God Saved Me

Masih lenger-lenger nggak percaya. Badanku masih lemas rasanya. Mataku juga masih berat, sedikit betem. Awalnya tadi lapar banget pengen makan jadi menghilang selera. Masih kepikiran.

Semua sudah diatur-Nya. Allah lah yang mempunyai segala keputusan atas kita. Hanya saja mungkin beberapa keputusan-Nya bisa terhalang karena beberapa kebaikan yang pernah kita lakukan. Walaupun, tidak banyak kebaikan yang sudah kita lakukan, namun memang Dia-lah maha pengasih dan penyayang.

Turun dari shuttle kantor, aku langsung jalan menuju masjid yang berada di daerah Tol situ buat sholat maghrib. Sudah rada telat tapi insyallah masih masuk waktu. Selain itu, rencana menyeberang di pertigaan depannya masjid aja. Sebab klo pas pertigaan keluar tol, lumayan susah nyari selah-nya.

Tepat selesai sholat suami nelpon menanyakan aku sudah sampai mana, hujan apa nggak. Maklum biasanya klo turun di pintu Tol, selalunya dijemput suami. But karena mulai hari ini di kerjaannya dia ditugaskan ke lokasi proyek yang di daerah Ngoro , jadinya nggak searah lagi sama jalurku. Aku ke timur arah Surabaya, dianya ke selatan. Mentang jauh. Walhasil aku harus bawa sepeda sendiri dan aku taruh di tempat parkir.

Cuaca mulai rintik-rintik kecil. Belum hujan beneran, cuman langitnya sudah berkilat-kilat. Aku pun menyeberang untuk naik Bemo menuju tempat parkir sepeda.
Jalur pertama, enak lancar menyeberangnya. karena tepat stopan. Pas mobil-mobil sedang berhenti itu, aku melewati sela-selanya lalu berdiri di pembatas jalan yang ada ditengah-tengah. Menunggu beberapa saat sampai jalanan memungkinkan buat menyebrang. Memang lumayan padat. Seems disini pun tidak lebih mudah juga buat menyeberang.

Saat ada kesempatan aku pun mulai menyeberang dan tanganku memberi isyarat agar mobil memperpelan lajunya. Udah jalan ditengah ternyata tuh mobil tetap kenceng dan aku takud si sopir mungkin nggak lihat aba-abaku. Aku pun terpaksa rada mundur tapi ternyata yang dibelakangnya juga sangat kencang. Aku pun langsung balik lari dengan kencengnya kembali ke tengah, pembatas jalan.

Benar-benar perasaanku waktu itu nggak karuan, nggak bisa digambarkan. Ati ilang separuh. Deg deg deg, nggak henti-henti. Nggroyo awak. Hanya istighfar yang bisa aku lafadzkan. Terlihat ada seseorang di seberang jalan yang melihatku seakan iba dan mengawasi aku sampai aku akhirnya berhasil menyeberang.

Hanya karena pertolongan Allah lah yang bisa menyelamatkan aku. Di dalam Bemo kondisi psikologiku masih kacau. Setelah aku naik, hanya ada satu Ibu dengan dua anak kecil yang naik selanjutnya. Tiba-tiba mataku berat, pet pet, air mataku pun menetes. Aku pun mencuri-curi momen untuk mengambil tissue untuk mengusapnya. Aku nggak bisa menahannya. Benar-benar saya syukur yang tiada tara atas pertolongan-Nya sekaligus rasa bersalah atas dosa-dosa yang mungkin sudah aku lakukan. Aku banyak istighfar berharap hatiku bisa kembali tenang sesampainya di tempat parkir.

Pada saat turun dari Bemo, pertigaan tempat menyeberang juga ramai sekali. Masih deg-degan. Untungnya ada polisi cepek disitu. Tetap mengerikan. Separuh sisi jalan berhenti, nunggu sisi jalan separuhnya yang dipenuhi truk-truk besar lewat. Dan Alhamdulillah terlewati.

Perjuangan belum berakhir. Masih 20 kiloan lagi aku harus mengendarai sepeda. Sengaja aku nggak menelpon suami karena nggak mau malah repot menjemput karena toh sepeda aku bawa. Yang penting sholawat, itu yang aku pikirkan.
Diatas sepeda, kembali aku terngiang-ngiang kejadian tadi. dan membuatku nangis sesenggukan dibalik helm. Terimakasih ya Allah…..

Aku mengendarai dengan sangat pelan. Selain memang melewati jalanan industry, speed tidak bisa cepat, max 30 km/jam. Apalagi pas didepan ada container besar 40 feet. Hanya jalan 20 km/jam. Syukurlah selamat juga sampai rumah sebelum jam delapan.

Karena kejadian ini, rasanya masih trauma jika harus menyeberang dua kali. Aku akan pilih naik Bus aja lewat jalur selatan – jalan raya Surabaya Mojokerto dan sepeda akan aku parkir di daerah pasar aja atau bypass. Hanya saja aku harus berangkat at least 30 menit lebih awal karena harus nyanggong shuttle di lokasi ‘pangkal’. Artinya, bangun tidur harus lebih awal lagi.

Semoga Allah senantiasa melindungi kami sekeluarga, dijauhkan dari musibah dan mara bahaya. Amin.

Advertisements

39 Responses so far »

  1. 1

    Julie Utami said,

    Pengendara memang selalu nekad, makanya kita kalau menyeberang bukan di tempat yang seharusnya mesti sangat amat waspada. Untung sih nggak keplindes beneran. Jadi ngeri bacanya deh.

    • 2

      Ina said,

      Bener bunda, masih ngeri klo diingat2, padahal jaraknya cukup, tapi si pengemudi mobil kayak nggak lihat atau nggak ngasih kesempatan. jadinya kebirit2 balik ke tengah.

      Alhamdulillah hirobbil alamin nisa selamat

  2. 3

    jaraway said,

    aamiin..
    Ya Allaah.. ikut deg2an ngebacane…
    ati2 nggih mba

  3. 5

    nengwie said,

    Deg-degan bacanya…
    Naik sepedah ? sepeda motor apa sepedah goes?
    Lebih hati2 lagi mbak Ina..semoga selalu dilindungi Allah SWT.

    Tapi emang ya di Indo itu, zebracross ndak ada gunanya, anak2 sampe bilang “orang indonesia ngga takut mati”

    Cepet pulih banget ya mbak Inaaa….

    • 6

      Julie Utami said,

      Semua anak yang datang dari LN kayaknya komentarnya sama deh. Satu lagi kalau jaman dulu, waktu minum susu kan mesti dibuatkan dari susu bubuk. Anak-anak komentarnya, susunya aneh, ada bubuk-bubuknya hehehehe………

      • 7

        nengwie said,

        Gitu ya Teh, malu juga sih. Trs bilangnya “abisan punya SIM ngga pake sekolah dulu, jd ngga tau peraturan lalu lintas”
        Itu pas saya cerita disini kadang mudah banget dpt sim 😀

      • 8

        Ina said,

        gapapa dikatain gitu sama “anak kecil”, biar kita jadi koreksi diri. apalagi klo bara penerus bangsa nanti kembali ke sini dan bisa memberi perubahan dengan pengalaman-pengalaman berharganya di sono, lebih keren banget itu.

      • 9

        nengwie said,

        Sayangnya yg pinter2 yg dulu sekolah/kuliah disini, ndak pd balik, malah cari kerja di LN.
        Suami saya, duluuu beres kuliah di Jerman langsung balik dan kerja di IPTN, eehh trs bangkrut, trs bidangnya Aerodynamic yg ngga ada di Indo, dan susaah dpt kerjanya jd mau ngga mau balik dia ke Jerman, pdhl dulu sudah nyaman di Indo.

      • 10

        Ina said,

        memang lebih kompleks masalahnya untuk ngurusi kelas itu, pemerintah nggak pinter memanfaatkannya. setingkat anak daerah yang kuliah di kota aja bisa dihitung jari kali yang pada akhirnya kembali ke daerahnya. coba di daerah juga ada perhatian khusus untuk putra putri itu, pasti banyak perbaikan nantinya.

        btw aku jadi keinget cerita temanku katanya di Cina tuh orang daerah tidak bisa pindah berubah jadi penduduk di kota. jadi misal abis kuliah gitu harus balik ke daerahnya.

      • 11

        Ina said,

        emang klo di LN susunya yg susu cair / UHT itu yah bun? jadi gak pake ribet langsung cuuurrr…

      • 12

        Julie Utami said,

        Iya, mereka kenalnya susu UHT gitu, tinggal ngambil gelas aja, tuang dan teguk. Malah seringkali langsung teguk dari kartonnya. Dasar bocah jorok ya mbak?

      • 13

        Ina said,

        beneran Bun di LN nggak ada susu bubuk? klo susu bayi gimana?

    • 14

      Ina said,

      naik sepeda motor mbak. sepedaannya insyallah ga masalah. trauma nyebrang aja pas mau naik bemo. tapi aku udah kapok nggak mau lewat jalur ini klo nggak diantar misua. besok klo udah masuk aku mau naik bus aja, sepeda diparkir di tempat nyegat bus ( cuman 5-7 menit dari rumah)

  4. 15

    ochimkediri said,

    waah jalur situ emang rame ya mbak,apalagi di dominasi truk2 besar…
    hati2 dijalan n keep safety riding mbak….

    • 16

      Ina said,

      insyallah mas… klo saya bersepeda gak pernah lebih dari 50 km/jam koq. jadi terkesan pelan banget emang. apalagi klo ada kendaraan besar di depan, yauddah ngintill aja di belakangnya terus.

  5. 17

    Dunia Ely said,

    Serem mbak ceritanya

    • 18

      Ina said,

      iya nih… tulisan saya yang ini bikin ngeri, at least ikut deg-degan pembacanya. masalahnya pas nulis emosinya masih seperti itu…

  6. 19

    novianadewi said,

    Nggak ada tempat penyebrangan kah?
    Saya juga paling takut kalo harus nyebrang-nyebrang jalan ramai. Pengendara motor itu lebih menakutkan lagi karena biarpun kita sudah kasih tangan mereka main seruduk aja nggak mau ngalah.

    Semoga selalu dilindungi Tuhan, Mbak… Ati-ati ya…

  7. 30

    Ya Allah, ngeri bacanya mbak,,,
    untuk waktu itu langsung kepikiran bwt lari ya mbak,,,
    semoga gk terjadi kayak gitu lag mbak…

  8. 33

    Erit07 said,

    Brunting bnget gpp mbak..
    btw yg naik mobil kok kyak gt sih…

  9. 35

    Yudhi Hendro said,

    penuh perjuangan juga untuk bisa nyebrang ya mbak. btw, tetap harus hati-hati, mbak kalo di jalan. kitanya udah benar berlalu lintas, tapi motor atau mobil lain yg kadang2 ugal-ugalan

  10. 38

    faziazen said,

    Alhamdulillah selamat ya Mbak

    btw dulu pernah juga, pas mau nyebrang
    ada nenek2 tua, jadi kugandeng, nyebrang bareng
    pas mau ngasih tanda stop ke pengendara
    eh ada angkot yang melaju kencang
    berdarah deh
    untung cuma kena ujung jempol

    • 39

      Ina said,

      blai slamet yah…. cuman jempol.
      semoga para pengendara lebih toleran sama penyebrang. apalagi orang tua yg lewat gitu, masak sih gak kasian?


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: