Archive for February, 2014

Galau Balau

Alias lagi galau disertai perasaan kacau balau….

setiap kali teringat, langsung mendadak sedih. Siapa sangka umurnya tidaklah panjang. 3 bulan lagi semua tinggal kenangan. selama ini aku eluh-eluhkan “kecantikannya” ternyata semuanya akan berakhir, tidak akan ada artinya lagi.

*prolog lebaih….

semua gara-gara flexi !!

Aku memang kurang updet. baru tahu berita ini sekitar 2-3 hari yang lalu. itupun karena dikasih tahu customer kantorku karena pas minta nomor telpon aku kasih nomor flexi-ku. histeris deh. langsung searching beritanya ternyata benar , flexy dan beberapa operator CDMA yang lainnya akan segera mengakhiri hidupnya. dan berita ini udah sejak December tahun lalu. anehnya, teman-teman sekitarku yang aku tanya juga rata-rata mengaku baru tahu.

baru nyadar ternyata init ho alasannya…. Bulan September 2013 lalu aku ke plaza Telkom minta ganti cartu flexy classy ke kartu baru yang ada fasilitas broadband-nya. dengan harapan sih pengen internetan pke hape lancar jaya, ga pke lemot. udah nulis ini itu, tanda tangan form , eh pas mau diproses katanya system dia masih error. lalu dijanjikan ntar dihubungi kalo udah bisa. sampe aku datangi lagi dan nggak kunjung ada jawaban. dan sampai sekarang pun tidak di telpon. tidak ada kabar.

trus buat apa HP-ku nanti? hape yang dirumah juga dibuang sisan? nomor cantikku sia-sia donk hiks…. padahal sekitar 9 tahun lalu temanku nawar nomor cantikku dengan harga yang mahal buat usaha dia. sekarang? hanguuuuuss.

masih belum sepenuhnya rela. Masih dongkol klo dipaksa ganti nomor baru plus kudu beli hape GSM baru. terpaksa harus menghitung ulang anggaran. waktuku sisa 1,5 bulan aja berarti untuk beli hp baru.

Mau nyicil? Duh nggak deh, udah kebanyakan

Comments (80) »

Ketemu Gunung

Saiki loh misale onok geni tros sampen dikon ngelunggoi, gelem ta ?” . “ Yo kabeh iku ketemu sandang pangan. tapi kudu ditepakno tibo opo tibo opo-ne…”

hehe… ada yang ga ngerti yah?

Dia tukang bangunan yang bakal kita pakai. Kita rencana mau bikin toko. kemarin sore dia datang kerumah buat memastikan seperti apa gambaran bangunan yang kita inginkan. Trus juga membahas hari.

kalo aku ama suami sih nggak begitu perhatian urusan hari, pasrah dowang. malah maunya cepet-cepet aja, gak usah tunggu-tungguan ‘hari baik’ . Supaya uangnya nggak katut untuk pengeluaran yang nggak jelas.

Saya itu kerja pengen saya enak yang punya juga enak. apalagi buat Toko, dibuat sumber sandang pangan”. “ Bulan ini hari yang pas cuman ada dua. insyallah ini nanti yah pas ketemu sandang pangan yah pas gunung”. begitu dia menambahkan.

katanya kalau harinya pas ketemu api, maka kemungkinan toko bakal beras ‘panas’, gak nyaman, gak krasan walhasil pelanggan nggak pengen beli. trus ada juga yang itungannya ketemu air, artinya, walopun usaha lancar jaya, tapi uang mengalir terus nggak mandek-mandek. nah yang dicari buat usaha out apa? Aabannya adalah : GUNUNG.

ooohhh”, cuman bisa manthuk-manthuk.

Dulu pas kami menikah, keluarga suami termasuk keluarga yang nggak begitu peduli dengan itungan ini dan itu. semua hari baik!! Walhasil karena ‘salah hari’ itu, ibuku di-paido sodara kenapa milih hari lain. tau lah…

But oke lah. Nganut aja. semoga ini menjadi doa yang baik, bukan bermaksud percaya hal-hal begituan. Bismillah. semua dari Allah, Dia yang menghendaki segala sesuatu.

Sebenarnya ada banyak rencana di kepala. Ide bikin toko ini termasuk mendadak, tapi action realisasiannya lumayan cepat.

Jauh sebelum ini, aku sudah punya mimpi kalau nanti pengen bikin usaha di tempatnya ortu, yaitu sanggar senam yang digabung dengan usaha berjualan. Tapi itupun tidak jelas kapan. Hanya angan-angan. Karena pastinya butuh dana yang besar. Dulu aku masih punya waktu buat senam. sekarang sudah lamaaa banget nggak pernah. entahlah apa aku masih berkeinginan buka sanggar.

But, saat ini aku sudah tidak hanya mimpi, walaupun tidak sebagaimana mimpi awal-ku, tidak semegah yang aku angan-angan dulunya. Banyak ide lainnya yang siap untuk dijalankan, hanya menunggu situasinya memungkinkan. Sebuah toko alat tulis dan perlengkapan sekolah. Meskipun kecil, tapi ini adalah yang paling memungkinkan untuk dijalankan. Ada mbak ipar yang pengen kegiatan, dia exited dengan rencana ini, dia bersedia mengelola. Toko ini bakal nempel rumahnya, tepat di halaman pelataran rumah ortu. Lumayan bisa menambah penghasilan. Beruntung rumah ibu ini berada di jalanan tembus yang menjadi jalan utama ke arah kota ( baca: pasar & pertokoan). kalo harga bisa sama, ngapain harus beli jauh-jauh kan? disamping itu, di dekat rumah, ada sekolahan SD juga.

2014-01-11 16.05.49

Manusia hanya bisa berusaha, ber-ihtiar menjemput rejeki-Nya, tapi Dia-lah yang menentukan.

Well, ini adalah Giveaway pertama yang aku ikuti, postingan “last minute”… Secara sekarang udah hari terakhir batas keikutsertaan 😀

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu ?

giveaway-kolaborasi-banner-ii2

Comments (40) »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

isinya biasa-biasa saja

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352