I miss them

Siang ini aku diajak sama anak Marketing buat menemui salah satu Customer. Biasa, lagi-lagi urusan reconcile…. Dan sama si pak Sopir dilewatin di  jalan tempat aku dulu pernah kerja tahun 1999. Apalagi pas di perempatan / stopan lumayan padat, Jadi bisa puas menikmati pemandangan kantor lama-ku itu.

2012-12-13 15.09.02

Sebuah showroom mobil, perusahaan pribadi, bos-nya yah si pemilik itu. Dapatnya dari iklan jitu Jawa Pos, iklan baris yang space iklannya hanya beberapa baris doank, maklum itu perusahaan kecil, masih CV bukan PT. Diterima disini aku belum punya banyak pengalaman

Jaman masih pengen kuliah lagi lanjut ke S-1, bukannya  bekerja. Masih rindu tetap mahasiswa dan belajar. Tapi sayangnya nggak punya modal buat melanjutkan, so terpaksa harus idle 2 tahun. Alhamdulillah setahun disini aku bisa transfer, membiayai kuliah bukan dari orang tua lagi.

Di sini, di perusahaan pribadi yang dipimpin oleh sang enterprenuer itu sendiri, banyak ilmu yang kita dapat. Kerja serabutan memang tidak sebanding dengan gaji yang didapat. Semua urusan harus bisa menghandle. Jadi ikan besar di kolam kecil, begitu kata orang. Nggak ada ceritanya job kasir  kasir tok, akunting akunting tok, kredit  kredit tok. Semua urusan permobilan dan tetek bengek urusan STNK, Balik Nama, Leasing ect. harus paham dan bisa!! Dan, . inilah jaman-jaman sering dimarahi si Boss L …

Jadi ingat dulu ada si empok ati alias Mbak Tyas, pekerja keras yang suka lupa makan siang, udah lumayan berumur waktu itu tapi belum dapat jodoh juga.  Ada Mbak Ririn si Operator yang suaranya manja itu, dan sempet dibonceng papanya buat ngebujuk dia agar nggak ngambek kerja.

Ada lagi Mbak I’in, dulu aku dikasih 2 album koleksi perangko yang sudah ada isinya penuh. Seneng doonk. Banyak perangko luar negeri lagi. Tujuannya satu, dia anak baru kayaknya aku dirayu biar sabar mengajarinya xixixi… sama kayak mbak Tyas, ngebet plus galau tingkat tinggi pengen suami. sampai sekarang masih akrab.  Lalu ada si Hervy, Gladys, si genit Nata, Eva, wawan, pak Nari, pak Djadi, Budi, si ganteng Gufi adik kelasku…. Dan yang terakhir si Nuly, anak yang satu kamar kos yang aku rekomendasikan seminggu sebelum aku keluar. Plus orang lama ada pak Made dan Mbak Titin.

dulu pas kita udah pada keluar, kita masih akrab dan kadang ngumpul buat jalan bareng walaupun sekedar ke Kebun Binatang he he… pernah juga ke Kebun Teh Lawang memanfaatkan mobil si cowok yang naksir mbak I’in. sayangnya malah mbak I’in nggak berhasil dapat ijin dari sang ayahnya. hu hu hu..

Pernah lagi ke Gunung Kawi. mbuh ngapain juga kesana sebenarnya.padahal kan itu termasyhur sebagai tempat orang cari pesugihan. aneh-aneh poko’e ide-nya.

Well, saat ini mereka sudah pada beranak, dah pada jauh…..I miss them all.

Advertisements

20 Responses so far »

  1. 1

    Woo.. mbak Ina arek Suroboyo ternyata 🙂

  2. 3

    hilsya said,

    baru mau tanya.. dimana, ternyata udah jelas ada foto bertuliskan Surabaya.. hehe
    salam kenal

  3. 5

    tinsyam said,

    woah sama tuh kalu ke kantor lama kangen dan ngobrol2 deh kita.. dan masih loh sampe sekarang jalanjalan..

  4. 7

    tinsyam said,

    kalu kantornya kecil, kerjaannya serabutan, tapi ilmunya banyak ya.. dibanding kantor gede, kerjanya fokus, tapi ga berkembang..

    • 8

      Ina said,

      bener.. kata dosenku anak baru lulus jangan langsung di perush besar. gak banyak ilmunya!! terkotak.
      perush pribadi kya gitu yg malah mencetak kita jadi handal alias serba bisa.

  5. 9

    danirachmat said,

    Wuaaah, malah jadi kangen Suroboyo Mba Ina… Sama juga, tempat kerja beneran pertama juga punya banyak banget kenangan buat saya. Di salah satu cabang terkecil di Indonesia milik salah satu bank terbesar di Indonesiah. Hehehe..

    • 10

      Ina said,

      ayoo mudik ayo mudik klo gtu…
      e tapi cabang terkecil nggak di pulau terpencil kan?
      yg jelas biasanya dari yg kecil2 itu malah cepat “besar”

  6. 11

    Ely Meyer said,

    wah .. kayaknya seru ya mbak kalau satu saat nanti bisa ketemu dgn mereka semua

  7. 13

    Setokdel said,

    kurang lebih udah 13tahun berarti mbak, tahun segitu saya baru SD, kebayang temen SD dulu gedenya kayak gimana… hehe

    oya salam kenal mbak Ina, saya dari Jawa paling timur 🙂

  8. 17

    febrian hadi said,

    kayaknya tahu tempat ini deh, sering juga dilewati… hehe

  9. 19

    Yudhi Hendro said,

    Kerja serabutan nggak apa-apa, mbak. ‘Kan waktu itu masih kuliah to. Sambil cari duit sekalian pengalaman. Selesai kuliah minimal sudah pernah ngerasain dunia kerja 🙂


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: