Yah, Aku Memang Gemuk(an)

He he he… jadi pengen berkaca terus ngelihatin perutku. Masa sih gendut banget? Nggak lah harusnya. Masih sekitar 53+ kiloan kayaknya. Masih aman, asal jangan keterusan.

But Ini pasti gara-gara seragam baru deh. Semua seragam hasil jahitan tahun ini rata-rata kegedean dan kepanjangan. Ada yang bilang kayak Baju Kurung. Ada juga yang mengatakan kayak Jas Laborat atau baju pak dokter. Ih koq lagi-lagi cerewet sih? Yang jelas 70-80% anak-anak mempermaknya sendiri. Termasuk aku!

Dan sejak pertama kali aku pakai, rata-rata komentar aku terlihat seksi. Wadou? iya, “press body” aku banget. kayaknya si tukang permak benar-benar pengen hasilnya bagus and stylish di badanku. lekukan belakang ( sekeng) juga ditambahi. sayang, jadinya seakan rada kekecilan, but sexy he he…

Lalu kejadian deh kemarin . Si Auditor (cewek) kebetulan baru datang ke kantor. Audit tahun lalu dia juga masuk dalam tim. Kaget kali lihat aku sekarang, langsung tanya “Berapa bulan Mbak?”. aku pun menjawab “ Enggak koq…”.

Laah masih diulangi lagi pertanyaannya, dikira aku nggak paham maksudnya. “ Berapa bulan?” tangannya ber-isyarat ke arah perutku. Aku tetap menjawab “enggak Mbak…” dan sambil tersipu pula aku jujur “ Iya memang badanku sekarang gemuk, ditambah lagi seragamku nge-permak-nya kekecilan……”.

Aku nge-batin “waduh, kenapa aku lupa nggak mengunci perut yah tadi, makanya keliatan buncit he he….”

Trus, pas makan siang kemarin juga, salah satu teman komen sekarang harus diet mbak, biar bajunya nggak mbletat”.

Kasus wess…. Tidak salah sih, berarti memang aku gemukan dari pada dulu. Ngerasa koq akhir-akhir ini makanku banyak. Bentar-bentar lapar. Apalagi pas libur, nggiling teruss. Ditambah lagi beberapa minggu ini aku absen senam karena flu and batuk. Cocok.

Pagi tadi pas jalan-jalan ngelihat ada cewek lumayan gendut lagi jalan, panas-panas pakai kostum slimming suit. “ tepat itu…. Efektif buat membakar lemak”, lalu suami komen “ ga usah ikut-ikut. Aku seneng bojo sing lemu”.

Jadi inget waktu dulu pertandingan, kalau udah waktunya tanding tapi berat badan melewati batas kelas-nya, biar nggak kena diskualifikasi, biasanya kita disuruh pakai itu kostum, lalu berjemur di lapangan atau di mobil sekitar 15-30 menit. Manjur, langsung gobyos, berat bisa turun 1kg lebih, apalagi jika dipakai lari siang bolong.

Ya wes lah…. Anyway gemuk itu keuntungannya adalah badan keliatan segar, wajah tidak kusut (maklum kulit terisi daging gitu lho). Suami bakal senang karena “dimata” orang lain istrinya tidak menderita he he… kerugiannya? Yang jelas harus rela melepas baju-baju lama yang udah nggak muat lagi.

Advertisements

22 Responses so far »

  1. 1

    bundel said,

    Oh wis dadi tah seragam anyar sing penjahite gak apik babar blas iku? Mbok coba protes nang bossmu mbak, ben de’e gak dikongkon ndondomna maneh.

  2. 2

    tehcokelat said,

    Hehehee iya bener juga ya mbak, suami senang karna istrinya berarti gak kurang makan dooong :p

  3. 3

    rudal2008 said,

    Fotonya mana mba Inna? Hehe…Menarik sekali ceritanya.

  4. 4

    jampang said,

    yang penting sehat 🙂

  5. 5

    faziazen said,

    emang tingginya berpa?kalo bb masi sesuai body mass index ya gpp :)yang penting sehat

  6. 6

    inacw said,

    bundel said: Oh wis dadi tah seragam anyar sing penjahite gak apik babar blas iku? Mbok coba protes nang bossmu mbak, ben de’e gak dikongkon ndondomna maneh.

    udah jadi Bun seragamnya… sekarang kebalikan dari hasil tahun lalu yang pada cingkrang, kedodoran kabeh tahun ini. koq ndilalah aku permak diukur-ukur sendiri ama orang permaknya, eh jadinya malah seksi ngapret. ketambahan gemuk dikit langsung mblethat deh. he he…tau tuh HRD, yang protes buanyak tapi tetep aja pake nih penjahit, milih murahnya Bun

  7. 7

    inacw said,

    tehcokelat said: Hehehee iya bener juga ya mbak, suami senang karna istrinya berarti gak kurang makan dooong :p

    bettulll, setidaknya tanda yang ‘tampak’… tapi dulu menikah sampai 7 tahunan badanku bungkring, 46-47 walaupun udah melahirkan. dua tahun terakir ini badanku beranjak naik.

  8. 8

    inacw said,

    rudal2008 said: Fotonya mana mba Inna? Hehe…Menarik sekali ceritanya.

    aduh maaf nggak pke kasih image… nggak jauh beda ama poto2 sebelumnya, hanya aja baju yg aku permak kekecilan mas

  9. 9

    inacw said,

    jampang said: yang penting sehat 🙂

    setujuh banget! asal tidak kegemukan berpenyakit.

  10. 10

    inacw said,

    faziazen said: emang tingginya berpa?kalo bb masi sesuai body mass index ya gpp :)yang penting sehat

    tinggiku 153, normal kan beratnya? dulu beratku langganan 46 max 48

  11. 11

    faziazen said,

    kalo segitu sih idealnya 43-48 kg..ya emang agak gemukan dikit sih…yang penting sehat

  12. 12

    inacw said,

    faziazen said: kalo segitu sih idealnya 43-48 kg..ya emang agak gemukan dikit sih…yang penting sehat

    amin…. smg jauh dari penyakit deh

  13. 13

    Mbak’e permak baju dimana? Bisakah aku diinformasikan? Hehe..

  14. 14

    inacw said,

    laurentiadewi said: Mbak’e permak baju dimana? Bisakah aku diinformasikan? Hehe..

    sebenarnya permaknya bagus, anak2 pada bilang gitu. sayang badanku melar.

  15. 15

    faziazen said,

    inacw said: amin…. smg jauh dari penyakit deh

    amin

  16. 16

    bundel said,

    inacw said: udah jadi Bun seragamnya… sekarang kebalikan dari hasil tahun lalu yang pada cingkrang, kedodoran kabeh tahun ini. koq ndilalah aku permak diukur-ukur sendiri ama orang permaknya, eh jadinya malah seksi ngapret. ketambahan gemuk dikit langsung mblethat deh. he he…tau tuh HRD, yang protes buanyak tapi tetep aja pake nih penjahit, milih murahnya Bun

    Jeng, bisa nggak rame-rame ngadep boss ceritakan semua masalah soal seragam. Bilang kalau perusahaan masih make penjahit yang sama, perusahaan merugi. Ruginya itu gini : 1. Bayar segitu nggak bisa dibilang murah, wong hasil akhirnya mesti divermaak lagi, yang artinya perusahaan mesti keluar uang ekstra supaya ukuran pas. 2. Kalau dipaksakan pake jahitan yang kesempitan atau kedodoran, penampilan karyawan dan karyawati nggak pas untuk dipertontonkan kepada khalayak pemakai jasa perusahaan jeng Ina alias, ngisin-isini. 3. Kalau ngisin-isini, di mata orang akan dianggap pekerja di situ bekerja di perusahaan kecil yang tidak bonafide sehingga untuk urusan seragam aja nggak bisa cari yang pantas. :-DHayo, wani gak sih? Nggak usah lewat HRD deh. Selonongan aja gitu.

  17. 17

    Lha ya, aku lg butuh.Bisakah dikasih tau alamatnya?Inbox saja gpp hehe…

  18. 18

    inacw said,

    laurentiadewi said: Lha ya, aku lg butuh.Bisakah dikasih tau alamatnya?Inbox saja gpp hehe…

    tak pikir ‘abang-abang lambe’ juga he he….itu lho yang barisan depannya pecel bu kus ( daerah barata yah?) setelah belokan jembatan/stopan panjang jiwo. klo gak salah yang Docter Jean.

  19. 19

    inacw said,

    bundel said: Jeng, bisa nggak rame-rame ngadep boss ceritakan semua masalah soal seragam. Bilang kalau perusahaan masih make penjahit yang sama, perusahaan merugi. Ruginya itu gini : 1. Bayar segitu nggak bisa dibilang murah, wong hasil akhirnya mesti divermaak lagi, yang artinya perusahaan mesti keluar uang ekstra supaya ukuran pas. 2. Kalau dipaksakan pake jahitan yang kesempitan atau kedodoran, penampilan karyawan dan karyawati nggak pas untuk dipertontonkan kepada khalayak pemakai jasa perusahaan jeng Ina alias, ngisin-isini. 3. Kalau ngisin-isini, di mata orang akan dianggap pekerja di situ bekerja di perusahaan kecil yang tidak bonafide sehingga untuk urusan seragam aja nggak bisa cari yang pantas. :-DHayo, wani gak sih? Nggak usah lewat HRD deh. Selonongan aja gitu.

    gimana yah Bun….? masalahnya adallah managemen sekarang kurang ‘klik’ deh. jadinya rada-rada males. aku aja udah terstempel indikator gara2 suka protes.anyway, permaknya sendiri-sendiri, biaya masing-masing lho. yang ‘puas’ dengan yang sekarang ya langsung dipake walopun kayak gitu, sedangkan yang nggak sreg terpaksa harus nyari permakan dulu.

  20. 20

    bundel said,

    inacw said: gimana yah Bun….? masalahnya adallah managemen sekarang kurang ‘klik’ deh. jadinya rada-rada males. aku aja udah terstempel indikator gara2 suka protes.anyway, permaknya sendiri-sendiri, biaya masing-masing lho. yang ‘puas’ dengan yang sekarang ya langsung dipake walopun kayak gitu, sedangkan yang nggak sreg terpaksa harus nyari permakan dulu.

    Yah……. aku melok sedih nak Ina 😦

  21. 21

    inacw said,

    bundel said: Yah……. aku melok sedih nak Ina 😦

    Me too, Bunda…

  22. 22

    Haha, ok ok kamsia infonya :)Semangatttt, mbak ina!Taklukkan kantormu :D.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: