Setengah Abad sudah

Mencari foto ayah di galeri susah banget nemunya.

Akhirnya ketemu foto 15 Juli 2019 saat momen menemani hari pertama Si Bontot Fadlan Rizky Akbar memasuki sekolah playgroup Bahana Al Aqsha.

Hari ini, adalah ulang tahun nya ke lima puluh. Udah setengah abad menapaki dunia.

Tidak ada perayaan khusus sayangnya, beberapa rencana karena satu dan lain-lain terpaksa batal.

Semoga semakin matang, semakin Giat beribadah, umur yang barokah. Insyallah. . .

Leave a comment »

Batik – New Background

Tahun baru, suasana baru…

Udah bertahun-tahun finance room ga dirombak. Maksudnya lay out tempat duduk kita kita.

Sejak gelombang PHK besar besaran, pegawai yang tersisa disatukan ruangannya. Akhirnya banyak ruangan jadi kosong. Finance yang biasanya 2 ruangan besar yang digabung pun jadi oblang oblang. Separuh jumlah finance dipangkas.

Malah, 2 staff purchasing dipindahkan ke finance juga tempat nya. Hemat AC gtulah.

Satu bagian finance sekarang lebih banyak dimanfaatkan untuk tempat makan siang.

Nih poto poto di background baru kita setelah ada sekat batiknya.

Leave a comment »

D+18

Sembilan belas September dua ribu enam belas, Join project nya sebuah perusahaan Singapore di Pasuruan… tanggal yang tertera di notes kerja itu sebagai rekam sejarah, tentang jerih payah meniti kehidupan dan garis dari sang Maha Kuasa.

D+18, seharusnya lah aku masih menikmati masa nifas, fokus mengurus si baby yang masih merah, sepatutnya masihlah menyusui dengan sempurna apalagi belum genap empat puluh hari, namun aku malah rutin membuangnya di kamar mandi😌

Berangkat jam 6 dan pulang antara jam 9 atau sepuluh malam…

Entahlah apa yang dipikirkan orang kantor waktu itu karena melihat aku yang tidak pernah sholat saat dikantor? Bukankah kalau pun sedang berhalangan paling seminggu-an aja?

Malah, tidak lama kemudian Ramadhan datang dan aku pun tidak puasa.

Mungkin mereka pun sebenarnya sudah mengetahui, dan aku tetep fokus hanya menjalani takdir Allah.

Yup, Tuntutan yang tidak mudah.

Alhamdulillah semua itu sudah terlewati. Pengalaman yang akhirnya membentuk ku menjadi pribadi yang tangguh, insyallah. Untuk selanjutnya ternyata diberikan cobaan yang lebih berat di beberapa tahun kemudian dengan kecelakaan suami. Alhamdulillah Allah benar hanya memberikan cobaan kepada hambanya yang mampu.

Fahmi Zufar, lahir 1 September 2016. Semoga Dia menjadi anak yang sholeh dan tangguh. Amin ya robbal alamiin.

Comments (1) »

Bye Parkiran…

Satu jam menuju pergantian tahun…

Sengaja memaksa menuliskan sesuatu untuk memberi jejak terakhir di tahun 2020. Beneran parah mood menulis ku tahun ini. Lupa atau memng terlalu sibuk ya? Entahlah.

So, mau bahas tempat parkiran sepeda ku aja. Masih diliputi sorrow sih, ternyata tahun ini adalah terakhir operasi. Ndilalah baru tahunnya 2 hari lalu….Sewa tidak diperpanjang dan usaha rental nya closed.

Galau sepeda dititipin dimana lagi? Alhamdulillah akhirnya ada jalan, later Bisa nitip di rumah sebelah masjid.

However sedih, merasa kehilangan.. After many years. Dari yang jaga mulai Mas Wawan, lalu mas Ustman, lalu terakhir mas Pur ini. Duh mereka tuh kaya sodara sendiri aja. Baik banget, sopan. Aku juga sering nitip belanjaan.k

Well 7 tahun disitu. Byee..

Leave a comment »

Jadi Dokter Tuh Kudu Kaya

Yup, harus.
Soalnya, klo si dokter cuman biasa biasa, ngga kaya, maka tetangga akan meragukan beneran dokter atau nggak. Parahnya lagi, si istri akan dikira sebagai istri simpanan.
Gimana coba? Tetangga emang kejam.

Masih berasa melowku… bahkan sampai kebawa mimpi tadi pagi, setelah kemarin menemui istri dari almarhum teman jaman kuliah, yang dulu kita sama sama aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Airlangga. Dia kuliah di Fakultas Kedokteran, aku di ekonomi.

Udah lama loss contact, terakhir mungkin tahun 2005 ..lupa.. pernah datang ke rumah menawarkan untuk join salah satu MLM. Pun pada saat sudah jaman banyak aplikasi sosmed begini, aku juga ngga pernah tahu. Di WhatsApp group keluarga besar TS , juga ngga menjumpai dia gabung.

Awal bulan September ini, ada berita di Jawa Pos tentang 100 dokter yang gugur menjadi korban Covid-19. Tertera namanya. dr. Hilmi Wahyudi, Urutan ke 32. Sontak kita seangkatan latihan ikut kaget dan berduka. Tidak disangka umurnya pendek.
Lebih disesalkan lagi, ternyata meninggal nya sudah 3bulan berlalu namun kita kita baru tahu.

Beberapa teman bersimpati memberikan uang talih Asih untuk dia. Sayangnya tidak banyak dana yang terkumpul, bisa jadi karena orang menganggap pasti nya akan dapat santunan besar dari pemerintah. Malah sempet down dan kutawarkan untuk dibatalkan saja penggalangan dana nya, tapi mungkin karena teman ku udah duluan mengetahui kondisi keluarga almarhum, akhirnya tetep dilanjut niatan donasi itu. Dan karena tempat tinggal keluarga almarhum ternyata dekat banget sama kantor tempat aku kerja, akhirnya aku yang ditugasi menyampaikan amanah secara langsung.

Saat bersilaturahim kemarin, si istri banyak menceritakan kepedihan yang sudah dilaluinya. Mulai dari pernikahan nya yang tidak pernah mendapatkan restu dari orang tua Hilmi, walaupun putra putri mereka sudah berjumlah empat. karena mereka menginginkan dia menikah dengan sesama dokter.

Lalu gangguan kesehatan yang dialami sang dokter mulai dari diabetes yang akhirnya menyerang ginjal dan menyebabkan kebutaan pada satu sisi mata si dokter, serta seringnya kejadian kecelakaan lalu lintas yang menimpa si dokter sehingga harus menjalani operasi pemasangan pen atau penyambungan tulang dan berbagi keluhan sendinya.
Menyimak ceritanya, aku nggak sanggup menahan agar mata ku tidak berkaca kaca…

Lalu cerita detik-detik sebelum kematian nya, yang ditempatkan di ruang yang sangat tidak layak, tanpa cahaya, tidak tahu kapan siang atau malam tanpa ada ventilasi. Bagaimana penanganan model begitu bisa menyembuhkan? Sampai mereka berkesimpulan “bagaimana nggak mati klo ditempatkan di ruang pengap seperti itu”.
Si istri menyesal kenapa tidak terpikir untuk mengambil video sehingga bisa menuntut. Dan, buntutnya si mas anak pertama yang senantiasa menjaga ayah nya, sampai sekarang ada perasaan dongkol dan kecewa yang teramat sangat dengan para perawat dan dokter yang merawat.
Huh, entahlah…

Lalu, menyoal santunan. Ternyata juga tidak ada apa-apa . Apakah disebabkan karena selanjutnya diketahui hasil swab yang ternyata negatif, sehingga tidak ada bantuan?

Dan lalu cerita perjuangan sang istri untuk meminta hak santunan kepada rumah sakit tempat Hilmi bekerja namun dengan enteng management mengatakan bahwa si dokter hanyalah berstatus kontrak, sehingga tidak seberapa yang didapatkan. Namun Allah memberikan pertolongan, sebulan kemudian secara tidak sengaja ditemukan surat pengangkatan bahwa dia adalah dokter tetap. Akhirnya mereka (RS) tidak bisa berkelit, namun tetep saja tambahan santunan yang didapatkan tidak sebagaimana seharusnya. Pun uang dari BPJS yang hanya cair lima ratus ribu rupiah, ternyata karena RS baru mendaftarkan keanggotaannya tidak lebih dari setahun.
Selanjutnya berjuang di RS lainnya yang juga tempat praktek, namun lagi lagi, hanya dibilang sebagai dokter tamu, alias dokter pengganti dari dokter kontrak.
Bersyukur sang istri selalu didampingi oleh dokter seniornya Hilmi yang senantiasa memberikan arahan agar tidak ada langkah tindakan yang salah.

Sudah jatuh tertimpa tangga, disaat berduka, pihak keluarga dari Hilmi tidak memberikan dukungan yang berarti, malah semakin membuat sulit keadaan.

Saat ini 2 anaknya dititipkan di Saudara istri.
Dan alhamdulillah terdapat bantuan IDI dengan diunasnya beberapa tunggakan SPP dan telah dibayar SPPnya sampai Desember.

Well, Deeply simpatiku untuk keluarga almarhum yang ditinggalkan. Dalam hati kecilku yang terdalam ingin sekali bisa membantu meringankan beban mereka.

Semoga Allah berikan tempat yang terbaik untuk almarhum, diampunkan segala dosa dan diterima amal ibadahnya. Mudah mudahan keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran.

Berita tentang dokter ini juga pernah ditulis di sini: https://surabaya.tribunnews.com/2020/06/08/cerita-pilu-keluarga-dokter-asal-gresik-yang-meninggal-saat-pandemi-covid-19?page=2

Krian 23.32

Comments (6) »

Kue kueee

Udah dari kemarin tuh libur lebaran. Dan, as usual aku selalu pengen bikin kue kering sendiri. Kapan lagi coba? Mumpung momentumnya ada, jadi ada yang makan maksudnyaaaa. Kan judulnya klo lebaran tuh momen mengkremesi kue. Hahaha.Etapi yah kan aku juga pengen buatin buat emak aku, ga seneng aja klo beli. Dengan memberikan hasil karya sendiri, itu kepuasan tertentu kan?Makanya klo yg kukasih dikasih kan ke orang lain, kek rada ga rela deh.Selain itu, aku tuh pengen sekalian memberikan pelajaran untuk anak-anak. Dulu seringnya dibantu ama mas fahmi. But tahun ini banyakan dibantu (baca: diriwuki) ama si bontot Akbar. Gapapa… Hasil beletotan toh dimakan sendiri.Malam ini aku bikin p a s t e lWhuaaa ga rata ya. Gapapa ah. Lha nyari cetakan bulatan pastel ga karuan e… Wayahe ga nyari malah kemleler ihhTahu ngga, ini nih perdana lho aku buat pastel. Eh ternyaman bisa ngejiwit juga. Padahal aku tuh sebelumnya ga pede banget, secara jaman aku kecil, pernah bantu tapi ga bisa bisa… Ampe trauma.Alhamdulillah ternyata aku bisa.. YeeeeKlo yang kemaren aku bikin k a s t e n g e l… Aku pakai bahan premis, alias keju edam dan butter. Beh, aromanyaaaa asli kemebul. Sampek sungkan takut tetangga pada nyium. Asli aroma enak buanget, plus rasanya dong. Semua suka.Ini dia ya. . Saking enaknya, mau ngasih maju mundur hahahaKlo yang ini dokumentasi Akbar lagi bebantu

Comments (1) »

Man Teman SD

Yaallah udah pada kewut gini yak…hahaha including me.

Yang pasti udah pada beranak, anakku aja tiga. satu dua keknya udah mantu juga. Etapi ada pula yang masih single e..

Wajah mbok ndewor , ga ada imut imut nya blas. Ya iya lah udah kepada empat.

Dulu tuh, kiri bawah imuuuut banget, menik menik gtu. Namanya juga keren, mbak Evlin. Jaman dulu tuh yang dipanggil Mba tuh seseorang yang dihormati. Bisa karena kayanya, atau cantiknya hehehehe… Dan aku mah kategori biasah😍

Aku juga nggak apal satu satu namanya. Yang keinget antara lain : Nur hadi, khifni khafid, Nur hadi assadad,iwan, haris, abidin, …, khoiron, bambang, Aang, anis faria, …, sri wulan, Rif diana, anisatul Adawiyah, Evlin, ida, hermin, …, … , …., lupaaaaa.

Semoga sehat selalu ya temans… Makin tuwir semoga makin rajin ibadah.

Leave a comment »

(Sok?) sibuk

Tepatnya setelah diriku di’kembalikan’ pekerjaannya ke pekerjaan dimana pertama kali aku masuk di company ini 11 tahun yang lalu, mulai sekitar pertengahan tahun kemarin swear diriku menjadi bener bener sibuk. Jadi bukan sok sibuk lho ya…

Klo dulu masih on bisa ngikutin grup grup terutama pondok, Kepoin anak anak dan issu apa yang terjadi di pondok, duh sekarang mah susah nyari waktunya.

Dikantor udah melotot terus di depan layar pegang keyboard, nyampe dirumah HP udah ditunggu si kecil. Pas ketinggalan HP pun, berasa nya ga ada yang kurang. Mana toh yang paling sering dipakai cuman WA. Sedangkan WA bisa juga diakses di PC.

Dulu juga masih bisa lah sambil nyambi tilawah buat ngejar ODOJ, ee yaudah sekarang kudu dideres dirumah atau pas perjalanan.

Dulu jarang banget bawa kerjaan kerumah, ee terpaksa kali ini pake acara kejar deadline data harus selesai dan menyerah akhirnya nambah jam dirumah.

Begitu lah adanya…..Yasudah, semua dijalani demi mengumpulkan ilmu kembali. Bismillah selalu dimudahkan oleh Allah

Leave a comment »

Bahagia itu sederhana

Alhamdulillah bisa pulang sore rutin itu sesuatu lho…

Secara kita satu departemen pernah di “karantina ” Beberapa bulan tidak bisa pulang tepat, alias minimal habis magrib. Rasanya begitu merindukan sinar matahari sore.

Syukur lah badai telah berlalu, project KITE akhirnya berujung juga. Dan kami pun bisa menikmati sinar senja.

But seiring KITE selesai, bahaya pun mengancam departemen. Project rasionalisasi dengan amputasi banyak pegawai santer berhembus. Kemungkinan finance akan disisakan separuh nya lagi.

Well… Let’s see what happen on March.

Leave a comment »

Bahana Al Aqsha

Alhamdulillah berkesempatan datang lagi kesekian kalinya untuk ambil rapor si kecil, Akbar. Klo keseharian yang ngantar sekolah Ayah nya.Aku datang nya tet sesuai undangan. Dan seperti biasanya Indonesia ya gtu deh jam segitu mah cuman start aja plus 30an menit. Lupa aku klo ini Indonesia hahaha. Kan biasanya ngantor nya di ‘India’.

Dari video di bawah ini, ada murrotal yang pastinya selalu diputar sebagai metode ‘taning’nya anak anak. Maklum ini kan PG TK hafidz Qur’an.Walaupun setiap harinya masih selalu aja rewel klo mendengar kata “sekolah”, dan setiap pagi selalu harus extra maksa agar mau berangkat, alhamdulillah banyak perubahan pada si adik. Tambah pintar , udah bisa juga mengikuti bacaan surat an-naba klo diperdengarkan.

Alhamdulillah Semoga istiqomah, diberikan kemudahan dalam menghafal. InsyaAllah lanjut SD juga disini aja trus ntar mondok nya di pondok tahfidz. Bismillah dikabulkan Allah. Aamiin.

Leave a comment »

shiq4.wordpress.com/

Blognya Penulis Artikel Freelance

Anggreani Sitopu

Virtual Diary

Fokus Today

Sorotan Berita Terhangat

Konten keren

Inspirasi - Informasi - Edukasi - Motivasi

VIENHA

Berusahalah untuk lebih baik,Tapi jangan berfikir dirimu sudah baik.

My Journey, My Story, and My Dream

Try to tell and write the story

threspuspa

Just another WordPress.com site

drmaharanibayu

Dokter Laktasi

BREASTFEEDING & CHILD HEALTH

Informasi Berbasis Bukti Tentang ASI, Menyusui & Kesehatan Anak

Erit Kantoni's Blog

Blog Tentang Software Ponsel Android|Misteri Dunia|Humor|Informasi|Berbagai Kategori Lainnya!

tqar.wordpress.com/

ads here were not made by admin, be wise

faziazen

a Journal of MomPreneur

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

THE ADIOKE CENTER

can't be created without unlimited imagination

kalkunqita

A topnotch WordPress.com site

Akhmad Muhaimin Azzet

mari bersama menggapai ridha-Nya

miartmiaw

the way you look at me_a

Cerita-cerita indah penuh hikmaH

Cerita2 Indah Yang Menggetarkan Hati