …. Abisnya melewati pos itu selalu pak satpam bawaannya ngantuk, sering duduk sambil mata merem-merem gitu. Akhirnya pagi ini si pak sopir berhasil mendekati dan mengobrol panjang lebar…. Ngorek.com

cukup aku ketip-i, aku tawari mau nggak aku nikahi, kalau mau aku modali” , cerita pak sopir menirukan. Kebanyakan mereka adalah ex-pembantu rumah tangga di area perumahan aku tinggal. Istri pertama di kota a, istri ke 2 dan ke 3 di kota b. Isti terakhir di kota c. Semua punya usaha masing-masing. Jadi si pak satpam nggak lagi harus menafkahi mereka setiap bulannya, tapi cukup dari hasil usaha masing-masing istrinya. “ wah, kalau gitu yah enak pak de … modalnya satu kali”, komentar pak sopirku waktu dicerita-i. Hanya dalam kondisi tertentu saja, istri minta uang misal untuk tambahan modal atau keperluan lain yang bukan rutin.

Dan dari ceritanya, anak-anaknya pun lumayan sukses. Ada yang masuk kepolisian, ada yang masih kuliah… hampir nggak percaya, kebanyakan orang pasti mikir koq bisa cuman satpam punya 4 istri? Emang berapa gaji satpam? Padahal pemasukan yah cuman dari gaji satpam ajah.

Excited banget, sambil dia megendarai mobil, cerita berlanjut panjang lebar…..

Dan, setelah mobil berjalan jauh untuk menjemput beberapa teman lainnya, aku pun pulai tersadar dan langsung bertanya

Me : lho pak, koq sepi yah? Mbak l mana

Sopir : ya allah, astaghfirullah!!

Me : dia nggak bilang cuti kan?

Sopir : waduh mbak in, sampeyan koq baru inget sekarang?

Me : lha kan aku menikmati cerita… nggak inget sama sekali deh. Sak pleng-an lali.

Sopir : walah walah koq bisa lupa begini.

Kita pun berputar, balik kucing menjemput mbak l yang sudah kita lupakan. Aku kirim sms “ sorry telat telah terjadi kekhilafan nasional. Cerita lengkapnya menyusul”. Tanpa berpikiran negative dia membalas “ ok… uda ngabari yg laen? Pak s tak kabari aja, juga r. Yang lain aku nggak tau”.

Kewalat ini namanya …, makanya nggak boleh membicarakan rumah tangga orang lain. Nggak usah ngurusi rumput orang lain deh. “ udah, nanti harus minta maaf ke pak satpam”, ujarku.

Udah jalanan balik sangat ramai, stop-an lampu merahnya ngantri panjang lagi. Sepanjang jalan jadinya cekakaan nggak bisa menahan tawa. Sampai mlungker-mlungker deh, gedruk-gedruk gak karuan saking kebacute.

Jadi, akibat cerita bojo papat inilah menyebabkan perutku sampai sakit, dada sesek, rahang kepala capek karena kebanyakan tawa. Dan ini menjadi guyonan di sepanjang perjalanan pagi ini !!!

Comments (23) »

Finance Farewell

Hari ini mulai terasa berbeda suasana di ruangan departemenku. Setelah jumat yang lalu perpisahan dengan sang manager finance, lalu kemarin adalah hari terakhir salah satu staff . Mereka satu paket yang mengurusi urusan keuangan. Satu resign aja terasa begitu kehilangan apalagi dua dengan selisih hari?


Mereka termasuk golongan orang ‘lama’. Terkaget-kaget saat pertama kali mendapati gossip berita resign-nya sebulan yang lalu. Seakan berita hangat yang selalu diperbincangkan orang. Dari satu sumber menjalar menjadi rahasia umum, saking santernya. Sempat menganggap berita burung saja saat mendengar si ibu manager resign, tapi ternyata memang benar adanya. Dulu, aku sering ngobrol ama temen –teman bahwa orang-orang lama di kantor ini nggak bakalan deh resign.


Pokoknya nggak mungkin banget, pikirku. Selain secara personel mereka sudah sangat senior dan disegani, secara jabatan juga sudah ada di puncak, yaitu di jajaran manager yang bersanding dengan para expatriate. Juga, secara materi semua orang pasti mikir “ kuraaaang apa coba? Gaji selangit, dapet tambahan mobil yang tiap 5 tahun sekali diganti, fasilititas ini itu, bla bla…”. Trus, secara umur, kita sempet mikir, mau kemana lagi sih? Pasti lebih enjoy melanjutkan sisa ‘umur’ di perusahaan ini aja sambil menunggu uang pensiun keluar dengan sempurna.


Ternyata siapa yang mengira jika ini benar-benar kejadian? Materi dan fasilitas tidak menjamin sama sekali untuk sebuah nilai kenyamanan. Jika hati sudah tidak lagi bisa kompromi, maka resign adalah pilihannya. Aku yakin mereka berat meninggalkan, apalagi hubungan antar pekerja yang sudah sangat akrab. Hanya saja mungkin ketidakpuasan dengan pimpinan membuat mereka memilih yang lain.


Segala sesuatu tidak selamanya selalu dalam zona ‘aman’. Apalagi pemain selalu silih berganti. Siapa yang tahu ternyata pimpinan diganti, dengan karakter dan style memimpin yang berbeda, cara menghadapi bawahan yang tidak sama pula. Lalu apa yang terjadi jika sebagian besar pimpinan baru tidak memenuhi harapan?


Dalam ulasan akhir tahunku, aku menganggap bekerja di tempat yang ini adalah yang terbaik untukku saat ini dengan asumsi ‘aman’ dan comfort didukung lingkungan ramah dari teman-teman. Tapi, jika beberapa personil menghilang satu persatu, apakah zona comfort masih berlaku?

Jika sudah urusan hati, maka …

Well…. Selamat jalan buat ibu D dan Mbak T. Semoga sukses di tempat baru. Maafkan segala kesalahan yang pernah ada. Bersama kalian akan selalu terkenang indah.


Comments (10) »

Senam Minggu Pagi

Udah lama nggak pernah pasang alarm bangun pagi. Niat mau senam pagi! Deket aja sih tempatnya, just 10 menit sepeda motoran. But, aku nggak mau terburu-buru apalagi kesiangan. Toh sebenarnya dengan memanfaatkan reaksi alami tubuh pagi hari pun pasti bisa bangun. So agar lebih safe, aku pasang alarm bangun 1 jam lebih awal. Akunya mah gampang, mandi sret sret selesai…. Berhubung aku membawa pasukan kecilku, lumayan memakan waktu buat preparing termasuk kerewelan kecil urusan membangunkan, mandi dll. Di tempat senam ada temen si adik yang mamanya juga ikutan senam. Kalau nggak dibangunkan, ditinggal di rumah, ntar malah marah-marah deh. Anyway biar kena udara pagi dan ketemu banyak teman. Aku suruh mereka bawa bola juga, biar olahraga juga….

Ikutan senam disini sudah ke tiga kali-nya, berturut-turut! Jam 6 am tit. Sudah istiqomah datang 3 kali aja menurutku udah keren. Selama ini rencana mulu tapi nggak juga kesampaian. Dulu pernah nyobain sekali datang, udah lama banget, trus nggak pernah lagi. Kesusahan pokoknya. Masih dengan alasan klasik, malas bersiap-siapnya. Lawong minggu kan harusnya menjadi hari ‘tenang’ bagi tukang kantoran kayak aku. Lagian, hari biasa juga udah ikutan senam sepulang kerja. Jadi sebenarnya, senam pagi ini nggak wajib. Tidak pun juga nggak apa apa banget.

Sebenarnya pagi ini suasananya sangat mendukung untuk lanjut mbangkong. Aku berangkat langit pagi terlihat begitu gelap karena mendung. Ada kilat-kilat kecil. Aku mikirnya ” ah itu mendung palingan juga lewat, hujannya nggak disini “. Dan, ternyata di akhir sesi, hujanpun turun. That’s okey… dari pada hujan-hujanan gak jelas, mending hujan-hujanan sambil berolahraga.

Yang jelas senam malam sepulang kerja ama senam pagi hari, semangatnya beda!! Kalau pulang kerja kan energy nggak full, belum mandi lagi…. Trus kalau senam malam hari anggotanya terbatas, woman only, dan latihan inti lebih ke pembentukan tubuh. Senam BL and semi semi kegel juga.

Nah kalau senam pagi disini kan outdoor, badan jadi benar-benar segar kena udara bersih. Pikiran juga bisa lepas pas…. Dan, tambahannya lagi, disini instrukturnya cowok! He he…variasi, setiap malam udah sama pengajar cewek, so dengan instruktur cowok, suasananya jadi berasa beda deh. Asyik juga cara ngajarnya. But keliatan lucu juga kalau cowok nyontohin gerakan yang notabene cewek banget. Jadinya terlihat mbencongi he he…

Tapi kenapa yah, sehabis ikut yang pagi, selalu besoknya badanku njarem kabeh. Perut kentrok, pada kemeng-kemeng. Padahal yah nggak mungkin salah tehnik lah, secara udah lama jadi peserta sanggar senam. Apa karena aku kelewat semangat yah? Atau gerakannya yang memang gerakan berat? Yang pertama aja, njaremnya 3 hari belum hilang.

Well… semoga dengan ber-olahraga, bisa terbebas dari penyakit ‘keren’ masa kini. Penyakit jantung, stroke, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya, tapi penyakitnya orang malas dan manja. Malas berolahraga dan manja maunya santai-santai terus, nggak mau gerak. Manja pengennya makan enak-enak. Kesadaran hidup sehat dengan berolahraga sangat diperlukan. Terutama buat tukang duduk yang seharian di depan kompi. Kalau libur dibuat tidur only, jingkrak-jingkraknya kapan? Keringatnya keluar lewat apa? Bukannya zat gula akan terserap lebih banyak saat beraktivitas?

So, ayuuk semangat yuuuk ….

**Wrote Yesterday on 08.04.2012 Sunday morning 8.12 am breakfast at McDonals sepulang senam. Akhirnya jadwal ke pasar untuk belanja mingguan diubah di malam hari. Untungnya pasar dekat rumah udah lengkap sejak jam 7 malam.

Comments (11) »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352