Archive for Kids

Berternak, Insyallah…

Dahulu kala, ibuku punya usaha ternak ayam petelur sampai 300-an ekor lebih. Kandang dibuat di pekarangan belakang rumah. Maklum rumah kami rumah MeWah 😀 … Tau kan ? Usaha ini sengaja dimulai untuk membiayai selama aku kuliah. Ndilalah pas mau mau lulus, e’e Negara gonjang-ganjing kena krisis moneter yang berbuntut pergantian orde baru.
Waktu itu pakan mahal, peternak pada bangkrut. Bahkan banyak peternak besar mengobral ayam dengan menjajakannya ke desa-desa, dengan harga semurah-murahnya. Ancur –ancuran deh pokoknya.

Ternak tutup, lalu beberapa tahun kemudian ibu bikin kos-kosan disitu.

**
Then kapan itu si kakak pernah aku belikan ayam kecil warna warni buat ‘mainan’. Ditaruh dibelakang rumah. Eh..ndilalah jodoh, gede banget badannya si ayam. Bingung deh klo udah miber-miber. Aku suruh sembelih aja tapi nggak boleh. Katanya takut nanti nggak bisa ketemu di surga he he… akhirnya kebingungan ama kotorannya, diungsikan deh di Mbah.

Nih gambarnya, dari beli masih seuprit, cuman 3 ribuan jadi segede ini

2013-02-28 07.13.55

2012-11-24 06.23.40

Nah pas si ayah di RSAL kemarin, intens cari-cari peluang usaha, tiba-tiba dia tertarik sama ayam Kalkun. Emang ada apanya juga…. Tuh ternak nggak umum, nggak banyak dikonsumsi masyarakat. Akhirnya iseng-iseng aku baca searching-annya ayah.

Mmmh, boleh juga sih dicoba nantinya. Udah nggak kepingin dia kerja di perusahaan lagi, biarlah nanti usaha sendiri aja. Maunya pengen sama kambing Etawa juga dia.

Well, balik lagi. Ide berternak , karena emang bermulanya pengen manfaatkan tanah pekarangan sisa kos-kosan yang masih cukup lebar. Masa tuh tanah kosong malah diisi ayam-ayamnya orang yang nge-kos disitu.

Rata-rata sekarang mereka pada punya piaraan ayam, sedangkan ibuku yang jadi Bu Kos nggak punya piaraan sama sekali. Malah beberapa tahun yang lalu ada salah satu pengekos yang punya piaraan kambing beberapa ekor. Bayangkan!

Beruntung tempat ortu cuman sekitar 1,5 kilo meter dari rumah kami. Insyallah nanti pengen serius klo si ayah sudah pulih total.

Sementara ini sudah beli sepasang indukan kalkun plus 5 anakan. Buat warming up. Anggap kuliah praktek, sambil belajar langsung terjun. Karena si kakak juga exited ama kalkun-kalkun itu, sampe nggak mau diajak pulang rumah.

akhirnya aku belikan 2 ekor kalkun lagi yang agak muda untuk ditaruh dirumah sendiri. Terpaksa deh beli kandang kecil. Rencananya klo udah siap telur, ntar dipindah ke Mbah biar dikawin ama pejantan disana.

Si kakak lumayan open ( e-nya pake pepet). dia care banget. lebih telaten dari pada si adik. judulnya sih 1 punya Mas, 1-nya punya si adik. tapi adik ga pernah ikut cawe-cawe.
Sepulang kerja tadi pengennya beli rantai, rencana kandang mau ditaruh di luar, di tempat tanaman-tanaman jalan. kayak kandangnya tetangga sebelah. Nah berhubung kalkun tuh harganya mahal amir, maka harus digembok. Semoga nggak ada yang jahil, mudah-mudahan kandang nggak diangkat pergi.

So, mudah-mudahan jodoh deh dan menjadi jalan pembuka rejeki-Nya. Amin…

Nih aksi si kakak mengurusi si kalkun.

2013-12-29 15.45.58

2013-12-30 06.58.17

2014-01-02 06.16.57

Advertisements

Comments (69) »

Ide dari Si Kakak

Beberapa waktu lalu , aku ditelpon sama bude-nya anak-anak (kakak ipar), lumayan lama bincang-bincang. Pengen nyeritain aja ke aku.

Fyi, sekarang mereka tinggal di Mbah-nya, sejak puasa ramadlan kemarin. Rumah si Mbah dempet ama rumah kakak. Jadi ya diramut mbah, ya diramut budenya juga…

Intinya si bude cerita banyak soal para krucils-ku yang kadang lucu, kadang njengkelno…. Si kakak yang susahnya minta ampun kalau disuruh mandi, makannya juga lelet. Mana klo mandi lamaaa banget.

Sedangkan klo si Adik lebih gampang tutur-tuturane . Sekali diperintah, langsung action. Sholatnya juga akas ( rajin), denger adzan langsung ambil sarung berangkat ke musholla depan, makan-nya nyenengno, nggak rewel. Trus klo sudah mainan berdua, ujungnya gelut, klo udah gitu si kakak melarikan diri ke rumah si bude.
Dan klo pagi mau berangkat sekolah, selalu heboh deh. Makanya pernah juga kena hukuman mencari sampah sebanyak 50 buah, gara-gara telat 😀

Di kesempatan lain di telpon, aku nanya si bude apa anak-anak masih getol main PS. Ternyata bude bilang udah lumayan bisa lepas. Malah budenya keheranan tumben-tumbennya PS-nya boleh dipinjam si Putera, anak tetangga sebelah. Si kakak anteng sisan, nggak protes. Mungkin aja udah bosan main. Ditanya kenapa, ternyata jawaban kakak gini “ iya De , ga papa dipakai Putera, soalnya aku rentalno”. “ Nanti Putera aku tarik bayar”

Langsung ngikik. Isooo ae…

Gara-gara ‘ulah’ si kakak ini aku ketawa ketiwi terbawa sampai di kantor. Pinter juga akal-e…

Suatu saat aku tanyakan si kakak langsung uangnya buat apa, dijawab “ aku taruh angry bird..” Ohh.. Ternyata tuh uang sewa rental dimasukkan di celengan dia. Aku bilangi supaya uangnya sama dipake saku sekolah, biar nggak minta Mbah lagi, sisanya baru masuk celengan. Akhirnya sekalian deh aku ajari bikin catatan pembukuannya. Beh 😀

Anyhow, setelah itu aku malah mikir, ide kakak boleh juga tuh. Kenapa nggak buat rental PS aja dirumah nanti? Lumayan bisa memanfaatkan areal Carport, toh belum ada mobilnya juga. Nambah 1 atau 2 unit lagi pakai cicilan kartu kredit, nggak masalah banget. Hutang asal dananya dikembangkan, itu bagus.

Apalagi nanti klo si Ayah sudah pulang dari Rumah Sakit, si Ayah pastinya masih harus stay di rumah, so buat ngisi kesibukan seems to be good idea. Biar nggak jenuh nantinya.

Rencana ini aku sampaikan ke si Ayah dan setuju, trus kukasih tahu ke si kakak, dia excited banget. Aku bilang tunggu ayah pulang dan nempati rumah kita lagi, baru nanti kita buka rental. Untungnya lokasi rumah berada di tengah-tengah, pas perempatan 2 jalan kembar utama, biasa adi center of activity di situ. Bersebelahan dengan Toko besar.

So, akhirnya malam ini daku serius googling dengan kata kunci “usaha rental PS2”. Mentelengi beberapa tulisan yang membahas peluang usaha ini lengkap dengan hitungannya. Semoga rencana ini bisa jalan, amin….

Comments (34) »

Rindu Pulang

Di perjalanan ke kantor kemarin, teman-teman bercerita klo hari itu banyak yang pada ijin cuti ataupun masuk siang dikarenakan hari itu adalah hari pertama masuk sekolah. rata-rata mereka sedang mendampingi anaknya, baik karena si kecil baru masuk sekolah atau sekedar ada yang karena heboh harus berangkat lebih pagi buat mencarikan tempat duduk / bangku.

Masih ingat, dua tahun lalu, si kakak masuk SD, dan si adik masuk TK, aku sama suami libur, bagi-bagi tugas mendampingi. Setahun kemudian, karena momen pindahan, masing-masing pindah sekolah di tempat yang baru dan aku pun cuti mengantarnya. Demikian pula aku dan suami libur lagi waktu si Adik mau masuk sekolah baru di TK B.

Sekarang ini si Adik sudah masuk SD. seandainya saja keadaan normal, jelas momen begini jadi alasan tepat buat aku untuk menghabiskan cuti, sebagaimana tahun yang sudah-sudah. sayangnya apa boleh buat, kondisi saat ini masih belum normal. sehingga kami sebagai orang tua tidak memungkinkan mendampingi di hari pertamanya. Waktu pertama kali dia MOS, hampir saja nggak mau masuk. Jadwal mulai jam 7 pagi, tapi akhirnya baru berhasil membawanya ke sekolah jam Sembilan.

Kini situasinya memang luar ‘biasa’. sejak si Ayah kecelakaan awal April lalu, terpaksa kami pisah sama anak-anak. Belum pernah sampai sedemikian lama. Sejak bayi, kami berusaha bersama, walaupun kami berdua kerja dan puas ketemu sebentar di malam hari, tapi tidak pernah meninggalkannya sama sekali.

Sejak kejadian itu aku hanya berkesempatan menginap dirumah 2 kali. Setiap harinya, aku harus menemani si Ayah yang masih dalam perawatan intensif di rumah keluarga. anak-anak tetap di rumah, mbah-nya yang menemani.

Rasanya sudah sangat merindukan suasana kebersamaan kembali. Berharap besar maximal usai lebaran bisa pulang ke rumah, ternyata baru ‘sadar’ bahwa ternyata tidak memungkinkan, bahkan tidak pula dalam waktu dekat.
bahwa Ayah baru boleh dibawa pulang ke rumah, menunggu kondisi kulit yang tumbuh semprna menutup kaki serta ‘matang’. minimal klo si Ayah sudah bisa duduk, yaitu setelah external fixasi – pen kanan kiri diambil, baru kemudian memungkinkan dibawa pulang kembali.

Pada Sabtu kemarin, adalah kali ke-2nya aku berkesempatan bisa menginap di rumah. Banyak hal yang harus dibereskan.
Awal juni lalu, aku memutuskan memakai jasa pembantu rumah tangga. Sebagai persiapan, dengan harapan saat kami pulang nanti, sudah ada yang bantu aku dirumah plus merawat si Ayah. sayangnya tidak sesuai planning. Dan atas saran ortu plus kakak agar anak-anak sementara tinggal sama mereka , plus banyak pertimbangan yang lainnya, akhirnya si PRT aku berhentikan. Kepindahan anak-anak ke mbahnya perlu banyak tetek bengek yang harus dibawa, mulai dari baju-baju, buku-buku, mainan PS, sampai peralatan tidur kesayangannya.

Semoga saja segala sesuatunya segera kembali normal, bisa bersama-sama anak-anak kembali.

Comments (32) »

Surat Buat Ayah

Sekitar jam setengah Sembilan pagi ini, ada pak Pos datang. Sepert biasa, dengan memakai sepeda motor khasnya. Ada si Adik di luar. Aku ngintip dari dalam si pak Pos nanya “ Nama ayahnya siapa?” Nggak ngerti habis gitu bicara apa lagi si pak Pos. Rasanya koq tumben-tumbennya terima surat via pos. Perasaan udah jarang banget kirim-kirim layang deh. Lagian disini juga baru pindahan, ya masak ada yang tahu alamat lengkap kita.
Then aku pun keluar membuka pintu.

Me : Ya pak?
Postman: Disini Bapak Khoirul ?
Me : Iya betul
Postman: oh ini Bu, ada surat
Me : dari siapa?

Suratnya diserahkan ke aku. Aku balik “ Oooh…. Adik kirim surat buat Ayah”. He he …. Si Adik yang kirim surat aja lupa. Lalu dia senyum senyum kayaknya mulai ingat kalau kemarin dia yang kirim surat. Si kakak udah nggak sabar pengen membukanya tapi aku larang. “ Jangan, ini kan buat ayah, biar nanti dibuka sama ayah”.

Ceritanya jumat kemarin itu sekolahan TK adik ada kegiatan outing ke Kantor Pos dan Kapolsek. Kemarin malam juga cerita-cerita, tapi nggak nyinggung ini. Berarti ini tho hasil kegiatan kemarin itu, baru nyadar juga.

Tanpa ditanya si Adik bilang kemarin nulis surat isinya minta dibelikan jajan ke Mas-nya. Lha, surat buat ayah tapi isinya buat kakak? Lets see nanti setelah dibuka.

Well, bagus juga kegiatan outing semacam itu. Dari kantor pos hasilnya dapat kiriman surat. Kalo dari dari Kantor Polisi, apa kira-kira ada kiriman juga gak yah…
100_6330

100_6331

Comments (25) »

Ritme Harian

Biasanya sepulang kita pulang kerja, masuk rumah mengucap salam, langsung ambil remote matikan tipi. “udah makan belum…? , ini jadi pertanyaan default. Seringnya anak-anak nggak mau makan siang kalo sama si Mbah. Njajan mulu hobbynya. Dan si Mbah nggak tega klo ngerasin cucu. Walhasil seringnya nungguin kita pulang anak-anak baru makan.

Kadang sudah mandi, kadang belum…. Seringnya mah belum. Nyetek kompor, masak air panas buat mandi. Baru deh mereka mandi. Payah memang

Udah makan, mandi, masuk kamar kasih soal matematika dan Si adik belajar membaca. Setelah itu semua pada ngantuk. Tidurlah mereka.

Pukul 22.00 wib memang waktu minimal mulai bisa buka lepi, tancap modem (modem lagi…) en nge-wp.
Sambil ngegiling cucian, kupas-kupas wortel buncis buat persiapan menu sop besok pagi. Tangan mengupas, mata melotot lepi. Sesekali pisau ditaruh dulu buat ketik-ketik komen.

Jam empat pagi alarm “surat waqiah” udah bunyi, tanda sudah harus memulai aktifitas. Hanya ada waktu 2 jam semuanya harus selesai. Jam enam teng masakan harus sudah siap, si kakak kudu sarapan, dan pakai Nasi !. lalu 20 menit kemudian si kakak harus sudah diantar ayah ke jalan raya depan nyanggong antar jemputnya. Dan tepat 7.05 wib alarm MLTR berbunyi tanda sudah harus berangkat kerja sekalian antar si adik ke TK dekat rumah. Mbreset dikit bakalan dag dig dug di jalanan takud nggak nututi shuttle-ku.

Well gitulah hari hariku…..
Syukurlah tubuh sudah beradaptasi dengan ritme ini, di kantor pun tetap semangat. Nggak ada kata ngantuk.

Comments (25) »

Mengisi Liburan

Duapuluh lima December. Yang pasti semua pada liburan kan? Today adalah hari terakhir aku libur nerus 4 hari. Tidak banyak kegiatan outdoor-nya…  maklum suami sabtu masuk, senin-nya juga.

 

Di perumahan anak-anak kecilnya  enthek – pada liburan ke kampong masing-masing. Seeep… sedangkan kami asli kota sini aja, mau kemana lagi. Mbah-nya juga udah setiap harinya kesini menemani mereka jika kita tinggal kerja.

 

Pada hari Sabtu, aku memanfaatkan buat pijat badan. Walaupun nggak capek banget sebenarnya, tapi yang penting biat otot lemes aja and peredaran darah lancar. Malamnya nggak kemana-mana, akunya kena sembelit payah. Sakitnya kayak melahirkan aja. Baru kali ini deh ngerasain susah be**l.

 

Hari Minggu-nya,  kita sempatin menghibur para krucil dengan mengajak mereka ke Waterpark Kenjeran.  Disana cuman kung-kum bareng , bukan berenang. Namanya musim liburan, semua tempat wisata padat. Arena renang orang tumpek blek disitu, kayak dawet.

 

Sedangkan hari Senin, setelah urusan cuci mencuci kelar, aku ajak anak-anak ke Salon buat facial. Lumayan jauh juga, tapi sekalian menghibur mereka dari pada sumpek dirumah. So, sekali jalan, si emak relaksasi muka, anak-anak bersenang hati menunggu sambil PS-an di sekitar situ.  Habisnya  aku lihat mereka bosan banget. Masa begini nih Kasihan mereka,  kesepian. Mana rental PS disini lagi tutup. Main  game di PC sendiri mereka dah bosan, mau game online selain biasanya lelet pol, kebetulan emang pulsa internet lagi habis sih. Sayangnya, pas pulang hujan deras banget. Berhubung belum sholat ashar yaudah diterjang aja. Walhasil  kebles luar dalam. Untungnya mereka nggak papa.

 

Lalu untuk hari ini, kegiatannya lumayan banyak. Setelah semua makan dan kelar menangani cucian yang menggunung, anak-anak aku bawa ke Salon. Potong rambut! Syukurlah nggak rewel. Sedangkan si ayah beberes halaman depan..

 

Habis gitu aku ama suami beresin kerdus-kerdus, mainan-mainan…..  byuuuh banyaknyaaa…  ngebersihin plus nyortir yang udah pada rusak. lumayan klenger juga.

 

Siangnya, berhubung masakan pagi sudah lenyap, akhirnya muncul ide bikin makanan ‘ringan’. Buat Tahu Tek. Udah punya Petisnya plus beberapa bahan walaupun serba Karen/sisa. Ternyata hasilnya oke punya…. Enak, beneran, asli enak. Nggak kalah ama tahu tek-nya Bu Muth yang di Jalan Kebraon. Namanya juga bahannya sisa-sisa, jadinya cuman sepiring setengah. Udah mau habis si Kakak datang. Trus nyicipin lha koq  ternyata dia suka…. Besok aja deh aku buatin lagi. Ini dia gambarnya.

2012-12-25 12.22.57

 

Resep dicomot dari sini http://food.detik.com/read/2010/07/30/110349/1410066/369/resep-tahu-tahu-tek

Sorenya, pikirku santé ah, aku pake buat compose jurnal. Lha koq Lapi diminta si adik buat muter file film the Cars…..kalah sudah.

Nggak Cuma itu, si Adik minta dibikinin Molen. Kayaknya ketagihan ama Molen yang beli kemarin. Adik juga tahu kalo emaknya punya Pasta Mechine yang bisa bikin kulit molen, makanya mintanya sak dek sak nyet.

Dan, jadilah ini molen. Masih grathulan cara mengoperasikan mesin gilingnya. Hasilnya belum terlalu bagus. Mana waktu bikin adonan tadi ada step yang salah. Yang penting mereka doyan aja lah.

2012-12-25 20.37.25

Resepnya nyontoh dari sini http://mbakevi.blogspot.com/2011/06/tips-cara-bikin-molen-mini-aneka-rasa.html

 

Trus sejatinya sore ini rencana  mau bawa mereka jalan-jalan ke Mall, tapi ternyata dah kecapekan. Nggak mood pergi,  next  Saturday ae lah.

Comments (17) »

Teler Duluan

Ujian lagi ujian lagi…. Rasanya koq cepet sih. Baru kemarin menjurnal UTS kakak, sekarang udah Ujian lagi. Kini Ujian Akhir Semester si Kakak masih kurang 3 hari lagi, tapi si emak sudah KO.

Sekali lagi, ujian selalu menguras perhatikan aku. Nggak ‘rela’  deh klo si kakak nyante dan main mulu. Pastinya mulut capek bengak-bengok. Lengah dikit umek ama mainan. Suka ngiri lihat anak lain yang udah bisa belajar sendiri, anteng, focus…. Yang model-model kutu buku gituuu…

Tapi yasudah, mungkin belum waktunya si kakak berubah anteng. Sekarang masih kelas 2 SD, perjalanan masih panjang, insyallah suatu hari bakal muncul kesadaran sendiri untuk belajar.

Finally Maag kumat, nggak enak badan. Stress? Mmmhhh… could be. Tapi ga jelas sih, masa yah cuman stress ujian ini aja. Urusan di kantor juga berkontribusi. Ditambah beberapa hari ini gak sempat makan malam, selalu-nya kenyang ama makanan non nasi. Kebiasaan makan nasi 3 kali, jadi suka rewel klo keisi yang lain (baca:gorengan).

Ngerasa badan nggak beres  sejak beberapa hari yang lalu, tapi cuek. But Ini hari  sudah masuk kategori ‘sakit’ beneran. Lemas, apalagi kena diare di pagi harinya. Mau nggak masuk sungkan soalnya senin besok  ijin cuti. Terpaksa ngempet dulu.

Eniwei, yang penting udah dapat pertolongan. Ada untungnya tadi keluar kantor ama anak Marketing (lagi) sehingga aku bisa langsung mampir klinik langgananku sewaktu di Surabaya.  Pulangnya juga nggak kemalaman.

Bersyukur nggak di-diagnosa tipus. Abis suka curiga klo ada acara mencret-nya. So, sekarang  tinggal diminum obat-nya ajah. Ada Magtral si Obat maag, Ranitidin buat lambung, Scopamin buat nyeri perut-nya  dan Molitex untuk diare. Tadi ditawarin surat istirahat tapi aku tolak. Bismillah insyallah segera sehat. Semangaaatttt….

*Jadwal ujian kakak besok Bahasa Inggris ama IPS. Tetap harus ON menemani belajar.

Comments (18) »

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati

LifeSchool by Bhayu M.H.

untuk Merayakan Hidup & Belajar dari Sekolah Kehidupan

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

J.U.R.N.A.L

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah", Minke - Rumah Kaca, 352