Archive for July, 2013

Nulis Yuuk

Bismillah… Pengen memotivasi diri sendiri. karena memang live must go on, pengen banget aktivitas menulisku bisa kembali rutin. Because, writing is a passion.

Dalam empat bulan ini, setelah kejadian itu, hanya ‘sempat’ menjurnal 2 kali. Bahkan di bulan juni tidak ada sama sekali. Padahal, dengan menulis, maka beban di kepala bisa menjadi lebih ringan….

Mungkin selama ini nuansa hati masih belum sepenuhnya fresh dengan kondisi yang ada, semoga dengan aktif kegiatan blogging akan memberikan energy positif buat survive and always smile.

Kalau waktu dulu menulis sesuatu itu bisa dengan mudahnya direalisasikan, but kayaknya kemarin-kemarin masih suka mikir apa pantas bercerita ini yah… atau bercerita itu, mana kondisi masih belum ‘normal’? Kayaknya koq nggak pantas yah? Selain memang tidak mudah menemukan mood yang pas buat nulis serta dan waktu yang tidak luang buat berinternetan ria.
But, I believe, dengan kembali menulis dan silaturrahim ke teman-teman lain, insyallah akan menjadi penghibur hati, pelipur lara. Semoga. Semoga tulisan-tulisan saya selanjutnya tidak ada ‘background’ kesedihan di dalamnya, melainkan bisa kembali normal bercerita.

Semua perlu waktu adaptasi, baik fisik, hati dan pikiran. Waktu pertama kali menghadapi, mungkin shock. Tapi lama-lama bisa menjalaninya. Judulnya memang si suami sebagai subject utama musibah, tapi ternyata banyak komplikasi masalah yang lainnya yang muncul, yang sama-sama harus dihadapi. Semua hanya perlu waktu. Dengan kesabaran dan penerimaan yang sepenuh hati, insyallah semua itu akan segera terlewati. Amin.

Ok, selamat berpuasa. Semoga lancar sampai akhir dan nemu riyoyo…

Comments (31) »

Rindu Pulang

Di perjalanan ke kantor kemarin, teman-teman bercerita klo hari itu banyak yang pada ijin cuti ataupun masuk siang dikarenakan hari itu adalah hari pertama masuk sekolah. rata-rata mereka sedang mendampingi anaknya, baik karena si kecil baru masuk sekolah atau sekedar ada yang karena heboh harus berangkat lebih pagi buat mencarikan tempat duduk / bangku.

Masih ingat, dua tahun lalu, si kakak masuk SD, dan si adik masuk TK, aku sama suami libur, bagi-bagi tugas mendampingi. Setahun kemudian, karena momen pindahan, masing-masing pindah sekolah di tempat yang baru dan aku pun cuti mengantarnya. Demikian pula aku dan suami libur lagi waktu si Adik mau masuk sekolah baru di TK B.

Sekarang ini si Adik sudah masuk SD. seandainya saja keadaan normal, jelas momen begini jadi alasan tepat buat aku untuk menghabiskan cuti, sebagaimana tahun yang sudah-sudah. sayangnya apa boleh buat, kondisi saat ini masih belum normal. sehingga kami sebagai orang tua tidak memungkinkan mendampingi di hari pertamanya. Waktu pertama kali dia MOS, hampir saja nggak mau masuk. Jadwal mulai jam 7 pagi, tapi akhirnya baru berhasil membawanya ke sekolah jam Sembilan.

Kini situasinya memang luar ‘biasa’. sejak si Ayah kecelakaan awal April lalu, terpaksa kami pisah sama anak-anak. Belum pernah sampai sedemikian lama. Sejak bayi, kami berusaha bersama, walaupun kami berdua kerja dan puas ketemu sebentar di malam hari, tapi tidak pernah meninggalkannya sama sekali.

Sejak kejadian itu aku hanya berkesempatan menginap dirumah 2 kali. Setiap harinya, aku harus menemani si Ayah yang masih dalam perawatan intensif di rumah keluarga. anak-anak tetap di rumah, mbah-nya yang menemani.

Rasanya sudah sangat merindukan suasana kebersamaan kembali. Berharap besar maximal usai lebaran bisa pulang ke rumah, ternyata baru ‘sadar’ bahwa ternyata tidak memungkinkan, bahkan tidak pula dalam waktu dekat.
bahwa Ayah baru boleh dibawa pulang ke rumah, menunggu kondisi kulit yang tumbuh semprna menutup kaki serta ‘matang’. minimal klo si Ayah sudah bisa duduk, yaitu setelah external fixasi – pen kanan kiri diambil, baru kemudian memungkinkan dibawa pulang kembali.

Pada Sabtu kemarin, adalah kali ke-2nya aku berkesempatan bisa menginap di rumah. Banyak hal yang harus dibereskan.
Awal juni lalu, aku memutuskan memakai jasa pembantu rumah tangga. Sebagai persiapan, dengan harapan saat kami pulang nanti, sudah ada yang bantu aku dirumah plus merawat si Ayah. sayangnya tidak sesuai planning. Dan atas saran ortu plus kakak agar anak-anak sementara tinggal sama mereka , plus banyak pertimbangan yang lainnya, akhirnya si PRT aku berhentikan. Kepindahan anak-anak ke mbahnya perlu banyak tetek bengek yang harus dibawa, mulai dari baju-baju, buku-buku, mainan PS, sampai peralatan tidur kesayangannya.

Semoga saja segala sesuatunya segera kembali normal, bisa bersama-sama anak-anak kembali.

Comments (32) »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352