Ketemu Gunung

Saiki loh misale onok geni tros sampen dikon ngelunggoi, gelem ta ?” . “ Yo kabeh iku ketemu sandang pangan. tapi kudu ditepakno tibo opo tibo opo-ne…”

hehe… ada yang ga ngerti yah?

Dia tukang bangunan yang bakal kita pakai. Kita rencana mau bikin toko. kemarin sore dia datang kerumah buat memastikan seperti apa gambaran bangunan yang kita inginkan. Trus juga membahas hari.

kalo aku ama suami sih nggak begitu perhatian urusan hari, pasrah dowang. malah maunya cepet-cepet aja, gak usah tunggu-tungguan ‘hari baik’ . Supaya uangnya nggak katut untuk pengeluaran yang nggak jelas.

Saya itu kerja pengen saya enak yang punya juga enak. apalagi buat Toko, dibuat sumber sandang pangan”. “ Bulan ini hari yang pas cuman ada dua. insyallah ini nanti yah pas ketemu sandang pangan yah pas gunung”. begitu dia menambahkan.

katanya kalau harinya pas ketemu api, maka kemungkinan toko bakal beras ‘panas’, gak nyaman, gak krasan walhasil pelanggan nggak pengen beli. trus ada juga yang itungannya ketemu air, artinya, walopun usaha lancar jaya, tapi uang mengalir terus nggak mandek-mandek. nah yang dicari buat usaha out apa? Aabannya adalah : GUNUNG.

ooohhh”, cuman bisa manthuk-manthuk.

Dulu pas kami menikah, keluarga suami termasuk keluarga yang nggak begitu peduli dengan itungan ini dan itu. semua hari baik!! Walhasil karena ‘salah hari’ itu, ibuku di-paido sodara kenapa milih hari lain. tau lah…

But oke lah. Nganut aja. semoga ini menjadi doa yang baik, bukan bermaksud percaya hal-hal begituan. Bismillah. semua dari Allah, Dia yang menghendaki segala sesuatu.

Sebenarnya ada banyak rencana di kepala. Ide bikin toko ini termasuk mendadak, tapi action realisasiannya lumayan cepat.

Jauh sebelum ini, aku sudah punya mimpi kalau nanti pengen bikin usaha di tempatnya ortu, yaitu sanggar senam yang digabung dengan usaha berjualan. Tapi itupun tidak jelas kapan. Hanya angan-angan. Karena pastinya butuh dana yang besar. Dulu aku masih punya waktu buat senam. sekarang sudah lamaaa banget nggak pernah. entahlah apa aku masih berkeinginan buka sanggar.

But, saat ini aku sudah tidak hanya mimpi, walaupun tidak sebagaimana mimpi awal-ku, tidak semegah yang aku angan-angan dulunya. Banyak ide lainnya yang siap untuk dijalankan, hanya menunggu situasinya memungkinkan. Sebuah toko alat tulis dan perlengkapan sekolah. Meskipun kecil, tapi ini adalah yang paling memungkinkan untuk dijalankan. Ada mbak ipar yang pengen kegiatan, dia exited dengan rencana ini, dia bersedia mengelola. Toko ini bakal nempel rumahnya, tepat di halaman pelataran rumah ortu. Lumayan bisa menambah penghasilan. Beruntung rumah ibu ini berada di jalanan tembus yang menjadi jalan utama ke arah kota ( baca: pasar & pertokoan). kalo harga bisa sama, ngapain harus beli jauh-jauh kan? disamping itu, di dekat rumah, ada sekolahan SD juga.

2014-01-11 16.05.49

Manusia hanya bisa berusaha, ber-ihtiar menjemput rejeki-Nya, tapi Dia-lah yang menentukan.

Well, ini adalah Giveaway pertama yang aku ikuti, postingan “last minute”… Secara sekarang udah hari terakhir batas keikutsertaan 😀

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu ?

giveaway-kolaborasi-banner-ii2

Advertisements

40 Responses so far »

  1. 1

    iniituiqbal said,

    itulah kearifan lokal yang sampai saat ini masih dilestarikan.

  2. 3

    nengwie said,

    Pertama baca langsung ngacuung, sayaaa..sayaa ngga ngerti hehe

    Tp orang tua dulu masih suka itung2an hari yaaa.. Duluu mau nikah, diundur ke bln tertentu krn katanya ndak baik, jd yaa manut saja, sama kaya mbak Ina untuk menghormati orang tua.

    Waahh pinter senaaamm.. Jd pengen senam biar badan segar 🙂

    • 4

      Ina said,

      lho klo sunda juga pke itungan Teh? apa sama yah cara ngitungnya kya jawa ?

      sdh 2 thnan ga senam Te, baju2 nganggur. kaku badan. msh blm nemu waktu. pulang kerja dah mualem. teteh disana olahraga apa? tapi jgn capek2 deh ga ada tukang pijet 😀

      • 5

        nengwie said,

        Ooh yang itung2an itu keluarga dari mas Tri mbak ina.

        Duluuu ikutan Pilates, cuma ikut bentar doang trs ngga lagi, ya paling sesepedahan saja, tp memang OR itu perlu deh buat teteh, biar badan seger 🙂

      • 6

        Ina said,

        Iya Te yg pentibg ngalah aja dari pada rame ama keluarga. Jalan tengah. Utk menjaga silaturrahim aja

  3. 7

    emh, iyah. Roaming nih… hehe… apapun impiannya semoga yah…

  4. 9

    hensamfamily said,

    Di keluargaku tidak mengenal hitungan hari seperti itu. Sepertinya orang Sumatra kebanyakan ga kenal juga kali ya. Tapi kalo yang ngomongin orang tua aku milih manut aja. Lebih ke tujuan menghormati saja.

  5. 13

    danirachmat said,

    Wuiiih, emang ya Mba Ina, itung-itungan hari buat orang yang percaya itu penting banget. Kalo saya mah udahjalan aja yang penting semuanya lancar.Hehehehe.
    Semoga segera terwujud Mba impian-impiannya dan semoga sukses ya Mbagiveawaynya.. 😀

    • 14

      Ina said,

      bapak ibu gak pke cawe2 milih hari mas? misal pas ngleboni omah? duduk pademi? or merit?
      *keknya skrg sy lebih lunak alias manut aja ma org tua.

  6. 15

    Yudhi Hendro said,

    bahasanya seperti di JTV, mbak Ina. pertama ikut GA semoga sukses. lak ngono tah 🙂

    • 16

      Ina said,

      haha… khas kasarnya. jtv tuh ya kadang bahasanya keterlaluan juga sih. tapi lucu aja. masak ibu2 disebutnya mbok ndewor. aneh2 ae.
      harusnya panitia memenangkan aku ya mas biar lebih semangat ikut lomba yg berikutnya.

      • 17

        nurme said,

        Aiii merayu ini judulnya… hahahahahhaha

      • 18

        Yudhi Hendro said,

        Aku juga senang nonton JTV, mbak. iku lho pengajian blusukan dan ilir-ilir. atine cekne adem. apalagi kalau nonton film barat yg ngomongnya pakai logat suroboyoan. tambah ngakak.

        wis lah, gak menang yo gak opo-opo, mbak. aku malah udah belasan kali ikut ga dan sejenisnya, juga belum pernah menang, menang ora menang sing penting nulis jalan terus.

      • 19

        Ina said,

        waah pemirsa setia jugak trnyata….

        benar2 terjemahan ngoko bebas deh klo dubbing pelem. hahaha… metu kabeh pisuan2 khas-e. biasa pole dadi ndang lucune.

        sampean asli ndi se jane? koq meh ngoko2 sisan? bosone kyo idek2 kene ae.

      • 20

        Yudhi Hendro said,

        iyo, mbak daripada nonton tv nasional, banyak yg nggak mutu, malah bikin mumet. mendingan nonton JTV terutama acara pengajiane iku, lho.

        aku termasuk wong nomaden. lahir ning semarang, mbak. sekolah kelas 4-6 SD ning Tulungagung, SMP-SMA ning Cirebon dan Jogja. Kerjo ning Kalimantan. Muter-muter kayak kitiran 🙂

  7. 21

    jampang said,

    ketemu gunung filosofinya apa, koq saya nggak baca seperti ketemu api dan air? dan ketemu itu maksudnya gimana?
    jadi banyak nanya 😀

    • 22

      Ina said,

      hehe… waduh jawabannya apa yah.

      “ketemu” disini dlm bhs jawa, keknya nggak match dlm arti ketemu bhs indo. ih tapi koq susah njelaskannya yah…

      jadi intinya yg pas hari itungan “gunung” adalah itulah hari yg bagus untuk memulai pembangunan toko, begitu si tukang batu/ortu tadi menyarankan.

      klo ketemu hari ‘gunung’ diharapkan sbg hari baik, semoga rejekinya numpuk terus menggunung… gak ngalir menghilang. gtu kali ya

  8. 23

    nurme said,

    Makasih Mbak Ina dah ikutan GA kami.
    Iya kalau ketemu api ga bagus, ketemu air katanya bagus. ketemu gunung mungkin rezeki akan menggunung ya…

    Bagus juga ini idenya..

  9. 26

    duniaely said,

    semoga sukses ya mbak GA nya 🙂

  10. 28

    enkoos said,

    Ngelunggoi maksude nglungguhi tah ning?

  11. 31

    Yeye said,

    Sukses GA nya 🙂

  12. 33

    capung2 said,

    Sya punya toko kecil di rumah mb dan dlu membangunnya gag pake ngeliat hari.. pegang uang, langsung cari tukang..

    • 34

      Ina said,

      bener, cukup uang berapa ditangan gak pke ini dan itu…
      begitulah orang jawa. onooo ae. bismillah tetap dalam ridlo-Nya.
      btw jualan apa aja nih?
      *pertanyaan calon bakul

  13. 35

    kanvassenja said,

    klo jawa ama madura itu seperti itu pasti mbak.. seperti juga nentuin hari nikah.. ekstrimnya lagi lok misal bangun rumah.. awal dari mana kita bangun pun ditentuin selamet katanya..

    salam
    senja…

    • 36

      Ina said,

      iya yah hampir ektrim klo urusan bangun membangun. selama ini saya cuek aja, tapi kali ini nganut aja deh. toh nggak harus cepat2.
      *baru tahu madura juga pke itungan hari

  14. 37

    sunarno2010 said,

    alhamdulillah, saya tidak mengalami hal-hal seperti itu, sekolah, nikah, kerja, pindah rumah, semua hari adalah baik, hanya dipaskan saja waktu luangnya.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352

%d bloggers like this: