Archive for November, 2013

Hore, Mereka Libur

Sabtu besok kantor aku mengadakan family gathering.

Acara gathering kali ini ke Jatim Park. Sempat dilarang ama misua karena khawatir aku bakal kecapekan, belum lagi pulangnya pasti kemaleman. Pulang-pulang bakal teler. Ndilalah kapan itu pas anak-anak datang, belum dibilangi bahwa kantor mau ada acara kesini, lha koq si kakak udah mengutarakan pengen main ke Jatim Park. Katanya “ aku mau catat rasa-rasa…. Kan ada gambar lidah, mana yang rasa asin, mana yang manis…”. Cocok deh.

Ada banyak pilihan hari berangkat sebenarnya, cuman dari awal milih sabtu aja ah. Biar besoknya bisa istirahat. Tapi pertimbangan awal bukan cuman itu sih, kan klo berangkatnya sabtu, aku nggak kebingungan dengan siapa yang bakal jagain misua. Klo minggu kan si mbak libur jaga.

So, dengan berat hati niatnya waktu itu mengorbankan sekolahnya anak-anak 😦 . Kasian sih, udah beberapa kali bolos. Feeling guilty, jelas!!.

Lawong pas 11 November kemarin juga bolos. Ngambek, kata si embah. Semua temannya pada pake kostum prajurit, tapi si embah nggak sempat mencarikannya. Maunya embah sih pke baju putin putih aja lah. Tapi yang namanya anak-anak mana mau beda ama para temans.

Sebelumnya juga, pas kecepit liburan 1 Muharram. Aku menelpon sekolahan minta ijin karena anak-anak lagi menjenguk ayahnya. Padahal aslinya karena si ortu yang masih kangen ajah 🙂

Nggak inget juga udah bolos berapa kali lagi lainnya. Masalahnya pagi hari biasanya selalu heboh, takud ujung-ujungnya ga mau berangkat sekolah.

But, kabar gembira di siang ini !! ada dapat sms dari sekolahannya anak-anak, bahwa hari sabtu besok sekolah diliburkan karena para guru ada acara sarasehan. Langsung deh tersenyum panjang nan lebar . Horeeee….Senengnya .

Syukurlah akhirnya nggak jadi bolos atau bikin alasan yang dibuat-buat untuk acara besok itu.

So, jumat besok si embah bakal nganterin mereka ke RS, sabtu in the morning uput-uput, kita berangkat deh. Keknya naik taxi ajalah ke lokasi penjemputan, daripada bingung mikir parkir dimana.

Udah janjian ama ponakan kusuruh nemani (baca : momong), gantinya si ayah. Walaupun sebenarnya sih aturan kantor nggak boleh digantikan orang lain, tapi ngeyel dot kom. Pengecualian donk, kasian anak-anak juga sejak ayahnya sakit nggak pernah kemana-mana. Dimaklumilah Bos….

ini poto acara bareng satu team finance ke Jatim Park 2 tahun lalu. Pose anak-anak pas lagi ngambek, tapi si emak tetap smile didepan kamera 😀

100E3409

Advertisements

Comments (47) »

Nasi kuning, sesuatu

Pagi ini aku beli nasi bungkus. Nasi kuning…. *cerita yang nggak penting banget.

Jarang sih beli sarapan pagi hari. Biasanya paruhan ransum RS ama suami, udah cukup mengenyangkan. Mana suami suka nggak mau ama sayurnya atawa si buah. Jadilah aku yang bagian penghabisan. Eman-eman mau dibuang.

Si penjual nasi bungkus ini mangkal di sekitar jalanan mau ke kampus UNESA, area ketintang. Jalurku kerja tiap hari selama si ayah inap di RS. Berjualan dengan keranjang kecil diatas sepedanya. Tiap lewat cuman ngelirik, nggak pernah terpikir beli. Dari awal rada heran koq masih ada nasi bungkus murah banget yah … 4 Ribu only.

Nah berhubung pagi ini sampe jam aku berangkat si ransum belum juga nongol akhirnya pamit kerja juga. Udah niat ntar nggak usah beli makan, karena ada banyak kue yang harus di’bereskan’ kubawa buat pengganti sarapan.

Ndilalah pas lewat , ada ide mendadak pengen sesekali membelinya. Mumpung pas nggak sarapan.

Ini nasi kuning yang aku beli pagi ini. Rasanya enak koq, nggak asal. Berasa gurihnya. Kering tempenya juga enak. Pas.
2013-11-14 07.51.51
Dan mengapa ini adalah sesuatu banget?

Karena, entahlah setiap kali aku lewat, melihat si bapak-nya itu, walau aku nggak kenal si bapak, selalu tergerak aku mendoakan agar dagangan beliau laris, diberikan rejeki yang berlimpah. Panjatan doa plus minimal bacaan Fatihah. Selalu bangga melihat seseorang yang dengan kesungguhan, mencari jalan rejeki halal.

Comments (75) »

Perjuangan

Kemarin adalah 10 Nopember, hari pahlawan. Coba klo aku pas nggak disini, mungkin lupa kali yah. Mana kan kemarin harinya minggu. Sepanjang peringatannya nggak ada hari libur nasionalnya, rawan kelupaan 😀

Ditambah lagi kita bukan dari keluarga pegawai negeri, apalagi keturunan pejuang . ditambah kebanyakan urusan pribadi yang masih harus diperjuangkan. Jadi, peringatan hari pahlawan kadang cuman lewat dowang….. *banyak alesan

Nah klo seandainya pas lewat jalanan ternyata macet, baru nginget, “hari ini hari apa yah….” Ohhh mungkin ada upacara.

And, kemarin waktu antar misua terapi HBO, aneh biasanya LAKESLA sepi klo minggu, lha koq banyak perwira dan stafnya pada datang berpakaian rapi putih-putih. Bener, mereka mau upacara.
2013-11-10 07.41.35

2013-11-10 07.40.33

Hari itu ( baca : kemarin), aku berjuang meyakinkan si kasir UGD agar mereka mau menandatangani surat keterangan bermaterai yang sudah aku siapkan dari kantor, yang isinya betul saya telah membayar sejumlah sekian sesuai kwitansi yang sudah saya peroleh.

Ini sekedar untuk kelengkapan aku mengajukan klaim asuransi berhubung uang DP yang sudah sekian itu tidak ada materainya. Sedangkan klo harus nunggu sampai pasien pulang, berapa lama lagi? Kan klo bisa, bisa diajukan sekarang dan mulai diproses. Huh, susah payah menjelaskannya . semua orang klo disuruh tandatangan pasti takut. Padahal isinya benar sesuai kenyataan.

Setelah itu aku berjuang ke Apotik minta perincian obat sampai dengan hari itu. Tapi dengan kencengnya tanpa bisa dinego menyatakan TIDAK BISA jika belum final pasien pulang dan dibayar lunas. Oh, tarik nafas panjang… nelongso. Bingung, whats step should I try next? Komplen kemana yah…

Well, hari ini berniat mau email ke pihak asuransi moga-moga dibolehkan mengajukan sebelum proses inap selesai. Mau minta tolong bos-ku juga biar dibantu nembusi mereka.

Akhirul kata, semoga perjuangan para pahlawan kita untuk kemerdekaan bangsa ini dibalas oleh Allah dengan diberikan tempat yang terbaik disisi-Nya. Semoga anak cucunya diberikan kemuliaan dan rezeki yang berlimpah.

So, ini cerita perjuanganku di hari pahwalan kawan, apa ceritamu? Salam MERDEKAAA.

Comments (26) »

Ide dari Si Kakak

Beberapa waktu lalu , aku ditelpon sama bude-nya anak-anak (kakak ipar), lumayan lama bincang-bincang. Pengen nyeritain aja ke aku.

Fyi, sekarang mereka tinggal di Mbah-nya, sejak puasa ramadlan kemarin. Rumah si Mbah dempet ama rumah kakak. Jadi ya diramut mbah, ya diramut budenya juga…

Intinya si bude cerita banyak soal para krucils-ku yang kadang lucu, kadang njengkelno…. Si kakak yang susahnya minta ampun kalau disuruh mandi, makannya juga lelet. Mana klo mandi lamaaa banget.

Sedangkan klo si Adik lebih gampang tutur-tuturane . Sekali diperintah, langsung action. Sholatnya juga akas ( rajin), denger adzan langsung ambil sarung berangkat ke musholla depan, makan-nya nyenengno, nggak rewel. Trus klo sudah mainan berdua, ujungnya gelut, klo udah gitu si kakak melarikan diri ke rumah si bude.
Dan klo pagi mau berangkat sekolah, selalu heboh deh. Makanya pernah juga kena hukuman mencari sampah sebanyak 50 buah, gara-gara telat 😀

Di kesempatan lain di telpon, aku nanya si bude apa anak-anak masih getol main PS. Ternyata bude bilang udah lumayan bisa lepas. Malah budenya keheranan tumben-tumbennya PS-nya boleh dipinjam si Putera, anak tetangga sebelah. Si kakak anteng sisan, nggak protes. Mungkin aja udah bosan main. Ditanya kenapa, ternyata jawaban kakak gini “ iya De , ga papa dipakai Putera, soalnya aku rentalno”. “ Nanti Putera aku tarik bayar”

Langsung ngikik. Isooo ae…

Gara-gara ‘ulah’ si kakak ini aku ketawa ketiwi terbawa sampai di kantor. Pinter juga akal-e…

Suatu saat aku tanyakan si kakak langsung uangnya buat apa, dijawab “ aku taruh angry bird..” Ohh.. Ternyata tuh uang sewa rental dimasukkan di celengan dia. Aku bilangi supaya uangnya sama dipake saku sekolah, biar nggak minta Mbah lagi, sisanya baru masuk celengan. Akhirnya sekalian deh aku ajari bikin catatan pembukuannya. Beh 😀

Anyhow, setelah itu aku malah mikir, ide kakak boleh juga tuh. Kenapa nggak buat rental PS aja dirumah nanti? Lumayan bisa memanfaatkan areal Carport, toh belum ada mobilnya juga. Nambah 1 atau 2 unit lagi pakai cicilan kartu kredit, nggak masalah banget. Hutang asal dananya dikembangkan, itu bagus.

Apalagi nanti klo si Ayah sudah pulang dari Rumah Sakit, si Ayah pastinya masih harus stay di rumah, so buat ngisi kesibukan seems to be good idea. Biar nggak jenuh nantinya.

Rencana ini aku sampaikan ke si Ayah dan setuju, trus kukasih tahu ke si kakak, dia excited banget. Aku bilang tunggu ayah pulang dan nempati rumah kita lagi, baru nanti kita buka rental. Untungnya lokasi rumah berada di tengah-tengah, pas perempatan 2 jalan kembar utama, biasa adi center of activity di situ. Bersebelahan dengan Toko besar.

So, akhirnya malam ini daku serius googling dengan kata kunci “usaha rental PS2”. Mentelengi beberapa tulisan yang membahas peluang usaha ini lengkap dengan hitungannya. Semoga rencana ini bisa jalan, amin….

Comments (34) »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352