Dia Terbukti ?

Ga Percaya!
Jadi, kira-kira sebulanan yang lalu, ada teman ex kantor lamaku kirim kabar via email , bahwa salah satu teman kami, sekarang ini lagi kena masalah hukum. Dia muncul di berita koran local atas kasus suap perijinan. Dia tidak dituduh sendiri, melainkan bersama teman satu bagian. Awalnya nggak yakin banget, masak nama lengkapnya dia sesuai yang di koran…. Mendadak amnesia. Ah, enggak lah, ga mungkin. Aku percaya dia tidak seperti itu.

Dan, berselang beberapa minggu kemudian, ada teman lain yang nge-forward pdf berita Koran, mengenai dia lagi. Tuh koran pake poto. Beh, beneran diaaaa?? Iya bener, aku kenal banget itu poto. Emang dia. sekarang dia bener-bener sudah di tahan !! Kaget, masak sih terbukti ? Nggak salah tuduh kah? Apa mungkin dia cuman kecatut-catut ?

Bisa jadi, aku memang orang yang susah percaya sesuatu, klo udah yakin akan sesuatu. Pertama dengar berita sampe sekarang pun masih sulit mempercayainya. Ragu bagaimana itu kawan ‘bisa’ melakukan hal begituan. Aku masih menganggap, pasti gara-gara teman sekantornya atau lingkungannya. Pasti dia keseret, bukan inisiatif dia.

Apa benar memang keadaan bisa cepat merubah seseorang yah? Orang yang dulunya aku kenal sebagai orang baik, bahkan bersih dalam beberapa hal, trus karena sesuatu yang kita nggak tahu bisa menyeret dia terjebak ke sesuatu yang salah.

Aku merasa tahu banget karakter dia, karena dulu kita pernah sama-sama ditugaskan bareng di Samarinda, hidup satu mess bersama beberapa teman lainnya. Banyak suka duka disana, kemana mana grudukan bareng, tahu betul gimana dia kesehariannya plus hal-hal kecil lainnya.
Terakhir ketemuan yaitu pas diundang ke rumah si Bos pemilik pabrik. Seperti reuni. Cerita punya cerita, akhirnya baru tahu dia kerja di Pemkot, bagian hukum klo nggak salah.

Then sore ini, aku dijemput teman-teman kantor lama untuk mengunjungi dia di Rutan. Kami ada 6 orang. But sayangnya nggak jodoh. Kita nggak bisa masuk karena sudah diluar jam kunjung. Si pak petugas dengan tegas tidak memperbolehkan ketemu dengan alasan apapun. Itupun bicaranya lewat kotak kecil jaring-jaring berukuran 20cm x 20 cm. kayak ngintip gituuu . Terpampang pengumuman di depan bahwa jika menyuap petugas maka diancam penjara 3 tahun atau denda 150 juta.
Yasudah, akhirnya aku berinisiatif menulis pesan di kertas aja untuk titip diberikan ke dia. At least dia akan tahu kami teman-temannya sudah datang.

2014-01-25 15.14.412014-01-25 15.14.16

Well, siapa sangka klo sekarang berakhir seperti ini . Walaupun kabarnya dia hanya ‘dapat ‘ sedikit dibandingkan teman yang satunya yang jauh lebih besar. Tapi malah seakan-akan dia yang diberitakan sebagai pelaku utama.
Entahlah, benar bersalah atau tidak, yang jelas proses hukum masih berjalan. Semoga cobaan ini memberikan banyak hikmah kepadanya.

Advertisements

35 Responses so far »

  1. 1

    nurme said,

    Mbak… dia emang bener terlibat atau hanya jadi korban?saya ga bisa baca tulisannya.. pemandangan belakang terlalu terang, tulisan hitam jadi agak susah baca tulisan Mbak

    • 2

      Ina said,

      kuk bisa gitu yah? kepengaruh ama kneksi kali yah..?
      mmmh, ada yg bilang sih udah ada bukti hitam diatas putihnya. hiks….ikut menyesalkan

      • 3

        nurme said,

        Yaa bener koneksi Mbak, setelah komentar bisa baca baru deh..

        Sayang sekali ya.. padahal dah dijalur yang bener sebelumnya, mungkin dia khilaf ya Mbak.. Ikutan nyesel dengernya

      • 4

        Ina said,

        nah itulah… dasarnya dah benar, kena pengaruh linkungan dan sejawat yang nggak bersih. tercemar deh

  2. 5

    nurme said,

    Udah bisa bacaaa… pelajaran ya Mbak.. walau sedikit, mendingan gak usah deh.. rezeki itu ga perlu ngoyo, slow but sure ajah, Insya Allah perlahan akan dikabulkan oleh Allah kok *pengalam pribadi yang jarang ngoyo

  3. 16

    Arman said,

    iya walaupun sedikit tapi ya akhirnya tetep kena hukuman ya. jadi pembelajaran, namanya suap mau sedikit atau banyak mendingan jangan deh karena itu gak jujur. ya gak… 🙂

  4. 18

    Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.
    Wajib bagi kita untuk mempelajari hukum yang berlaku agar tidak mudah terseret permainan lingkungan kantor / teman sejawat.

    • 19

      Ina said,

      bener mas. ati2 yg kerja di pemerintahan. teman sekitar berbahaya bs jadi. insyallah klo kerja swasta lingkungan baik baik aja. mudah2an tdk terjadi.

  5. 20

    jampang said,

    semoga kita bisa terhindar dari yg demikian

  6. 22

    capung2 said,

    kerja di birokrasi mmg hrs hati2 terlebih dgn urusan tandatangan.. lengah sedikit, hukum berbicara.

  7. 24

    tinsyam said,

    orang berubah jeng.. omku, tetanggaku, sepupuku, sahabatku, ada yang masuk penjara.. karena korupsi, narkoba, pembunuhan.. ga ku sangka yang dulunya baik, eehh buatku sih tetep baik, hanya keadaan yang membuat begitu.. [salahkan keadaan?]

    • 25

      Ina said,

      iya keadaan yg salah !! haha… pasti pns semua ya mba Tin?
      kasian juga anak istrinya klo ditinggal hidup di penjara. gak mikir apa sblmnya?

  8. 26

    Yudhi Hendro said,

    Dalam bekerja, urusan yang berkaitan dengan uang memang harus hati-hati dan teliti, mbak

  9. 28

    bundamuna said,

    Mbak Ina.. Aku jg prnh punya pengalaman mengunjungi lapas dan menjenguk rekan kerja yg ditahan selama 3 bln. Kasusnya? Sepele bgt! Ribut sama tetangganya 😦
    Emang dasar tetangganya itu rese yaa.. Dan dia punya bnyk ‘koneksi’ jd gampanglah tmnku itu dicatut sama polisi kmd dibui 😦
    Msh alhamdulillah status PNS nya tmnku itu gak dicabut dan dia gak kena sanksi profesi. Kita hrs bisa ambil hikmahnya yaa mbak..

  10. 30

    novianadewi said,

    Orang berubah mah bisa aja, Mbak. Yang tadinya jujur, lurus karena kepepet kebutuhan atau terpengaruh lingkungan bisa aja jadi nggak lurus lagi.
    Pelajaran buat kita, mesti ingat Tuhan tiap saat biar nggak kebablasan.
    Makasih sharingnya yaa…

    • 31

      Ina said,

      he em. kepepet kali yah… makanya ngga boleh mepet2 😀
      termasuk harus tega menolak klo ada yg mau nyuap. jangan sampe malah minta2.

  11. 32

    danirachmat said,

    Kadang orang kena sandung sesuatu bukan semuanya karena kesengajaan sih Mba Ina. Tapi memang kita gak pernah tahu orang lain itu sebenernya gimana. Semoga kalo memang beliau tidak tersangkut bisa segera diclearkan.

    • 33

      Ina said,

      bener bener… mbah mbah bilang urip kuwi kudu ati ati. yah biar terhindar sandungan2 yg gak diketahui macam begini.
      semoga emang ga salah.

  12. 34

    Wong Cilik said,

    ikut prihatin untuk temennya mb …
    kalau urusan uang memang harus extra hati2 ya …


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: