Ibu Matanya Koq Merah ?

Pagi ini aku menghadiri acara pengambilan rapotnya kakak yang dibarengkan dengan pentas seni plus wisuda anak kelas VI. Aku datang lumayan awal. Pikirku toh aku pas libur, nggak ada acara lainnya juga.

Senang menyaksikan kreasi anak-anak yang tampil. Ada yang berpidato bahasa Inggris, ada yang atraksi pencak silat, drama juga tari-tarian. Sayangnya si kakak nggak ikut ambil bagian.

Ada perasaan pengen banget si kakak bisa semuanya. Ngiri lihat anak lain bisa ini bisa itu. Tapi yah anak-anak punya interest sendiri-sendiri. Mungkin saat ini minat si kakak belum kelihatan nonjol dimana.

Saat prosesi wisuda dimulai, berangsur mataku menjadi merah dan meneteskan air mata. Aku pun kesenggukan. Ada perasaan haru bercampur bangga melihat anak-anak yang diwisuda.

Walaupun si kakak saat ini masih mau naik kelas II, melihat mereka yang diwisuda serasa bagai kilas maju aku nantinya. Yah, sebuah perjalanan yang masih panjang bagi orang tua untuk menghantarkan putra putrinya meraih masa depan agar menjadi pribadi yang berkualitas dan berguna.

Lantunan lagu Hymne Guru dan beberapa lagu nasional yang mengiringi prosesi membuat hatiku ikut merasa sendu. Aku pun jadi sesenggukan menangis.

“kenapa sih matanya Ibuk?”, Tanya si kakak. Ada juga anak-anak kecil lainnya yang bingung melihat banyak orang mengusap mata “koq semua orang nangis she”.

Aku selalu mudah sekali menangis setiap kali mengikuti momen seperti ini. Aku selalu teringat perjuangan panjangku kala itu, dan ini akan selalu membuatku menangis.

Wisuda yang pertama waktu D3, mungkin kesan yang teringat cuma happy. Diantar bapak ibu, lengkap sama kakak. Lalu ber-photo ria bersama teman-teman…..

Tapi….., di wisudaku yang ke-2, wisuda S1, hanya aku dengan diantar suamiku. Anak-anak tidak ikut. Masih teringat betul saat itu uang kami sudah sangat menipis. Aku minta suami agar pinjam uang ke kakak ipar buat bayar rias wajah. Sisanya aku pakai untuk bayar 2x foto. Sedih sekali rasanya. Saat itu memang tahun yang sulit bagi kami, apalagi si Adik baru lahir di saat aku baru dapat PHK.

Teringat saat aku dan para wisudawan mulai berjalan menuju mimbar dan berada di tempat duduk masing-masing, aku masih menangis tidak henti-hentinya. Bahagia campur haru yang tidak ketulungan atas ‘perjalanan’ panjang dari tahun 2000 sampai 2006

Ingat betapa aku harus sangat menghemat gajiku yang sangat kecil kala itu agar aku bisa membiayai sendiri transfer S1-ku. Karena sudah tidak mungkin lagi membebani orang tua. Lalu kuliah sempat tertunda karena 2 kali cuti saat aku ditugaskan ke luar pulau oleh kantor tempat aku bekerja.

Menangis bahagia akhirnya transfer S1-ku kelar juga. Memang idealnya hanya 2 tahun masa studi. Yah, tersendat gara-gara skripsi. Konsentrasiku menyelesaikan skripsi sudah sangat kesulitan setelah aku menikah lalu punya anak pertama. Aku berjanji selama cuti melahirkan skripsi akan aku selesaikan. Tapi, segala sesuatunya belum memungkinkan. Aku pun lalu hamil yang ke-dua.

Sampai akhirnya batas waktu masa studiku habis. Kebetulan bersamaan momen kantorku yang bangkrut. Dan aku pun kena ikut PHK. Mulailah aku konsen penuh siang malam untuk menyelesaikannya. Dan saat itu perutku sudah sangat besar, tapi aku berusaha keras menjalani semuanya. Dua hari sekali aku menemui pembimbingku. Sendirian. Alhamdulillah ujian dapat A.

