Archive for January, 2014

Dia Terbukti ?

Ga Percaya!
Jadi, kira-kira sebulanan yang lalu, ada teman ex kantor lamaku kirim kabar via email , bahwa salah satu teman kami, sekarang ini lagi kena masalah hukum. Dia muncul di berita koran local atas kasus suap perijinan. Dia tidak dituduh sendiri, melainkan bersama teman satu bagian. Awalnya nggak yakin banget, masak nama lengkapnya dia sesuai yang di koran…. Mendadak amnesia. Ah, enggak lah, ga mungkin. Aku percaya dia tidak seperti itu.

Dan, berselang beberapa minggu kemudian, ada teman lain yang nge-forward pdf berita Koran, mengenai dia lagi. Tuh koran pake poto. Beh, beneran diaaaa?? Iya bener, aku kenal banget itu poto. Emang dia. sekarang dia bener-bener sudah di tahan !! Kaget, masak sih terbukti ? Nggak salah tuduh kah? Apa mungkin dia cuman kecatut-catut ?

Bisa jadi, aku memang orang yang susah percaya sesuatu, klo udah yakin akan sesuatu. Pertama dengar berita sampe sekarang pun masih sulit mempercayainya. Ragu bagaimana itu kawan ‘bisa’ melakukan hal begituan. Aku masih menganggap, pasti gara-gara teman sekantornya atau lingkungannya. Pasti dia keseret, bukan inisiatif dia.

Apa benar memang keadaan bisa cepat merubah seseorang yah? Orang yang dulunya aku kenal sebagai orang baik, bahkan bersih dalam beberapa hal, trus karena sesuatu yang kita nggak tahu bisa menyeret dia terjebak ke sesuatu yang salah.

Aku merasa tahu banget karakter dia, karena dulu kita pernah sama-sama ditugaskan bareng di Samarinda, hidup satu mess bersama beberapa teman lainnya. Banyak suka duka disana, kemana mana grudukan bareng, tahu betul gimana dia kesehariannya plus hal-hal kecil lainnya.
Terakhir ketemuan yaitu pas diundang ke rumah si Bos pemilik pabrik. Seperti reuni. Cerita punya cerita, akhirnya baru tahu dia kerja di Pemkot, bagian hukum klo nggak salah.

Then sore ini, aku dijemput teman-teman kantor lama untuk mengunjungi dia di Rutan. Kami ada 6 orang. But sayangnya nggak jodoh. Kita nggak bisa masuk karena sudah diluar jam kunjung. Si pak petugas dengan tegas tidak memperbolehkan ketemu dengan alasan apapun. Itupun bicaranya lewat kotak kecil jaring-jaring berukuran 20cm x 20 cm. kayak ngintip gituuu . Terpampang pengumuman di depan bahwa jika menyuap petugas maka diancam penjara 3 tahun atau denda 150 juta.
Yasudah, akhirnya aku berinisiatif menulis pesan di kertas aja untuk titip diberikan ke dia. At least dia akan tahu kami teman-temannya sudah datang.

2014-01-25 15.14.412014-01-25 15.14.16

Well, siapa sangka klo sekarang berakhir seperti ini . Walaupun kabarnya dia hanya ‘dapat ‘ sedikit dibandingkan teman yang satunya yang jauh lebih besar. Tapi malah seakan-akan dia yang diberitakan sebagai pelaku utama.
Entahlah, benar bersalah atau tidak, yang jelas proses hukum masih berjalan. Semoga cobaan ini memberikan banyak hikmah kepadanya.

Advertisements

Comments (35) »

Galau Si Calon Pengantin

Oleh-oleh makan siang di kantor tadi….

**Sejak awal aku udah bilangi dia klo aku ga bisa masak. Biar dia sampaikan juga ke ibunya. Trus dia nanya “tapi sampeyan bisa cuci-cuci piring kan?” **

** aku paling bingung klo diajak ke ayah ibunya. Gak bisa bahasa jawa halus. Ya masak bahasa indonesia. Dikira nanti gimana. Mana selau kehabisan bahan pembicaraan**

** senin sampe jumat tinggal di rumahku(ortu). Sabtu minggu pulang kerumah dia (ortu)**

Lalu…

Gantian si kemanten kawak yang sudah beranak mengompori…

** tenang nanti ada saatnya suami akan berada ditengah-tengah untuk mendamaikan**

**klo ada acara hajatan keluarga, nanti harus siap jika dikasih tugas membantu pekerjaan memasak. Siap siap jadi bahan perbincangan klo kita nggak bisa**

**Habis merit harus memisahkan diri. Segera cari kontrakan**

**……. karena itu ada bunga lidah mertua. Karena apa cobak?…..**

Well well well… Menikah itu tantangan. Gak usah takud gak bisa masak. Bisa dipelajari. Akan ada banyak permasalahan kecil ataupun besar, tapi itu semua akan mendewasakan kita.

Buat teman kantor yang mau merit minggu depan, keep going and everything will be fine. Percaya deh!!

Comments (76) »

Berternak, Insyallah…

Dahulu kala, ibuku punya usaha ternak ayam petelur sampai 300-an ekor lebih. Kandang dibuat di pekarangan belakang rumah. Maklum rumah kami rumah MeWah 😀 … Tau kan ? Usaha ini sengaja dimulai untuk membiayai selama aku kuliah. Ndilalah pas mau mau lulus, e’e Negara gonjang-ganjing kena krisis moneter yang berbuntut pergantian orde baru.
Waktu itu pakan mahal, peternak pada bangkrut. Bahkan banyak peternak besar mengobral ayam dengan menjajakannya ke desa-desa, dengan harga semurah-murahnya. Ancur –ancuran deh pokoknya.

Ternak tutup, lalu beberapa tahun kemudian ibu bikin kos-kosan disitu.

**
Then kapan itu si kakak pernah aku belikan ayam kecil warna warni buat ‘mainan’. Ditaruh dibelakang rumah. Eh..ndilalah jodoh, gede banget badannya si ayam. Bingung deh klo udah miber-miber. Aku suruh sembelih aja tapi nggak boleh. Katanya takut nanti nggak bisa ketemu di surga he he… akhirnya kebingungan ama kotorannya, diungsikan deh di Mbah.

Nih gambarnya, dari beli masih seuprit, cuman 3 ribuan jadi segede ini

2013-02-28 07.13.55

2012-11-24 06.23.40

Nah pas si ayah di RSAL kemarin, intens cari-cari peluang usaha, tiba-tiba dia tertarik sama ayam Kalkun. Emang ada apanya juga…. Tuh ternak nggak umum, nggak banyak dikonsumsi masyarakat. Akhirnya iseng-iseng aku baca searching-annya ayah.

Mmmh, boleh juga sih dicoba nantinya. Udah nggak kepingin dia kerja di perusahaan lagi, biarlah nanti usaha sendiri aja. Maunya pengen sama kambing Etawa juga dia.

Well, balik lagi. Ide berternak , karena emang bermulanya pengen manfaatkan tanah pekarangan sisa kos-kosan yang masih cukup lebar. Masa tuh tanah kosong malah diisi ayam-ayamnya orang yang nge-kos disitu.

Rata-rata sekarang mereka pada punya piaraan ayam, sedangkan ibuku yang jadi Bu Kos nggak punya piaraan sama sekali. Malah beberapa tahun yang lalu ada salah satu pengekos yang punya piaraan kambing beberapa ekor. Bayangkan!

Beruntung tempat ortu cuman sekitar 1,5 kilo meter dari rumah kami. Insyallah nanti pengen serius klo si ayah sudah pulih total.

Sementara ini sudah beli sepasang indukan kalkun plus 5 anakan. Buat warming up. Anggap kuliah praktek, sambil belajar langsung terjun. Karena si kakak juga exited ama kalkun-kalkun itu, sampe nggak mau diajak pulang rumah.

akhirnya aku belikan 2 ekor kalkun lagi yang agak muda untuk ditaruh dirumah sendiri. Terpaksa deh beli kandang kecil. Rencananya klo udah siap telur, ntar dipindah ke Mbah biar dikawin ama pejantan disana.

Si kakak lumayan open ( e-nya pake pepet). dia care banget. lebih telaten dari pada si adik. judulnya sih 1 punya Mas, 1-nya punya si adik. tapi adik ga pernah ikut cawe-cawe.
Sepulang kerja tadi pengennya beli rantai, rencana kandang mau ditaruh di luar, di tempat tanaman-tanaman jalan. kayak kandangnya tetangga sebelah. Nah berhubung kalkun tuh harganya mahal amir, maka harus digembok. Semoga nggak ada yang jahil, mudah-mudahan kandang nggak diangkat pergi.

So, mudah-mudahan jodoh deh dan menjadi jalan pembuka rejeki-Nya. Amin…

Nih aksi si kakak mengurusi si kalkun.

2013-12-29 15.45.58

2013-12-30 06.58.17

2014-01-02 06.16.57

Comments (69) »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352