Archive for Health

Rindu Pulang

Di perjalanan ke kantor kemarin, teman-teman bercerita klo hari itu banyak yang pada ijin cuti ataupun masuk siang dikarenakan hari itu adalah hari pertama masuk sekolah. rata-rata mereka sedang mendampingi anaknya, baik karena si kecil baru masuk sekolah atau sekedar ada yang karena heboh harus berangkat lebih pagi buat mencarikan tempat duduk / bangku.

Masih ingat, dua tahun lalu, si kakak masuk SD, dan si adik masuk TK, aku sama suami libur, bagi-bagi tugas mendampingi. Setahun kemudian, karena momen pindahan, masing-masing pindah sekolah di tempat yang baru dan aku pun cuti mengantarnya. Demikian pula aku dan suami libur lagi waktu si Adik mau masuk sekolah baru di TK B.

Sekarang ini si Adik sudah masuk SD. seandainya saja keadaan normal, jelas momen begini jadi alasan tepat buat aku untuk menghabiskan cuti, sebagaimana tahun yang sudah-sudah. sayangnya apa boleh buat, kondisi saat ini masih belum normal. sehingga kami sebagai orang tua tidak memungkinkan mendampingi di hari pertamanya. Waktu pertama kali dia MOS, hampir saja nggak mau masuk. Jadwal mulai jam 7 pagi, tapi akhirnya baru berhasil membawanya ke sekolah jam Sembilan.

Kini situasinya memang luar ‘biasa’. sejak si Ayah kecelakaan awal April lalu, terpaksa kami pisah sama anak-anak. Belum pernah sampai sedemikian lama. Sejak bayi, kami berusaha bersama, walaupun kami berdua kerja dan puas ketemu sebentar di malam hari, tapi tidak pernah meninggalkannya sama sekali.

Sejak kejadian itu aku hanya berkesempatan menginap dirumah 2 kali. Setiap harinya, aku harus menemani si Ayah yang masih dalam perawatan intensif di rumah keluarga. anak-anak tetap di rumah, mbah-nya yang menemani.

Rasanya sudah sangat merindukan suasana kebersamaan kembali. Berharap besar maximal usai lebaran bisa pulang ke rumah, ternyata baru ‘sadar’ bahwa ternyata tidak memungkinkan, bahkan tidak pula dalam waktu dekat.
bahwa Ayah baru boleh dibawa pulang ke rumah, menunggu kondisi kulit yang tumbuh semprna menutup kaki serta ‘matang’. minimal klo si Ayah sudah bisa duduk, yaitu setelah external fixasi – pen kanan kiri diambil, baru kemudian memungkinkan dibawa pulang kembali.

Pada Sabtu kemarin, adalah kali ke-2nya aku berkesempatan bisa menginap di rumah. Banyak hal yang harus dibereskan.
Awal juni lalu, aku memutuskan memakai jasa pembantu rumah tangga. Sebagai persiapan, dengan harapan saat kami pulang nanti, sudah ada yang bantu aku dirumah plus merawat si Ayah. sayangnya tidak sesuai planning. Dan atas saran ortu plus kakak agar anak-anak sementara tinggal sama mereka , plus banyak pertimbangan yang lainnya, akhirnya si PRT aku berhentikan. Kepindahan anak-anak ke mbahnya perlu banyak tetek bengek yang harus dibawa, mulai dari baju-baju, buku-buku, mainan PS, sampai peralatan tidur kesayangannya.

Semoga saja segala sesuatunya segera kembali normal, bisa bersama-sama anak-anak kembali.

Advertisements

Comments (32) »

Badai Segera Berlalu

Alhamdulillah akhirnya bisa menulis kembali. Swear, kangeeen banget ama blogging.

Siapa sangka setelah jurnal terakhirku yang bercerita kepalaku terbentur sampe dua kali pada pagi itu, ternyata menjadi ‘pertanda’ buruk di siangnya 😦

03 April 2013. Sekitar jam 10;30 wib aku mendapat telpon dari atasan suamiku. Deg, tumben. “ Mbak, Mas Khoirul terkena kecelakaan di lokasi pekerjaan. Sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit”. Langsung nggak konsen. Pikiran resah, sedih, campur aduk.

Belum sampai aku menyusul, HRD-nya telpon bahwa misua dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Aku disuruh langsung menuju kesana. “Waduh, ini artinya parah”, pikirku. Mereka semua tidak menceritakan seperti apa. “Tidak apa-apa koq, cepat datang yah Mbak

Yup, hari itu misua aku telah mengalami kecelakaan Yang jelas kondisi luka yang ada terbuka lebar dimana daging /otot terurai (tergerus) di bagian paha sampai kaki yang disertai tulang kaki kanan patah – kaki kiri retak diakibatkan terlindas dumptruck dari belakang.

Ngeri jika dibayangkan. Tapi, ini kenyataan dan harus dihadapi. Dan aku melihat dengan mata kepalaku saat menemaninya difoto Rontgen pertama kali sesaat setelah pertolongan pertama. Aku melihat sendiri luka it. .Dia bilang lukanyaitu seperti kambing yang dikuliti. Memang. Sungguh aku nggak tega melihat dia kesakitan. Dia bahkan tidak pingsan sejak kejadian!!

Saat itu, di hari pertama kejadian, ada banyak pertarungan jiwa raga. Apalagi pada sore itu, sesaat sebelum naik ke kamar operasi. Si dokter menjelaskan kondisi suami. “………. Bahwa kaki kiri sampai dengan lutut 100% harus diamputasi. Lutut ke paha prosentasenya mendekati 100%. Dan itupun masih belum dijamin akan aman dari infeksi lanjutan yang bisa menyerang. Bisa jadi tiba-tiba organ yang ini bla bla. ……

Berat mendengarnya. Tidak ada pilihan selain pasrah dan berdoa. Bagaimana aku memanage diri agar aku kuat ‘melihat’ ini semua. Ada tangis yang tertahan, karena memang aku harus ber-tabah hati. Ada perasaan takud bakal jadi seperti apa nanti, karena memang saking parah kondisinya.

Dan, bersyukur Alhamdulillah datang pertolong Allah. Sekitar pukul 22.00 wib, Dokter Ortopedi yang mempimpin operasi keluar. Beliau menjelaskan bahwa ada perubahan ‘kondisi’ suami, dimana ternyata syaraf kaki masih baik dan diagnose menjadi “baru” kembali. Amputasi itu tidak dilakukan, masih akan diobservasi terus perkembangannya. Ya Robb, sungguh besar kasih sayang-Mu….. Engkau jawab doa kami. Yes, I call this a miracle!

Crush Injury Fenur. Degloving luas hingga inguinal. CF femur. 1/3 Proximal. Observasi TTA. Debridement. External Fixasi. Multiple Insisi. Ect……. Begitulah dokter memberikan status. Nggak begitu paham istilah tersebut.

Setelah operasi yang pertama itu, suami dirawat di ruang ICU selama 2 minggu ( 3 April sampai dengan tanggal 17 April 2013) . lalu selanjutnya perawatan dilakukan di ruang inap sampai saat sekarang. Rumah sakit menjadi ”rumah kedua”ku.
Saat aku kerja, aku memakai jasa penjaga. Pulang kerja langsung ke rumah sakit. Tidak terasa total sudah 50 harian kami disini. Selama itu aku berkesempatan pulang dan menginap di rumah hanya 1 malam bersama anak-anak. Kasihan mereka, kasih sayangnya kurang. Sedangkan tidak ada saudara yang bisa menjaga malam selain aku.
Sabar, sabar dan sabar, no choice. Semua ada akhirnya. Inna maal usri yusro……

Insyallah, besok kami akan pulang. Dokter sudah meng-acc . Sudah 5 kali operasi dilakukan. Terakhir operasi plastik – penutupan luka. Saat ini tinggal perawatan luka dan terapi yang akan dilakukan di rumah. Akan ada perawat dan terapis yang datang kerumah. Dan yang lebih penting adalah pemulihan kondisi psikis si sakit. Mudah-mudahan dengan terapi dirumah, segera bisa duduk, at least.

Well, Alhamdulillah satu step sudah terlewati. Semoga kami selalu diberi kekuatan, ketabahan dan keihlasan menjalani proses penyembuhan ini. Terimakasih kepada saudara dan teman-teman yang sudah bersimpati, mudah-mudahan kalian senantiasa dilindungi Allah dari bala’ dan segala musibah. Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga, maka jagalah.

Selesai ditulisnPukul 12;05 AM Ruang bedah I kamar nomor 7.

Comments (53) »

Liburan di Rumah Sakit

Postingan jurnal yang ditulis kemarin….

**
Semalam, mbak yang sakit Demam Berdarah itu minta pulang. Dia dan keluarganya sudah nggak tahan melanjutkan inap di situ karena Trombositnya nggak membaik juga. Masih keingat percakapan si Mbak ama suaminya beberapa waktu sebelumnya. “ Awak wes nggeblak ngene koq sik mikir kerjoan….”, ujar si suami. Dalam bahasa indonesianya : Badan sudah terbaring(sakit) gini koq masih mikir kerjaan.
Rencananya dia mau pindah Rumah Sakit lain. Semoga cepat sembuh aja.

Sebelumnya, saat si Mbak masih disini, enak, di kamar jadi ada temannya. Kemarin-kemarin walaupun aku ditinggal-tinggal pulang, maklum dekat rumah, pun di malam hari, aku nggak masalah. Toh aku juga sejak awal udah mandiri ke kamar mandi sendiri sambil nenteng infus.

Loh btw aku juga sakit? Iyya 
Rabu waktu pulang kerja, di mobil shuttle aku sudah nggak kuat menahan nyeri punggung yang sangat kuat plus badan demam. Langsung mampir ke Mbah Pijat, ternyata beliau lagi ada acara perayaan Maulid Nabi. Akhirnya pulang. but belum ada niat menemui dokter, masih mau memanfaatkan ‘sisa’ obat di kulkas.
2013-01-24 20.36.21
Kamis – 24 jan , berusaha searching google untuk memastikan indikasi obat-obatan yang masih ada untuk keluhan serupa. Diajak suami ke dokter masih aku semayani buat lihat reaksi obat. Aku gempur juga ama madu, temulawak kunir putih, kacang hijau….
Tapi yah… masih belum ada perubahan banyak. Sempat enak sebentar, lalu aku buat berkegiatan ‘dapur’. Sore hari pas bangun tidur, badan berasa berat dan setelah ke kamar mandi kena air, badanku malah semakin menggigil. Waduh, ini mah sudah harus ke dokter. Dalam hati sudah bertekat, aku harus di-tes darah. Jangan-jangan sakit itu kambuh….
Berhubung masih banyak tetek bengek urusan beresin si krucils yang kudu diselesaikan suami, akhirnya baru nyampe RS jam setengah delapanan. Sempat ketar-ketir kalo nggak nututi, soalnya petugas bagian Lab adanya sampai jam delapan aja.

Daaaan, hasil lab aku positif kena Typhus. Si dokter langsung menyarankan rawat inap. Aku keberatan awalnya. Tapi setelah dijelaskan resiko dan lama pengobatan kalau dengan rawat jalan, mulai berpikir…. Lalu si Dokter menyuruh aku menandatangani Formulir Penolakan Rawat Inap. Waduh, Ciyyuuss nih? Then I discuss it with hubby. Pikirku mumpung(?) lagi liburan nggak papa wes dipakai istirahat total at least 3 harian. Ganti si hubby yang menghadap dokter minta dijelasin kenapa harus rawat inap, resiko dan detail lainnya.

So, sejak kamis malam itu I stay at hospital. Saat ini, overall badan udah enak, fisik sudah nggak terlihat kaya pesakitan lagi, tensi dan suhu membaik beberapa saat sejak mulai dirawat.
“Nanti saya kasih obat lewat dubur, kalo sudah tidak ada keluhan di ulu hatinya, besok pagi boleh pulang”, kata ibu dokter cantik spesialis penyakit dalam kemarin (Sabtu malam).

Alhamdulillah … siang ini sudah bisa pulang. Mudah-mudahan bisa disiplin istirahat dirumah, nggak tergoda pekerjaan dapur 

*MinggupagiditulisdiruangdahliaRSPG-sambilnunggupulang

Comments (21) »

Batuk itu ….

Yang jelas batuk itu nggak enak. Tapi masih dalam kategori sakit ringan karena makan masih enak. Bayangin tuh klo kena penyakit yang mulut nggak enak dimasukin makanan, mana ada nikmatnya? Trus ada enaknya sih ( hah?)… iya, klo batuk, berat badan biasanya turun. Diet alami tho…

Batuk tuh sembuhnya susah-susah gampang, apalagi kadung akut. Cara tepat sih pas awal grok-grok di tenggorokan, yang pas berasa serik or gatal-gatal tuh, langsung ditangani. Nah klo dah kasep, kasep pula sembuhnya.

Sejak kemarin itulah, aku ‘sadar’ ternyata batukku parah. Udah lumayan ngekel  . nggak sendiri,  si Ayah, Adik, juga kena. Si kakak udah duluan tapi aku kasih obat apotik udah sembuh. Nah berhubung akunya  pulang pergi kantor pake antar jemput, duh sungkan banget  klo jenggang-jenggong gitu. Apalagi klo ditahan kan semakin syakit di daerah perut. Makanya kemarin pas pulang kerja, langsung request  berobat dokter aja. Yang penting dah usaha dokter, walaupun sih sebenarnya udah minum obat2 dokter sisa sebelumnya. Palingan beda di antibiotic aja yang nggak punya.

Bersyukur anggota mobil jemputanku orangnya ramah-ramah dan toleran. Jadi nggak lebih tersiksa. Kalo pas lyn yang lama, swear tersiksa lahir batin klo dah kena batuk. Bahkan, tersiksa batinnya lebih berat dari batuknya sendiri. Kepikiran klo si teman yang sensitive itu tertular dan harus ke THT yang katanya minimum 400rebu. Ada beban moral klo sampe tertular benar. Klo udah gitu biasanya mending istirahat dirumah.

But karena sekarang kerjaan lumayan padat di kantor, ke dokter kemarin pun nggak pake minta surat sakit, dan sekali lagi karena anggota lyn-ku baik hati semua, orangnya alim, nggak bakal ada yang nyindir-nyindir. Tengkyu deh. But tahu diri juga lah, malah aku yang jadi nggak enak lho.

Udah ah, istirahat dulu. Menenangkan area perut yang dari tadi diguncang-guncang batuk. Mudah-mudahan besok nggak lupa bawa masker  * telat oeuy….

Oya, bawa permen pelega tenggorokan juga deh biar tuh batuk terhambat dikit karena si kerongkongan disumbat permen.

Ada yang batuk juga kah? Balapan sembuh yuuuk

Comments (37) »

Si Buruk Rupa

Rasanya nggak PD deh  ke kantor hari ini tadi. Berasa kayak jadi putri buruk muka di film-film. Wajahku keliatan bintik hitam-hitam. Malu kalo dipentelengi sama teman. Makan siang sengaja telat, biar nggak ketahuan. Seharusnya sih cuti aja kali, tapi akhir bulan begini mana tega ninggal kerjaan.

 

Ini karena kemarin aku dari dokter kulit. Pertama kalinya dapat treatment seperti ini. Tau deh namanya, kayak di strum-strum gitu. Mungkin itu yang namanya laser kah? Pertama kalinya aku rela mengeluarkan dana buat beginian.

2 minggu yang lalu konsultasi soal 2 benjolan kecil di muka yang kayaknya kok seperti daging tumbuh. Kecil sih, mirip kutil kali. Tapi kalo kesenggol-senggol jadi sakit. Takud klo-kalo berpotensi penyakit. Pikirku jerawat tapi nggak hilang juga. Curhat ama teman, katanya jerawat batu kali. Ih apaan itu, padahal aku nggak punya masalah jerawat.

 

Waktu itu si dokter bilang sebelum ditangani harus rajin pakai cream ini dan itu. Sudah deh aku ikuti. Dan kemarin malam itulah ditangani….. nggak cuman 2 kutil itu yang diambil, akhirnya sekalian asesorisnya (meminjam istilah bu dokter). Katanya sih namanya kerotosis. Nah yang terakhir ini kan lebih mengarah ke urusan beauty? Tapi yaudah lah sekalian, anggap bonusnya. Nggak bakalan aku mau treatment begini kalo nggak gara-gara 2 kutil itu. Kata si dokter, biar kulitnya nanti bisa kembali kinclong.

 

Jadi ingat pas kuliah dulu, heran banget ngeliat teman cewek yang takut banget ama matahari. Bener-bener kemayu poko’e. sedangkan akunya cuek bebek nggak pernah ngurusi wajah, apalagi pakai perawatan. Mana dulu aku aktif silat, so setiap latihan berpanas-panas ria kena matahari.

Dan kali ini, atas tindakan ini memang disupport suami. Klo aku sih pelit, masih mikir-mikir …..Pengen istrinya cantik kali yah he he…

 

But, mukaku sekarang …… ? hiiii…penuh bintik-bintik hitam bekas si kerotosis yang di setrum itu. In Process, sabar… sabar…

Well, setelah ini insyallah aku bakal rajin pake sunblock deh. Eman-eman nantinya udah ditritmen mahal-mahal nggak dirawat.

 

*nggak pake image, buat arsip pribadi before and after ajah.

Comments (14) »

Visit the Dentist

Malam ini aku baru aja mengunjungi dokter gigi. Dari pulang kerja langsung.

Sudah beberapa hari ini, bahkan seminggu lebih kali yah, gusiku kanan kiri cekot-cekot. Pastinya sih bengkak. Kayanya keseringan slilitan deh. Maklum gigiku lumayan renggang jadi makan apa aja suka nyangsang di sela-sela. Lha klo si slilit gak berhasil keambil itulah biasanya gusi berasa berat and finally bengkak. Mana lidah plus tangan jadi gatal pengen umek-umek.

Beneran, sakit gigi tuh nggak enak. Nikmat dunia bisa hilang akibat jadi gak bisa makan dengan enak. Mau kanan sakit, pindah kiri juga sakit. Oh nooooo…

Pas sakit-sakitnya, aku ditawarin obat ka**flam sama teman, Alhamdulillah manjur bener dan enak. Bengkak hilang. Tapi, beberapa waktu lagi klo kecanthol lagi pas makan, kambuh lagi bengkaknya. Akhirnya mala mini deh aku niati nemui dokter. Aku pikir, dari pada beli obat itu sendiri tanpa ke dokter, pasti nggak bisa diclaimkan asuransi donk. Nah klo dapat diagnose sang dokter kan enak, uang bisa balik… *pelit… he he…

Pikirku ah palingan sama dokternya dilihat doank bengkaknya dan langsung disuruh minum obat. Ternyata, setelah diperiksa, gigiku harus dibersihkan alias cuci gigi. Yah itu karang gigi plus beberapa masalah yang bikin gusiku pada bengkak. Uh, darahnya banyak banget. Katanya semacam darah kotor. Istilahnya mirip kayak cantengan yang ada darah kotor didalamnya itu sekarang dikeluarkan. Alhasil setelah berdarah itu rasanya enteng banget.

Si dokter juga menunjuk ada salah satu tembelan yang sudah mulai rusak, jadi lebih baiknya dicabut aja. Kalo nggak, nanti malah memicu sinusitis katanya. Oooh… makanya beberapa waktu lalu aku kena mimisan. Padahal seumur-umur belum pernah. Aku ngiranya mungkin karena sakit kepala yang parah sih. Ternyata bisa jadi dari gigi ini tho…

Yah, syukurlah sudah kelakon tindakan pengobatan. Dari kemarin ancang-ancang ke dokter gigi tapi nggak kesampaian. Ngerasa enakan dikit, ya udah kapan-kapan…. Ini tadi juga gitu, sempet ragu karena kena obat udah enakan sebenarnya. Ternyata memang akar masalah harus dibasmi, coba tadi aku gagal nemui dokter, pasti ntar kumat-kumatan lagi.

Setahun kemarin aku nggak cek gigi sama sekali. Maklum, wegah berurusan ama asuransi brengsek itu…. Mau nomboki dulu wegah. Dan sekarang terpaksa karena udah sakit. Modal dulu, tapi ga masalah karena asuransi perusahaan yang sekarang lumayan oke, nggak bangkrut yang penting.

Well, harus di-ingat nih pesan dokter. Gosok gigi setiap selesai makan plus kumur antiseptic. Antibiotic 3x sehari and anti radang 2x. semoga cepat sembuh deh, amien…

Leave a comment »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352