Teringat saat aku mengikuti yudisium, 31 Agustus 2006. Dengan perutku yang semakin membuncit, aku datang sendirian tanpa minta antar suami. Naik sepeda motor sendiri. Waktu itu perutku sudah terasa sedikit nyeri di bagian bawah, tapi aku mikirnya mungkin karena kecapekan pakai sepatu tertutup ber-hak. Malam harinya akupun masih putar-putar minta antar suami untuk scan ijazah dan lain lain buat kelengkapan mencari pekerjaan baru. Dan tidak disangka tengah malam perutku terasa mulas. Akhirnya si adik pun terlahir 01 September 2006. Tepat setelah aku yudisium!

Yah, momen wisuda-an akan selalu membuatku menangis.

Advertisements

23 Responses so far »

  1. 1

    faziazen said,

    iya, rasanya pengen nangis bombay yaa..perjuangan telah berakhir, berganti kelegaan dan kegembiraan

  2. 2

    Alhamdulillah sudah terlewati masa sulitnya ya mb..

  3. 4

    bundananda said,

    aku ya kok ikut meleleh baca postingan ini…

  4. 5

    cawah said,

    terharu T_T catatan hati seorang bunda..jd kangen umii

  5. 6

    jampang said,

    belum ngerasain gimana diwisuda…. hiks

  6. 8

    rirhikyu said,

    Untung sudah lewat masa itu dg baik.Happy ending

  7. 10

    inacw said,

    faziazen said: iya, rasanya pengen nangis bombay yaa..perjuangan telah berakhir, berganti kelegaan dan kegembiraan

    iya mbak, lega banget setelah yudisium itu. lulus semuanya.

  8. 11

    inacw said,

    srisariningdiyah said: Alhamdulillah sudah terlewati masa sulitnya ya mb..

    Benar-benar bersyukur masa ’emas’ itu telah lewat. hamil, kuliah, kerjaan, himpitan ekonomi, tumpek blek…..

  9. 12

    inacw said,

    tokoibufarhansarah said: Happy ending 🙂

    Alhamdulillah… selalu ada kemenangan setelah sebuah ujian 🙂

  10. 13

    inacw said,

    bundananda said: aku ya kok ikut meleleh baca postingan ini…

    Makasih sudah ikut merasakan masa-masaku itu…. pesan tulisan ini : menjalani semua kesulitan dengan sabar, semua pasti ada akhirnya.

  11. 14

    inacw said,

    cawah said: terharu T_T catatan hati seorang bunda..jd kangen umii

    makasih mas catur. telpon umi giiii… disayangi terus yah beliau.

  12. 15

    inacw said,

    jampang said: belum ngerasain gimana diwisuda…. hiks

    lha pas acara wisuda lagi kemana Mas , koq nggak hadir?

  13. 16

    inacw said,

    rirhikyu said: Terharu….

    Makasih mbak…jadi ikut korban perasaan 🙂

  14. 17

    inacw said,

    rirhikyu said: Untung sudah lewat masa itu dg baik.Happy ending

    Begitulah…. plong banget setelah itu. walaupun tantangan ekonomi masih keras akibat diphk.

  15. 18

    inacw said,

    tintin1868 said: bikin haru nih..

    rasanya ini memang jadi sejarah hidupku yang paling sulit….

  16. 19

    bundel said,

    Wuih perjuangannya seru! Semoga kelak ananda bisa lebih beruntung dan hebat dibandingkan jeng In ya. Jalan masih panjang sekali untuk ditata. Raportnya nggak mengecewakan toch?

  17. 20

    rosshy77 said,

    Waaaaaaa terharu aku dgn perjuanganmu mbaSaluttt Oh ya, mengenai rasa pengen anak berprestasi, aku jg sll berjuang keras menghargai kemampuan dan minat abang, yg cuex dan ga suka tampil. Pdhl aku tau dia bisaHmmm…susah memang tp sprt mbaa bilang, tiap anak beda ya(Cari kawan 🙂

  18. 21

    Musim Semi said,

    wah benar nano2 ya mbak….harus kuliah dengan hamil besar ditambah biaya minim pasti sangat membutuhkan kesabaran ektra..saluttt mbak 🙂


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: