Posts tagged sakit

Email dari Pak Dokter

Si pak dokter ini teman sekelas aku waktu SMA. Sama-sama dari kelas Fisika-1. Masih keingat dulu dia duduknya pas di bangku belakangku. Lumayan jahil juga, kadang nyetip, kadang nyawat…. udah jadi langganan klo aksi ngaget –ngagetin dari belakang. Atau, sekedar usil komen yang rambutku jelek kering pecah-pecah, pke shampo murahan lah, kalkulator punya aku kalkulator bakul-lah…. Eker-ekeran mulu poko’e.

Dan gak nyangka ternyata dia yang aku kira slengek’an gitu punya cita-cita tinggi. Setelah gagal UMPTN pertama, dia belain nggak langsung kuliah tapi ikutan les intensif. Then tahun berikutnya dia diterima di fakultas kedokteran UNPAD . Sekarang dia udah spesialis Ortopedi.

Terakhir chat pas masih aktif di FB, dia praktek di RSCM ( Klo ga salah). Udah merit juga dapat anak ibukota, sama-sama dokternya. Anak orang penting lagi, ikut senang mendengarnya…..

Pas suami kecelakaan, udah keingat dia, karena memang spesialisnya dia yang lagi kita dibutuhkan. Tapi nggak kesampaian untuk kontak di FB.

Setelah kunjungan teman-teman SMA kapan hari, salah satu teman berhasil chat ama dia, dan akhirnya aku dikasih tahu nomor telpon dia. Aku minta ijin meng-email dia, karena memang harus attach some pictures, plus biar dia balasnya nggak keburu-buru, takut ngeganggu.

Emailku ke dia panjang lebar. Karena males ketak-ketik lagi, aku kopaskan beberapa konten di jurnal yang pernah aku tulis, tinggal menambahi dikit-dikit .

………tapi pak Dokter, suamiku hampir putus asa karena sekarang tenaganya udah habis, tiap malam kesakitan. mengeluhkan pen eksternalnya yg semakin pedih. poto rontgen terakhir sih bagus ( sblm pulang- akhir may), kira2 misal minta diambil pen kanan kiri itu walaupun luka kiri belum sepenuhnya kering apa mungkin? apa resiko merusak skin graftnya? biar cepat kering dikasih apa yah? udah down lihat gak sembuh2. sampai sekarang baring thok di bed, gak bisa gerak blas. katanya kesakitan klo gerak. posisi duduk apalagi, kesakitan di pen-nya yg ada di pantat. parahnya, masku trauma lihat RS. sejak keluar belum ketemu dokter ortonya, cuman dirawat luka dan dilaporkan ke dokternya, nggak lihat langsung. pernah janjian di RS, beliau udah pulang ( kita datang telat kena macet). kemungkinan awal bulan depan mau control lagi, mau maksa pen diambil. mungkin gak sih? makasih yah mau bantu aku berkonsultasi. kasih advise please….ini aku attach potonya, pas tertanggal 20 may kayaknya ( pulang RS 24 Mei), aku sendiri gak berani liat lama2. ngeri……..

Dan berikut jawaban sang kawan.
He wrote :
Terima kasih atas kepercayaannya…dari awal cerita saya sudah bisa tangkap semuanya dan maksudnya bahwa diagnosa awal adalah crush injury paha kiri dan skin degloving luas dan sama dokter telah di lakukan tindakan ekternal fiksasi yang tujuannya untuk fiksasi tulang karena lukanya yang luas dan telah dilakukan skin graft…semua tindakan dokter sudah tepat dan ekternal fiksasi blm bisa dilepas karena tulangnya sendiri pasti belum nyambung yang patah…dan kalau melihat foto yang dikirim ke aku harusnya dilakukan operasi untuk skin graft lagi karena masih terbuka lukanya…dan sebaiknya jangan hanya perawat yang dtg je rumah tapi suami langsung datang ke rmh sakit biar dokter orthopedi dan bedah plastik langsung lihat kondisinya…kasus seperti ini memang sulit dan akan berlangsung operasi berkali kali dan sangat memerlukan tenaga dan biaya yang sangat besar serta motivasi yang tinggi dari pasien…kalau keadaan seperti ini alangkah lebih baik segera datang ke dokter sehingga dokter segera melakukan rencana tindakan…demikian kalau menurut aku, sebelumnya turut prihatin atas keadaan ini tapi harus selalu semangat dan berdoa.Terima kasih banyak .Dr A** S**** SpOT

Advertisements

Comments (15) »

Rindu Pulang

Di perjalanan ke kantor kemarin, teman-teman bercerita klo hari itu banyak yang pada ijin cuti ataupun masuk siang dikarenakan hari itu adalah hari pertama masuk sekolah. rata-rata mereka sedang mendampingi anaknya, baik karena si kecil baru masuk sekolah atau sekedar ada yang karena heboh harus berangkat lebih pagi buat mencarikan tempat duduk / bangku.

Masih ingat, dua tahun lalu, si kakak masuk SD, dan si adik masuk TK, aku sama suami libur, bagi-bagi tugas mendampingi. Setahun kemudian, karena momen pindahan, masing-masing pindah sekolah di tempat yang baru dan aku pun cuti mengantarnya. Demikian pula aku dan suami libur lagi waktu si Adik mau masuk sekolah baru di TK B.

Sekarang ini si Adik sudah masuk SD. seandainya saja keadaan normal, jelas momen begini jadi alasan tepat buat aku untuk menghabiskan cuti, sebagaimana tahun yang sudah-sudah. sayangnya apa boleh buat, kondisi saat ini masih belum normal. sehingga kami sebagai orang tua tidak memungkinkan mendampingi di hari pertamanya. Waktu pertama kali dia MOS, hampir saja nggak mau masuk. Jadwal mulai jam 7 pagi, tapi akhirnya baru berhasil membawanya ke sekolah jam Sembilan.

Kini situasinya memang luar ‘biasa’. sejak si Ayah kecelakaan awal April lalu, terpaksa kami pisah sama anak-anak. Belum pernah sampai sedemikian lama. Sejak bayi, kami berusaha bersama, walaupun kami berdua kerja dan puas ketemu sebentar di malam hari, tapi tidak pernah meninggalkannya sama sekali.

Sejak kejadian itu aku hanya berkesempatan menginap dirumah 2 kali. Setiap harinya, aku harus menemani si Ayah yang masih dalam perawatan intensif di rumah keluarga. anak-anak tetap di rumah, mbah-nya yang menemani.

Rasanya sudah sangat merindukan suasana kebersamaan kembali. Berharap besar maximal usai lebaran bisa pulang ke rumah, ternyata baru ‘sadar’ bahwa ternyata tidak memungkinkan, bahkan tidak pula dalam waktu dekat.
bahwa Ayah baru boleh dibawa pulang ke rumah, menunggu kondisi kulit yang tumbuh semprna menutup kaki serta ‘matang’. minimal klo si Ayah sudah bisa duduk, yaitu setelah external fixasi – pen kanan kiri diambil, baru kemudian memungkinkan dibawa pulang kembali.

Pada Sabtu kemarin, adalah kali ke-2nya aku berkesempatan bisa menginap di rumah. Banyak hal yang harus dibereskan.
Awal juni lalu, aku memutuskan memakai jasa pembantu rumah tangga. Sebagai persiapan, dengan harapan saat kami pulang nanti, sudah ada yang bantu aku dirumah plus merawat si Ayah. sayangnya tidak sesuai planning. Dan atas saran ortu plus kakak agar anak-anak sementara tinggal sama mereka , plus banyak pertimbangan yang lainnya, akhirnya si PRT aku berhentikan. Kepindahan anak-anak ke mbahnya perlu banyak tetek bengek yang harus dibawa, mulai dari baju-baju, buku-buku, mainan PS, sampai peralatan tidur kesayangannya.

Semoga saja segala sesuatunya segera kembali normal, bisa bersama-sama anak-anak kembali.

Comments (32) »

Ketatap Pintu

Hiks…. pagi pagi ada kecelakaan ringan .

kepalaku cenut cenut nih, abis kebentur. dua kali sisan 😦

lagi nggak mujur kali yah. yang pertama pas ngambil sesuatu dari kulkas, nutup pintu bawah beranjak dari posisi jongkok e’e kepala ku langsung natap pintu atasnya. keras juga sih. sampe mrecing mrecing sambil nyekeli ndas. sakiiit.

trus pas mau berangat kerja, kebenthuk lagi dengan media yang berbeda. walah yang pertama aja masih bendul ditambahi.

Nggak pake ditangani apa apa. keburu berangkat kerja. ntar di kantor mau minta minyak tawon aja kali yah ke EHS.

Jadi keingat salep trombopop (?) kusimpan dimana yah….. kayaknya koq lama nggak lihat dirumah. padahal dulu selalu siap.
masak harus ke dokter buat dapetin tuh salep yah…. *habisin plafon asuransi

Begitulah kawan kecelakaan pagiku, sebagai pelajaran biar nggak gedandapan keburu-buru karena kesiangan lagi bangunnya. pelajaran klo ngerjain pe er kantor jangan sampe larut malam. dimarahi bos yo wes ben.

How about you prens, pagi ini baik baik ajo kah?

Met beraktifitas semuanya.

08;29- on the way to office

Comments (34) »

Liburan di Rumah Sakit

Postingan jurnal yang ditulis kemarin….

**
Semalam, mbak yang sakit Demam Berdarah itu minta pulang. Dia dan keluarganya sudah nggak tahan melanjutkan inap di situ karena Trombositnya nggak membaik juga. Masih keingat percakapan si Mbak ama suaminya beberapa waktu sebelumnya. “ Awak wes nggeblak ngene koq sik mikir kerjoan….”, ujar si suami. Dalam bahasa indonesianya : Badan sudah terbaring(sakit) gini koq masih mikir kerjaan.
Rencananya dia mau pindah Rumah Sakit lain. Semoga cepat sembuh aja.

Sebelumnya, saat si Mbak masih disini, enak, di kamar jadi ada temannya. Kemarin-kemarin walaupun aku ditinggal-tinggal pulang, maklum dekat rumah, pun di malam hari, aku nggak masalah. Toh aku juga sejak awal udah mandiri ke kamar mandi sendiri sambil nenteng infus.

Loh btw aku juga sakit? Iyya 
Rabu waktu pulang kerja, di mobil shuttle aku sudah nggak kuat menahan nyeri punggung yang sangat kuat plus badan demam. Langsung mampir ke Mbah Pijat, ternyata beliau lagi ada acara perayaan Maulid Nabi. Akhirnya pulang. but belum ada niat menemui dokter, masih mau memanfaatkan ‘sisa’ obat di kulkas.
2013-01-24 20.36.21
Kamis – 24 jan , berusaha searching google untuk memastikan indikasi obat-obatan yang masih ada untuk keluhan serupa. Diajak suami ke dokter masih aku semayani buat lihat reaksi obat. Aku gempur juga ama madu, temulawak kunir putih, kacang hijau….
Tapi yah… masih belum ada perubahan banyak. Sempat enak sebentar, lalu aku buat berkegiatan ‘dapur’. Sore hari pas bangun tidur, badan berasa berat dan setelah ke kamar mandi kena air, badanku malah semakin menggigil. Waduh, ini mah sudah harus ke dokter. Dalam hati sudah bertekat, aku harus di-tes darah. Jangan-jangan sakit itu kambuh….
Berhubung masih banyak tetek bengek urusan beresin si krucils yang kudu diselesaikan suami, akhirnya baru nyampe RS jam setengah delapanan. Sempat ketar-ketir kalo nggak nututi, soalnya petugas bagian Lab adanya sampai jam delapan aja.

Daaaan, hasil lab aku positif kena Typhus. Si dokter langsung menyarankan rawat inap. Aku keberatan awalnya. Tapi setelah dijelaskan resiko dan lama pengobatan kalau dengan rawat jalan, mulai berpikir…. Lalu si Dokter menyuruh aku menandatangani Formulir Penolakan Rawat Inap. Waduh, Ciyyuuss nih? Then I discuss it with hubby. Pikirku mumpung(?) lagi liburan nggak papa wes dipakai istirahat total at least 3 harian. Ganti si hubby yang menghadap dokter minta dijelasin kenapa harus rawat inap, resiko dan detail lainnya.

So, sejak kamis malam itu I stay at hospital. Saat ini, overall badan udah enak, fisik sudah nggak terlihat kaya pesakitan lagi, tensi dan suhu membaik beberapa saat sejak mulai dirawat.
“Nanti saya kasih obat lewat dubur, kalo sudah tidak ada keluhan di ulu hatinya, besok pagi boleh pulang”, kata ibu dokter cantik spesialis penyakit dalam kemarin (Sabtu malam).

Alhamdulillah … siang ini sudah bisa pulang. Mudah-mudahan bisa disiplin istirahat dirumah, nggak tergoda pekerjaan dapur 

*MinggupagiditulisdiruangdahliaRSPG-sambilnunggupulang

Comments (21) »

shiq4.wordpress.com/

Blognya Penulis Artikel Freelance

Anggreani Sitopu

Virtual Diary

Fokus Today

Sorotan Berita Terhangat

Konten keren

Inspirasi - Informasi - Edukasi - Motivasi

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,,tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati